Mengenal Syntax, Teori Struktur Kalimat dalam Linguistik Bahasa Inggris

Apa itu Syntax dalam bahasa Inggris

Yuk, belajar syntax sebagai salah satu materi penting dalam linguistik!

Guys, apakah kamu pernah mendengar tentang linguistik? Linguistik adalah ilmu yang mempelajari bahasa secara rinci, termasuk semua aturan dan struktur yang ada di dalamnya.

Nah, salah satu cabang penting dalam linguistik adalah syntax. Jadi, syntax adalah konsep tentang bagaimana susunan kata dan struktur kalimat dalam bahasa Inggris dibentuk agar sesuai dengan aturan tata bahasa yang benar.

Misalnya, mengapa sebuah kalimat harus disusun menjadi she reads a book? Mengapa bukan she books a read?

Yap, sebab ada syntax yang mengatur struktur kalimat dan urutan kata dalam bahasa Inggris. Lantas, bagaimana konsep dari syntax? Yuk, simak pembahasannya di sini.

Baca Juga: Apa Itu Morpheme (Morfem) dalam Bahasa Inggris dan Jenisnya

 

Memahami Syntax in Linguistics

Dilansir dari Grammarly, syntax atau sintaks adalah cabang yang mempelajari penataan kata-kata dan frasa (phrase) untuk membentuk kalimat yang bermakna. 

Syntax berkaitan erat dengan struktur kalimat, terutama dalam mengatur urutan kata dan tata bahasa seperti kesesuaian subjek dan predikat (subject-verb agreement), serta penempatan objek langsung dan tidak langsung dengan tepat.

Aspek penting dari syntax meliputi:

  • Urutan kata (Word Order): Ini merujuk pada urutan kata dalam kalimat untuk menciptakan makna yang jelas.
  • Aturan grammar (Grammar Rules): Aturan ini termasuk kesesuaian subjek dan kata kerja (verb), serta penempatan objek dalam kalimat.
  • Frasa (Phrases): Sekelompok kata yang berfungsi sebagai satu unit dalam kalimat, sering kali dianalisis menggunakan diagram kalimat (sentence diagramming).
  • Hierarki kalimat (Sentence Hierarchy): Membantu memahami struktur kalimat yang lebih kompleks, seperti kalimat majemuk.
  • Interpretasi kalimat (Sentence interpretation): Posisi kata dalam kalimat bisa sangat memengaruhi makna atau interpretasi kalimat.

Untuk mempelajari syntax, kita tidak hanya melihat bagian-bagian kalimat seperti kata kerja (verb), kata benda (noun), dan subjek (subject). Kamu juga perlu memahami bagaimana kalimat dibangun dengan struktur yang lebih kompleks.

Syntax sering digambarkan melalui tree diagram agar lebih mudah dipahami, khususnya dalam menganalisis setiap elemen bahasa secara lebih rinci.

Baca Juga: Hindari Double Negative Sentence, Buat Kalimat Jadi Lebih Efektif

 

Apa Perbedaan Syntax dan Grammar?

Bila kamu masih bingung, penjelasan sederhananya begini:

Grammar adalah aturan umum dalam sebuah bahasa, yang mencakup berbagai aspek seperti:

 

Jadi, grammar adalah payung besar yang menaungi semua aturan untuk membentuk dan menggunakan kata atau kalimat dengan benar.

Baca Juga: Rahasia Sequence Words Bahasa Inggris Agar Tulisan Lebih Rapi

Aturan Dasar Sintaksis dalam Bahasa Inggris

Berikut ini adalah lima aturan dasar sintaksis yang akan membantu kamu menyusun kalimat dengan benar:

1. Setiap Kalimat Membutuhkan Subjek dan Verb

Pada dasarnya, semua kalimat harus memiliki subjek (siapa yang melakukan tindakan) dan kata kerja (apa yang dilakukan).

Namun, untuk kalimat perintah (imperatif), subjek tidak selalu disebutkan karena sudah dianggap jelas, misalnya dalam kalimat “Go to bed!” yang sebenarnya berarti “You go to bed!”

2. Kalimat Hanya Boleh Mengandung Satu Ide Utama

Jika sebuah kalimat memiliki lebih dari satu ide atau gagasan, sebaiknya ide-ide tersebut dipisahkan ke dalam kalimat yang berbeda agar lebih mudah dipahami. Misalnya begini:

Kalimat ini mengandung dua ide:

I went to the store, and I saw my friend.

Kalimat ini menggabungkan dua gagasan, yaitu pergi ke toko dan bertemu teman. Meskipun kalimat ini benar secara tata bahasa, akan lebih baik jika dipisah.

Seharusnya seperti ini:

I went to the store. I saw my friend.

Dengan memisahkannya, kedua gagasan tersebut lebih mudah dipahami dan kalimatnya lebih jelas.

3. Urutan Kalimat yang Umum adalah Subjek, Kata Kerja, dan Objek

Biasanya, subjek muncul pertama, diikuti oleh kata kerja, dan jika ada objek, objek tersebut datang setelah kata kerja. Contoh kalimatnya adalah “She (subjek) reads (kata kerja) a book (objek).”

Kalau dalam bahasa Indonesia, kita bisa mengenalnya dengan urutan SPOK alias Subjek, Predikat, Objek dan Keterangan.

4. Klausa Subordinat Tidak Bisa Berdiri Sendiri 

Klausa subordinat adalah bagian kalimat yang mengandung objek dan kata kerja, tapi tidak bisa berdiri sendiri sebagai kalimat penuh. Klausa ini biasanya memberikan informasi tambahan pada kalimat utama, seperti dalam contoh “I stayed at home because it was raining.”

Di sana, klausa utama adalah I stayed at home, dan because it was raining merupakan klausa subordinat untuk melengkapi klausa utama.

Baca Juga: Apa Itu Klausa (Clause): Pengertian, Ciri, Jenis & Contohnya

 

5. Kata Sifat (Adjective) dan Kata Keterangan (Adverb) Diletakkan di Depan Kata yang Dideskripsikan

Jika ada lebih dari satu kata sifat yang menggambarkan kata benda yang sama, ada urutan tertentu yang harus diikuti. Misalnya, dalam kalimat “She wore a beautiful red dress,” “beautiful” datang sebelum “red” karena itu urutan yang benar.

Baca Juga: 165 Nama Bunga dalam Bahasa Inggris dan Artinya, Indah Banget!

 

Semua bisa bahasa Inggris dalam waktu 3 bulan! Emang bisa?
Bisa kalau belajarnya di English Academy pakai kurikulum internasional Cambridge! Konsultasi gratis buat tau caranya!

CTA English Academy Konsultasi Gratis

 

Pola Sintaksis dalam Bahasa Inggris

Dalam bahasa Inggris, pola sintaksis merujuk pada urutan kata yang diterima atau diizinkan sebuah kalimat dan klausa.

Urutan kata yang kamu pilih, seperti objek langsung, objek tidak langsung, atau frasa preposisional, sangat bergantung pada jenis kata yang ingin kamu gunakan.

Pelengkap dan Adverbial

Salah satu elemen penting dalam pola sintaksis adalah pelengkap dan adverbial. Pelengkap adalah kata atau frasa yang menggambarkan kata lain dalam kalimat.

Berbeda dengan modifier lainnya, pelengkap harus ada agar sebuah kalimat memiliki makna yang utuh. Artinya, pelengkap ini tidak bisa dihapus tanpa mengubah arti kalimat. Ada tiga jenis pelengkap, yaitu:

  • Pelengkap subjek: Menggambarkan subjek (misalnya: “The test was difficult“).
  • Pelengkap objek: Menggambarkan objek (misalnya: “The test made me upset“).
  • Frasa adverbial: Menggambarkan kata kerja (misalnya: “She worked quickly“).

 

Meskipun adverbial bisa berfungsi sebagai pelengkap, tidak semua adverbial adalah pelengkap. Adverbial modifier, yang berfungsi untuk memberi informasi tambahan, dapat dihapus tanpa memengaruhi makna dasar kalimat. Adverbial bisa berupa kata keterangan, frasa preposisional, atau frasa kata benda yang berhubungan dengan waktu.

Baca Juga: 10 Istilah Waktu dalam Bahasa Inggris yang Jarang Diketahui

 

Pola Sintaksis Umum dalam Bahasa Inggris

Sekarang, ayo lihat beberapa pola sintaksis yang umum digunakan untuk membentuk kalimat yang benar dalam bahasa Inggris:

  • Subjek → Kata Kerja

Contoh: “The dog barked.”

Ini adalah pola dasar sintaksis, di mana hanya subjek (the dog) dan kata kerja (barked), yang merupakan struktur kalimat paling sederhana.

 

  • Subjek → Kata Kerja → Objek Langsung

Contoh: “The dog carried the ball.”

Jika kata kerja adalah transitive (memerlukan objek langsung, dalam hal ini carried), maka letakkan objek setelah kata kerja (ball).

 

  • Subjek → Kata Kerja → Pelengkap Subjek

Contoh: “The dog is playful.”

Pelengkap subjek (playful) mengikuti kata kerja, dan pelengkap ini biasanya menggunakan kata kerja penghubung seperti “is” atau “seems.”

 

  • Subjek → Kata Kerja → Pelengkap Adverbial

Contoh: “The dog ate hungrily.”

Pelengkap adverbial (hungrily) harus mengikuti kata kerja (jika tidak ada objek). Pelengkap adverbial berfungsi untuk menjelaskan lebih lanjut cara atau keadaan dalam sebuah kalimat.

Pada contoh di atas, kosakata hungrily menjelaskan bagaimana anjing itu makan. Namun, jika kamu menghapus hungrily dari kalimat tersebut, lalu mengubahnya menjadi “The dog ate,” maknanya tetap bisa dipahami, meskipun tidak sejelas sebelumnya.

Tapi, jika kamu menghapus hungrily dan kalimatnya kehilangan makna atau terasa kurang lengkap, itu menunjukkan bahwa hungrily adalah pelengkap adverbial yang penting dalam kalimat ini.

 

  • Subjek → Kata Kerja → Objek Tidak Langsung → Objek Langsung

Contoh: “The dog gave me the ball.”

Kalimat ini mengandung dua objek, objek tidak langsung (me) dan objek langsung (ball), yang diletakkan dalam urutan tertentu setelah kata kerja (gave).

 

  • Subjek → Kata Kerja → Objek Langsung → Pelengkap Objek

Contoh: “The dog made the ball dirty.”

Pada pola ini, pelengkap objek (dirty) mengikuti objek langsung (the ball) untuk memberikan informasi lebih lanjut tentang objek tersebut.

 

  • Subjek → Kata Kerja → Objek Langsung → Pelengkap Adverbial

Contoh: “The dog perked its ears up.”

Objek langsung dalam kalimat ini adalah  its ears, merujuk pada bagian tubuh anjing (telinganya) yang menjadi objek dari aksi yang dilakukan oleh subjek (anjing).

Sedangkan pelengkap adverbial-nya adalah up, yang menjelaskan bagaimana atau dalam arah apa anjing itu menggerakkan telinganya. Up di sini menjelaskan arah gerakan telinga anjing.

Dalam pola sintaksis, objek langsung ditempatkan setelah kata kerja (perked), dan diikuti oleh pelengkap adverbial (dalam hal ini up).

Baca Juga: Cara Pakai 5W1H dalam Bahasa Inggris Beserta Contohnya

 

Struktur Kalimat dengan Contoh Sintaksis

Setelah memahami pola-pola sintaksis di atas, kamu dapat menyusun kalimat lengkap dan klausa-klausa dalam sebuah kalimat.  Kalimat bisa terdiri dari klausa independen atau klausa subordinat, dan kamu bisa mencampur keduanya untuk membuat kalimat yang lebih kompleks.

Ada empat jenis struktur kalimat utama yang dapat menggabungkan klausa independen dan subordinat, yaitu simple sentence, complex sentence, compound sentence, dan compound-complex sentence.

Kamu bisa menyimak lebih rinci semua materi mengenai jenis-jenis kalimat bahasa Inggris pada artikel Types of Sentences: Jenis Kalimat Bahasa Inggris.

 

Contoh Tree Diagram Syntax

Tree diagram adalah cara visual untuk menggambarkan struktur kalimat atau klausa dalam bahasa.

Diagram ini memperlihatkan bagaimana elemen-elemen dalam kalimat (seperti subjek, kata kerja, objek, dan pelengkap) terhubung satu sama lain dan diorganisir menurut aturan sintaksis bahasa.

Setiap komponen kalimat (misalnya, kata benda, kata kerja, dan kata sifat) diwakili oleh node atau cabang dalam diagram, dan hubungan antara kata-kata tersebut digambarkan melalui garis yang menghubungkan satu komponen dengan komponen lainnya.

Perhatikan contoh berikut ini, yuk!

Tree diagram syntax

(Tree diagram syntax illustration. Source: opentextbc.ca)

Gambar di atas merupakan sintaksis dari simple sentence “The dog likes John”. Berikut adalah penjelasan dan analisisnya berdasarkan diagram ini:

 

1. S (Sentence)

Ini adalah elemen tertinggi yang menunjukkan kalimat utuh. Kalimat ini dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu NP (Noun Phrase) dan VP (Verb Phrase).

 

2. NP (Noun Phrase)

Di sisi kiri, NP terdiri dari dua bagian utama, yaitu:

Ini adalah kata penentu yang digunakan untuk mendefinisikan kata benda. Dalam hal ini, “The” menentukan dog sebagai benda yang spesifik.

  • N (Noun) “dog”

Kata benda ini adalah subjek kalimat, yaitu siapa yang melakukan aksi.

 

3. VP (Verb Phrase)

Di sisi kanan, VP mengandung dua bagian utama:

  • V (Verb): “likes

Kata kerja ini menggambarkan aksi yang dilakukan oleh subjek (dog). Dalam hal ini, “likes” adalah tindakan yang dilakukan oleh dog terhadap John.

 

  • NP (Noun Phrase): “John”

Ini adalah objek langsung dari kata kerja likes, yang menjadi penerima aksi dari dog. Dalam diagram ini, “John” adalah objek yang disukai oleh anjing.

 

Kesimpulan!

  • Kalimat ini memiliki subjek yaitu “The dog” (NP) yang terdiri dari determiner “The” dan kata benda “dog“.
  • Predikat: “likes” adalah kata kerja utama yang menggambarkan aksi yang dilakukan oleh subjek.
  • Objek: “John” (NP) adalah objek langsung dari kata kerja “likes“. Di sini, John menerima aksi dari subjek.

Well done! Belajar syntax hari ini sudah selesai, guys. Apakah kamu sudah paham dengan materi ini? Or, are you still trying to digest everything in this article?

Kalau belum paham, kamu bisa coba simak ulang materinya secara perlahan. Solusi terakhir, tentu saja lebih baik kamu bertanya pada gurumu di sekolah.

Jika masih membutuhkan sesi belajar privat bersama pengajar bahasa Inggris yang sudah berpengalaman, kamu bisa bergabung di kursus bahasa Inggris English Academy.

Di sini, terdapat fitur English 1on1 dan English Clinic yang akan menambah waktumu untuk bertanya lebih banyak tentang materi bahasa Inggris.

Jadi, pemahamanmu soal materi bisa lebih mendalam dibanding teman-temanmu di kelas. Mau? Coba Kelas Gratis-nya, yuk!

Free Trial English Academy

Reference:

Ellis, M. (2022). ‘What Is Syntax? Learn the Meaning and Rules, With Examples’, Grammarly, 4 May 2022 [online]. Available at: https://www.grammarly.com/blog/grammar/syntax/ (Accessed: 13 May 2025)

Intan Aulia Husnunnisa

Intan Aulia Husnunnisa, biasa dipanggil Intan. Menikmati dunia SEO Content Writing sejak 2020. Semoga tulisanku bermanfaat!