5 Tipe Conditional Sentences dan Contohnya

Kusariani Adinda Nov 4, 2021 • 15 min read


conditinal sentences dan contoh

Artikel ini membahas tentang 5 tipe conditional sentences dan contohnya. Yuk, simak artikel berikut ini untuk memahaminya!

--

“Kalau si doi nembak aku, pasti aku terima deh!”

“Seandainya doi tahu perasaanku, aku bakalan rajin belajar. Janji, deh!”

“Andai saja keluargaku ngajak pergi jalan-jalan, aku nggak akan gabut di kamar sekarang.”

“Aku bakalan jadi mahasiswa universitas favorit jika aku belajar dengan serius.”

Pasti sering deh, kamu melamun untuk daydreaming alias berkhayal dan berandai-andai kalau sedang berada di suatu kondisi yang mungkin terjadi di masa depan, atau kondisi yang sama sekali nggak mungkin terjadi.

Nah, buat mengungkapkan pengandaian kamu dalam bahasa Inggris, secara struktur (grammar) yang benar bisa menggunakan conditional sentence atau kalimat kondisional.

Melalui artikel ini, English Academy bakal merangkum secara lengkap tentang penggunaan conditional sentence, rumus tata bahasa (grammar), serta berbagai contohnya khusus buat kamu, guys!

 

Apa itu conditional sentence?

Conditional sentence atau kalimat kondisional yang dipelajari dalam grammar bahasa Inggris adalah bagaimana seseorang mengungkapkan pengandaian dengan kondisi yang berbeda dengan kenyataan. Kondisi ini bisa jadi sesuatu yang bisa terjadi, atau bahkan nggak terjadi.

Lebih lanjut, conditional sentence digunakan saat kamu mengandaikan kondisi-kondisi seperti berikut:

  • Peristiwa yang nggak nyata; cuma apa yang kamu bayangkan,
  • Peristiwa yang mungkin terjadi di masa depan,
  • Peristiwa yang nggak mungkin terjadi,
  • Kebenaran umum; kebiasaan yang sering terjadi,
  • Peristiwa masa lalu kejadiannya nggak sesuai harapan, lalu terjadi penyesalan.

Umumnya nih, conditional sentence dikenal juga sebagai if clause. Soalnya, penggunaan if yang artinya “andai” menjadi bagian utama pada rumus kalimat ini. 

Buat mengungkapkan pengandaian ke dalam bahasa Inggris, ada 5 tipe conditional sentences yang perlu kamu ketahui. 

 

5 tipe conditional sentences dan contohnya

Guys, untuk mengungkapkan khayalan dan pengandaian pada kondisi yang berbeda, umumnya conditional sentences yang diajarkan di sekolah ada 4 tipe. Tapi, di artikel ini English Academy akan membahas 5 tipe conditional sentences supaya pengetahuan grammar kamu makin lengkap. Yuk, simak!

1. Zero conditional

“Jika kamu menghabiskan makanan bekal, Ibu merasa senang.”

“Ibu menenangkanmu jika kamu merasa takut.”

“Kalau warna merah dicampur dengan putih, pasti berubah jadi warna pink.”

Nah, kondisi seperti ini tepat menggambarkan kondisi yang cocok untuk tipe ini dalam kalimat kondisional. Jadi, zero conditional dalam conditional sentence mengungkapkan kondisi dengan tindakan yang kebenarannya umum atau biasa terjadi. 

Karena mengungkapkan kebiasaan yang benar-benar terjadi (fakta), penggunaan verb 1 dengan struktur bahasa simple present tense menjadi rumus wajib untuk conditional sentence ini.

 

conditional sentences dan contoh - zero conditional

Selain contoh pada gambar, English Academy mau kasih kamu contoh-contoh lain, guys!

 

  • If you eat your lunch box, mother feels happy.
  • Mother comforts you if you feel scared.
  • If red mixes with white, it definitely turns out pink.

 

Baca juga: Simple Present Tense Vs Simple Past Tense, Ketahui Perbedaannya!

 

2. First conditional

“Jika kamu ada disini, aku akan mengatakan perasaanku.”

“Anto akan datang jika Putri mengundangnya ke pesta ulang tahun.”

“Kalau Desi dan Ratu telat makan malam, mereka akan masuk angin.”

Ihiy! Berandai-andai kita mulai lagi yuk, dengan menggunakan first conditional. Pada first conditional, kamu mengungkapkan kondisi yang mungkin terjadi

 

conditional sentences dan contoh - first conditional

Dari tiga contoh di atas, langsung kita susun mengikuti struktur yang benar, ya!

  •  If you are here, I will tell you my feelings. 

Fakta : Kalau kamu ada di sini, mungkin aku berani mengungkapkan perasaanku. Kalau nggak ada? Yah, nggak aku ungkapin.

 

  • Anto will come if Putri invites him to her birthday party.

Fakta : Anto bakalan datang ke pesta Putri jika diundang. Kalau nggak? Anto mungkin nggak datang.

 

  • If Desi and Ratu have their dinner late, they will catch a cold.

Fakta : Desi dan Ratu nggak akan masuk angin jika mereka makan malam tepat waktu. 

Oh ya, guys! Untuk tipe first conditional ini bisa menggunakan selain will untuk mengungkapkan kondisi yang mungkin terjadi. Kamu bisa juga memakai can, may, atau shall. 

 

3. Second conditional

“Jika dia (perempuan) kaya, dia (perempuan) akan keliling dunia.”

“Kalau kamu berolahraga, kamu akan memiliki bentuk tubuh yang ideal”

“Kami akan merasa grogi jika kami bertemu Presiden.”

Dalam conditional sentences, tipe ini mengacu kepada kondisi yang nggak mungkin terjadi (untuk saat ini atau masa depan). 

Dalam grammar, kondisi yang sifatnya nggak pasti (uncertainty) dinyatakan dengan simple past tense. Sehingga, tipe second conditional pada kalimat kondisional diungkapkan dengan menggunakan Verb 2 pada if clause disertai would (Verb 2 dari “Will”) pada main clause.

 

conditional sentences dan contoh - second conditional

 

Dari ketiga contoh di atas, yuk kita ubah ke dalam struktur bahasa Inggris yang benar!

  • If she were rich, she would travel the world.

Fakta : Sekarang, dia (perempuan) belum kaya nih dan nggak mungkin untuk jalan-jalan keliling dunia. Dia (perempuan) berandai-andai kalau dia adalah orang kaya, dia akan jalan-jalan keliling dunia.

Catatan: Dalam conditional sentence, subjek yang bersifat singular seperti he, she, it menggunakan to-be were, bukan was. 

 

  • If you worked out, you would have an ideal body shape.

Fakta : Kamu nggak rajin olahraga ditambah dengan pola makan yang sehat, jadinya kamu nggak mungkin punya bentuk tubuh yang ideal. Jadi, kamu ngayal dulu nih kalau kamu rajin olahraga.

 

  • We would feel nervous if we met the President.

Fakta : Kami nggak mungkin bertemu dengan Presiden. Jika bertemu secara langsung, kami bakal ngerasa gugup banget!

 

Baca juga: Perbedaan Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif dalam Bahasa Inggris

 

4. Third conditional

“Jika kamu lebih berhati-hati, kamu tidak akan mengalami kecelakaan.”

“Sinta akan membantumu jika kamu memintanya.”

“Seandainya dia (laki-laki) tahu, dia tidak akan melakukannya.”

Nah, pada tipe-tipe conditional sentences sebelumnya kamu diajak berandai-andai. Sekarang, kamu diajak untuk throwback dan mengulang ke kejadian masa lalu dengan tipe third conditional. 

Intinya, tipe third conditional ini mengungkapkan kondisi yang seharusnya nggak terjadi di masa lalu. Eh, malah kejadian deh! Makanya, dalam conditional sentence tipe ini menggunakan simple past perfect yang menggunakan verb 3 pada if clause, dan would have pada main clause sebagai keterangan ungkapan.

 

conditional sentences dan contoh - third conditional

 

English Academy langsung menjabarkan fakta dari ketiga contoh di atas dalam bahasa Inggris ya!

  • If you were more careful, you wouldn’t have had an accident.

Fakta : Mengulang ke masa lalu, kalau kamu lebih hati-hati, nggak akan terjadi kecelakaan. Berarti, waktu itu kamu ugal-ugalan sampai akhirnya terjadi kecelakaan.

Catatan: Kok sudah pakai have, ada had lagi? Kan artinya sama! 

Hihihi, faktanya fungsi have dan had di sini berbeda, guys! 

Have pada kalimat di atas merupakan bagian dari past future perfect tense. Nah, semua bentuk kalimat perfect menggunakan variasi have (has/have/had) yang diikuti oleh kata kerja bentuk ketiga (Verb 3). Sedangkan had pada kalimat di atas termasuk dalam Verb 3 dari have, yang memiliki arti memiliki/mendapatkan/mengalami. 

 

  • Sinta would have helped you if you asked for it. 

Fakta : Karena kamu nggak meminta pertolongan ke Sinta, Sinta akhirnya nggak membantu. Seandainya waktu itu kamu langsung meminta pertolongan, Sinta akan membantu kamu, kok.

Catatan: Walaupun subjek bersifat singular (He, she, it, atau 1 orang), would tetap ditemani oleh have. Would di sini berfungsi sebagai modal auxiliary.  

Oh ya, modals meliputi can, could, may, might, will, would, must, shall, should, ought to, have to.

 

  • If he knew, he wouldn’t have done that.

Fakta : Seandainya saja dia (laki-laki) tahu, dia seharusnya nggak melakukan hal tersebut. Nyatanya, dia nggak tahu apa-apa dan melakukan hal tersebut.

 

5. Mixed conditional

“Seandainya kamu ngajarin aku gimana cara bikin brownies, aku nggak akan beli di toko.”

“Kalau mereka adalah pemain yang bagus, tim mereka bakal mencetak lebih banyak gol kemarin.”

“Keluarga mereka akan membeli rumah di Bandung jika salah satu anak mereka diterima di Institut Teknologi Bandung.”

Dari kata mixed, pasti kamu sudah berpikir tentang “kombinasi” atau “percampuran”. Atau, malah kamu jadi kepikiran makan es campur sambil meratapi kebingungan, “Apa lagi yang dicampur dari kalimat kondisional ini?

Sini, English Academy bisikin sampai ke lubuk hatimu paling dalam. 

Mixed conditional merupakan tipe kalimat yang membawa kamu ke tindakan masa lalu, yang menunjukan pada kondisi kamu saat ini. Juga sebaliknya, mixed conditional menunjukan kondisi di masa lalu dengan tindakan kamu sekarang. Sehingga, penggunaan tipe second conditional dan third conditional sangat terlihat pada tipe ini.

Akan tetapi, mixed conditional adalah tipe kalimat kondisional yang menyatakan situasi masa lalu atau masa kini yang nggak terjadi. 

Dari ketiga contoh di atas, langsung kita susun ke dalam bahasa Inggris, yuk!

  • If you had taught me how to make brownies (Third conditional; simple past perfect), I wouldn’t buy it in the store (Second conditional; simple past tense).

Fakta : Yah, seandainya waktu itu kamu ngajarin aku gimana caranya bikin brownies, aku nggak bakalan deh beli di toko. Nyatanya, kamu nggak ngajarin aku. Jadinya, aku masih terus beli brownies di toko sampai sekarang. 

 

  • If they were good players (Second conditional; simple past tense)

their team would have scored more in the match yesterday (Third conditional; simple past perfect).

Fakta : Kalau dalam tim para pemain punya skill yang bagus, seharusnya mereka bakalan banyak mencetak skor di pertandingan. Nyatanya, di pertandingan kemarin para pemain nggak banyak mencetak skor.

 

  • Their family would buy  a house in Bandung (Second conditional, simple past tense) if one of their children had been accepted to Bandung Institute of Technology (Third conditional, simple past perfect)

Fakta : Coba waktu itu salah satu anak mereka lolos ke ITB. Ya sudah, keluarga mereka bakal beli rumah di Bandung. Eh, anak mereka jadinya lolos ke UI. Yah, nggak jadi deh beli rumah di Bandung.

Catatan: Lho, kok had been accepted? “Accept” itu verb, jadi “accepted” juga verb, dong! 

Eng ing eng.. Accept memang verb, tetapi accepted di sini berubah menjadi adjective. Kalimat had been accepted merupakan bentuk kalimat dari past perfect tense, dimana subject + had + been + adjective / noun. 

 

Yuk, berandai-andai menggunakan 5 tipe conditional sentences!

Untuk mengungkapkan pengandaian dengan struktur bahasa Inggris yang benar, kamu bisa menggunakan conditional sentence atau kalimat kondisional. Conditional sentences biasa disebut if clause karena menyatakan kondisi yang berbeda dengan kenyataan yang mungkin dan nggak mungkin terjadi di masa lalu, saat ini, bahkan masa depan.

Conditional sentences mempunyai 5 tipe untuk mengungkapkan kondisi yang berbeda-beda, mulai dari kondisi yang berkaitan dengan fakta yang biasa terjadi, hal yang mungkin terjadi, hal yang nggak mungkin terjadi, sampai hal yang seharusnya nggak terjadi di masa lalu.

By the way, biar makin jago untuk mengungkapkan berbagai kondisi dengan kalimat conditional sentences, jangan lupa untuk terus berlatih. Soalnya, conditional sentences ini sering muncul dalam soal TOEFL pada kategori grammar, guys!

Yuk, latihan berandai-andai dengan 5 tipe conditional sentences dan berbagai grammar lainnya di English Academy! Dengan native speaker sebagai pengajar dengan materi berkurikulum internasional, skill bahasa Inggris kamu makin keren. Kamu juga bisa ikuti placement test terlebih dulu untuk mengetahui sejauh mana kemampuan bahasa Inggris kamu!

 

New call-to-action

 

Sumber:

Jones, Matthew. (2021). The Four Types of Conditionals and How to Use Them. Magoosh. [daring].

https://magoosh.com/ielts/the-four-types-of-conditionals-and-how-to-use-them/

Manuel, Jose. (2021). Mixed Conditionals: Guide & Examples. EnglishPost.org. [daring]. 

https://englishpost.org/mixed-conditionals/

Wall Street English. (2021). How to use conditionals in English: zero, first, second, third and mixed. Wall Street English. [daring].

https://www.wallstreetenglish.com/exercises/how-to-use-conditionals-in-english-zero-first-second-third-and-mixed

Benjamin, Candice. (2021). 5 Types of Conditional Sentences in English (+ Examples). Preply. [daring]. https://preply.com/en/blog/5-types-of-conditional-sentences-in-english/#scroll-to-heading-5

Profile

Kusariani Adinda

Lorem ipsum dolor sit amet, assalamualaikum warganet! | Freelance Content Writer at Ruangguru | kusarianiadindablog.wordpress.com

Beri Komentar