5 Tipe Conditional Sentences dalam Bahasa Inggris dan Contoh Kalimat

conditinal sentences dan contoh

Yuk, berandai-andai menggunakan 5 tipe conditional sentences  alias if clause dan contohnya. Baca artikel berikut ini untuk memahaminya!

--

“Kalau si doi nggak ngabarin sehari aja, pasti aku galau deh!”
“Seandainya mencari uang itu mudah, aku pasti sekarang sudah kaya raya, nih!”
“Andai saja keluargaku ngajak pergi jalan-jalan, aku nggak akan gabut di kamar sekarang.”
“Aku bakalan jadi mahasiswa universitas favorit jika aku belajar dengan serius.”

Kamu pasti sering deh, melamun alias daydreaming untuk berkhayal dan berandai-andai kalau sedang berada di suatu kondisi yang bisa saja terjadi di masa depan, atau kondisi yang sama sekali nggak mungkin terjadi.

Nah, secara struktur, untuk mengungkapkan pengandaian yang benar dalam bahasa Inggris, grammar yang digunakan adalah conditional sentence atau kalimat kondisional. 

Melalui artikel ini, English Academy bakal merangkum secara lengkap tentang penggunaan conditional sentence, rumus tata bahasa (grammar), serta berbagai contohnya khusus buat kamu, guys!

 

Pengertian Conditional Sentence

Apa itu conditional? Kondisional artinya bergantung pada kondisi saat seseorang berbicara. Jadi, definisi conditional sentence adalah kalimat pengandaian untuk seseorang mengungkapkan suatu  kondisi yang berbeda dengan kenyataan. Kondisi ini mungkin saja berupa sesuatu yang bisa terjadi, atau bahkan nggak terjadi.

Kapan kita bisa menggunakan kalimat conditional sentence? Kalimat ini bisa kamu gunakan saat menghadapi situasi seperti berikut ini:

  • Menyatakan peristiwa yang nggak nyata; cuma apa yang kamu bayangkan,
  • Mengungkapkan peristiwa yang mungkin terjadi di masa depan,
  • Menunjukkan peristiwa yang nggak mungkin terjadi,
  • Memperlihatkan kebenaran umum; kebiasaan yang sering terjadi,
  • Memberitahu peristiwa masa lalu yang kejadiannya nggak sesuai harapan, lalu terjadi penyesalan.

Umumnya, conditional sentence adalah kalimat yang dikenal juga sebagai if clause. 

 

Fungsi dari Conditional Sentence

Berdasarkan beberapa poin di atas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa, secara umum fungsi dari conditional sentence adalah untuk mengungkapkan sebuah sebab akibat.

 

Apa Perbedaan If clause dan If conditional?

Pada artikel Types of Sentences: Jenis Kalimat Bahasa Inggris kita sudah mempelajari bahwa sebuah kalimat minimal terdiri dari satu klausa, yaitu klausa utama (main clause/independent clause) yang dapat berdiri sendiri. Inilah mengapa conditional sentence familiar juga dengan sebutan if clause.

Nah, kalau if conditional itu biasanya terdiri dari main clause yang diikuti dengan klausa bawahan (dependent clause). Jadi, conditional sentence terdiri dari independent clause dan dependent clause yang dimulai dengan kata ‘if’. Kamu sudah tahu, kan? If artinya "jika" atau "andai." 

If clause adalah klausa yang merupakan bagian dari pengandaian. Sementara itu, main clause adalah kalimat yang berisi konsekuensi dari kondisi pengandaian di awal kalimat. Rumus if bahasa Inggris secara umum adalah if-clause + main clause, tapi bisa juga dibalik menjadi main clause + if-clause.

 

Tipe Conditional Sentences dan Contohnya (Types of Conditional Sentences)

Types artinya tipe-tipe, conditional artinya pengandaian, dan sentence artinya kalimat. Exactly, pada poin ini, yang akan kita bahas adalah tipe-tipe kalimat pengandaian yang biasa digunakan dalam bahasa Inggris.

How many type of if clause? Kalau bertanya tentang berapa banyak jenis klausa if untuk mengungkapkan khayalan dan pengandaian pada kondisi yang berbeda, jawaban secara umum adalah 4 conditional sentence types.

Tapi, di artikel ini English Academy akan membahas 5 tipe conditional sentences supaya pengetahuan grammar kamu makin lengkap. Selain grammar, kamu juga akan bertemu dengan beberapa tenses dalam bahasa Inggris. Yuk, simak!

1. Zero conditional sentence (Conditional Sentences type 0)

“Jika kamu menghabiskan makanan bekal, Ibuku akan merasa senang.”
“Ibu menenangkanmu jika kamu merasa takut.”
“Kalau warna merah dicampur dengan putih, pasti berubah jadi warna pink.”

Nah, tipe pertama adalah zero conditional. Jadi, conditional sentence type 0 ini mengungkapkan kondisi berupa tindakan yang bersifat kebenaran umum, pernyataan yang sebenarnya (general truth), atau kejadian yang biasa terjadi. 

Rumus dari tipe 0 adalah penggunaan verb 1 dengan struktur bahasa simple present tense. Kenapa? Karena, kamu akan mengungkapkan kebiasaan yang benar-benar terjadi (fakta).

 

rumus zero conditional sentence

 

Selain contoh pada gambar, English Academy mau kasih kamu contoh conditional sentence type 0 lainnya. Yuk, baca dengan saksama! 

  • If you eat your lunch box, mother feels happy.
    (Jika kamu memakan kotak makan siang-mu, Ibu merasa bahagia.)
  • Mother comforts me if Ifeel scared.
    (Ibu menghibur saya jika saya merasa takut.)
  • If red mixes with white, it definitely turns out pink.
    (Jika merah bercampur dengan putih, pasti hasilnya jadi warna merah muda.)

Baca juga: Simple Present Tense Vs Simple Past Tense, Ketahui Perbedaannya!

2. First conditional sentence (Conditional Sentence type 1)

“Jika kamu ada disini, aku akan mengatakan perasaanku.”
“Anto akan datang jika Putri mengundangnya ke pesta ulang tahun.”
“Kalau Desi dan Ratu telat makan malam, mereka akan masuk angin.”

Ihiy! Yuk, melakukan pengandaian ini dengan first conditional! Pada conditional sentence type 1kamu dapat mengungkapkan kondisi yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Kalimat ini familiar juga dengan sebutan future conditional type 1 karena menggunakan pola simple future tense. Detail dari rumus tipe 1 adalah sebagai berikut:

 

conditional sentences dan contoh - first conditional

 

Dari tiga kalimat di atas, langsung kita buat contoh conditional sentence type 1 dengan struktur yang benar, ya!

  •  If you are here, I will tell you my feelings. 

Fakta: Kalau kamu ada di sini, mungkin aku berani mengungkapkan perasaanku. Kalau nggak ada? Yah, nggak aku ungkapin.

  • Anto will come if Putri invites him to her birthday party.

FaktaAnto bakalan datang ke pesta Putri jika diundang. Kalau nggak? Anto mungkin nggak datang.

  • If Desi and Ratu have their dinner late, they will catch a cold.

FaktaDesi dan Ratu nggak akan masuk angin jika mereka makan malam tepat waktu. 

Oh yaguys! Tipe conditional type 1 ini bisa menggunakan selain will untuk mengungkapkan kondisi yang mungkin terjadi. Kamu bisa juga memakai can, may, atau shall. Jadi, rumus yang digunakan adalah subject modal (will, can, may, shall) + verb 1.

 

Gimana? Sudah paham atau kamu butuh tutor untuk berdiskusi terkait conditional sentences? Tenang, kamu bisa bertanya pada Tutor English Academy, nih! Cobain dulu Free Live Teaching-nya, yuk!

Belajar Bahasa Inggris dengan Tutor GRATIS di English Academy

 

3. Second conditional sentence (Conditional Sentence type 2)

“Jika dia (perempuan) kaya, dia (perempuan) akan keliling dunia.”
“Kalau kamu berolahraga, kamu akan memiliki bentuk tubuh yang ideal”
“Kami akan merasa grogi jika kami bertemu Presiden.”

Dalam conditional sentences, type 2 ini mengacu kepada kondisi yang nggak mungkin terjadi (untuk saat ini atau masa depan). 

Dalam grammar, situasi yang sifatnya nggak pasti (uncertainty) dinyatakan dengan simple past tense. Sehingga, tipe second conditional pada kalimat kondisional diungkapkan dengan menggunakan rumus verb 2 pada if clause disertai would pada main clause. Kamu ingat kan, would adalah verb 2 dari kata "will".

 

conditional sentences dan contoh - second conditional

 

Dari ketiga contoh di atas, yuk kita ubah ke dalam contoh conditional sentence type 2  (contoh kalimat pengandaian tipe 2) dengan struktur yang benar!

  • If she were rich, she would travel the world.

FaktaSekarang, dia (perempuan) belum kaya nih dan nggak mungkin untuk jalan-jalan keliling dunia. Dia (perempuan) berandai-andai kalau dia adalah orang kaya, dia akan jalan-jalan keliling dunia.

Catatan: Dalam conditional sentence, subjek yang bersifat singular seperti he, she, it menggunakan to-be werebukan was. 

  • If you worked out, you would have an ideal body shape.

Fakta: Kamu nggak rajin olahraga ditambah dengan pola makan yang sehat, jadinya kamu nggak mungkin punya bentuk tubuh yang ideal. Jadi, kamu ngayal dulu nih kalau kamu rajin olahraga.

  • We would feel nervous if we met the President.

Fakta: Kita tidak mungkin bertemu dengan Presiden. Jika bertemu secara langsung, kita akan merasa sangat gugup!

Baca juga: Perbedaan Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif dalam Bahasa Inggris

4. Third conditional sentence (Conditional Sentence type 3)

“Jika kamu lebih berhati-hati, kamu tidak akan mengalami kecelakaan.”
“Sinta akan membantumu jika kamu memintanya.”
“Seandainya dia (laki-laki) tahu, dia tidak akan melakukannya.”

Nah, pada tipe-tipe conditional sentences sebelumnya kamu diajak berandai-andai. Sekarang, kamu diajak untuk throwback dan mengulang ke kejadian masa lalu dengan tipe third conditional. 

Intinya, conditional sentence type 3 adalah bentuk pengungkapan situasi yang seharusnya nggak terjadi di masa lalu. Eh, malah kejadian deh! Maka dari itu, simple past perfect yang menggunakan verb 3 ditempatkan sebagai if clause, dan would have yang dikenal juga sebagai rumus past future perfect tense digunakan pada main clause sebagai keterangan ungkapan.

 

conditional sentences dan contoh - third conditional

 

English Academy langsung menjabarkan fakta dari ketiga contoh kalimat di atas dalam contoh conditional sentence type 3 bahasa Inggris ya!

  • If you were more careful, you wouldn’t have had an accident.

FaktaMengulang ke masa lalu, kalau kamu lebih hati-hati, nggak akan terjadi kecelakaan. Berarti, waktu itu kamu ugal-ugalan sampai akhirnya terjadi kecelakaan.

Catatan: Kok sudah pakai have, ada had lagi? Kan artinya sama! 

Hihihi, faktanya fungsi have dan had di sini berbeda, lo!

Have pada kalimat di atas merupakan bagian dari past future perfect tense. Nah, semua bentuk kalimat perfect menggunakan variasi have (has/have/had) yang diikuti oleh kata kerja bentuk ketiga (verb 3). Sedangkan had pada kalimat di atas termasuk dalam verb 3 dari have, yang memiliki arti memiliki/mendapatkan/mengalami.

  • Sinta would have helped you if you asked for it

FaktaKarena kamu nggak meminta pertolongan ke Sinta, Sinta akhirnya nggak membantu. Seandainya waktu itu kamu langsung meminta pertolongan, Sinta akan membantu kamu, kok.

Catatan: Walaupun subjek bersifat singular (He, she, it, atau 1 orang), would tetap ditemani oleh haveWould di sini berfungsi sebagai modal auxiliary.  

Oh yamodals meliputi can, could, may, might, will, would, must, shall, should, ought to, have to.

  • If he knew, he wouldn’t have done that.

FaktaSeandainya saja dia (laki-laki) tahu, dia seharusnya nggak melakukan hal tersebut. Nyatanya, dia nggak tahu apa-apa dan melakukan hal tersebut.

Baca Juga: Future Continuous Tense: Pengertian, Rumus, Fungsi, dan Contoh Kalimat

5. Mixed conditional sentence (Conditional Sentence type 4 atau Mixed)

“Seandainya kamu ngajarin aku gimana cara bikin brownies, aku nggak akan beli di toko.”
“Kalau mereka adalah pemain yang bagus, tim mereka bakal mencetak lebih banyak gol kemarin.”
“Keluarga mereka akan membeli rumah di Bandung jika salah satu anak mereka diterima di Institut Teknologi Bandung.”

Saat baca mixed, pasti kamu sudah berpikir tentang “kombinasi” atau “percampuran”. Dari kalimat di atas, menurutmu apa, sih, yang di-mix? Sini, English Academy kasih tahu!

Jadi, mixed type ini merupakan kalimat yang merujuk ke masa lalu, yang menunjukan pada kondisi kamu saat ini. Juga sebaliknya, mixed conditional menunjukan kondisi di masa lalu dengan tindakan kamu sekarang. Sehingga, penggunaan tipe second conditional dan third conditional sangat terlihat pada tipe ini.

Akan tetapi, mixed conditional adalah tipe kalimat kondisional yang menyatakan situasi masa lalu atau masa kini yang nggak terjadi. 

Yuk, langsung kita susun conditional sentence type 4 atau mixed dari contoh di atas!

  • If you had taught me how to make brownies (Third conditional; simple past perfect), I wouldn’t buy it in the store (Second conditional; simple past tense).

FaktaYah, seandainya waktu itu kamu ngajarin aku gimana caranya bikin brownies, aku nggak bakalan deh beli di toko. Nyatanya, kamu nggak ngajarin aku. Jadinya, aku masih terus beli brownies di toko sampai sekarang. 

  • If they were good players (Second conditional; simple past tense), their team would have scored more in the match yesterday (Third conditional; past future perfect).

FaktaKalau dalam tim para pemain punya skill yang bagus, seharusnya mereka bakalan banyak mencetak skor di pertandingan. Nyatanya, di pertandingan kemarin para pemain nggak banyak mencetak skor.

  • Their family would buy  a house in Bandung (Second conditional, simple past tense) if one of their children had been accepted to Bandung Institute of Technology (Third conditional, simple past perfect)

FaktaCoba waktu itu salah satu anak mereka lolos ke ITB. Ya sudah, keluarga mereka bakal beli rumah di Bandung. Eh, anak mereka jadinya lolos ke UI. Yah, nggak jadi beli deh.

Catatan: Lho, kok had been accepted? “Accept” itu verb, jadi “accepted” juga verb, dong! 

Pada kalimat tersebut, accept memang verb, tetapi accepted di sini berubah menjadi adjectiveKalimat had been accepted merupakan bentuk kalimat dari past perfect tensedimana subject + had + been + adjective/ noun

 

Lirik Lagu yang Mengandung Conditional Sentence

Salah satu media yang digunakan untuk belajar tentang kalimat pengandaian adalah lagu. Biasanya, seseorang akan lebih mudah untuk memahaminya. Berikut beberapa contoh conditional tense dalam lirik lagu:

1. Lagu "I'd lie" by Taylor Swift

Lirik dari lagu ini adalah:

Yes I could tell you
His favorite color's green
He loves to argue
Oh, and he kills me
His sister's beautiful
He has his father's eyes
And if you ask me if I love him..
If you ask me if I love him..
I'd lie

Analisis:

If clause pada lirik di atas yaitu, "If you ask me if I love him.." , artinya adalah ""Jika kamu bertanya apakah aku mencintainya, aku akan berbohong." Dalam kalimat tersebut menggunakan tipe 0 dengan rumus simple present tense.

2. Lagu "If Only" by Hoobastank

Lagu yang selanjutnya datang dari Hoobastank. Berikut liriknya:

If only I had been less blind,
I'd have someone to hold onto.
If only I could change your mind.
If only I had known, if only I had you.

Analisis:

Coba kita ambil salah satu conditional sentence dari lirik di atas, yaitu "If only I had been less blind, I'd have someone to hold onto," yang memiliki arti "Andai saja aku tidak terlalu buta, Aku akan memiliki seseorang untuk dipegang."

Struktur kalimat yang satu ini rumusnya adalah kombinasi antara second type dan juga third type. Tepat! Lirik tersebut masuk ke dalam tipe mix conditional sentence

 

Yuk, berandai-andai menggunakan 5 tipe conditional sentences!

Conditional sentences disebut sebagai if clause karena menyatakan kondisi yang berbeda dengan kenyataan yang mungkin dan nggak mungkin terjadi di masa lalu, saat ini, bahkan masa depan. 

Conditional sentences mempunyai 5 tipe untuk mengungkapkan kondisi yang berbeda-beda, mulai dari kondisi yang berkaitan dengan fakta yang biasa terjadi, hal yang bisa saja terjadi terjadi, hal yang tidak mungkin terjadi, sampai hal yang seharusnya nggak terjadi di masa lalu. Buat kamu yang sering mengkhayal, grammar ini pasti dapat dipraktikkan dengan mudah, kan?

By the way, biar makin jago untuk mengungkapkan berbagai kondisi dengan kalimat conditional sentences, kamu harus rajin berlatih, lo. Soalnya, conditional sentences ini sering muncul dalam soal TOEFL pada kategori grammar, guys!

Yuk, belajar tentang 5 tipe conditional sentences dan berbagai grammar lainnya di English Academy! Dengan native speaker sebagai pengajar dengan materi berkurikulum internasional, skill bahasa Inggris kamu pasti makin keren. Kamu juga bisa ikuti gratis placement test terlebih dahulu untuk mengetahui sejauh mana kemampuan bahasa Inggris kamu! Bersertifikat, lo!

 

New call-to-action

 

Referensi:

Jones, Matthew. (2021). The Four Types of Conditionals and How to Use Them. Magoosh. [daring]. https://magoosh.com/ielts/the-four-types-of-conditionals-and-how-to-use-them/

Manuel, Jose. (2021). Mixed Conditionals: Guide & Examples. EnglishPost.org. [daring].  https://englishpost.org/mixed-conditionals/

Wall Street English. (2021). How to use conditionals in English: zero, first, second, third and mixed. Wall Street English. [daring]. https://www.wallstreetenglish.com/exercises/how-to-use-conditionals-in-english-zero-first-second-third-and-mixed

Benjamin, Candice. (2021). 5 Types of Conditional Sentences in English (+ Examples). Preply. [daring]. https://preply.com/en/blog/5-types-of-conditional-sentences-in-english/#scroll-to-heading-5

 

Artikel ini pertama kali ditulis oleh Kusariani Adinda, lalu diperbarui pada tanggal 28 Januari 2022 oleh Intan Aulia Husnunnisa.

 

Profile

Intan Aulia Husnunnisa

Seorang perempuan dengan sejuta mimpi yang saat ini sedang fokus mengembangkan minat menulis di Ruangguru.