Apa Itu Morpheme (Morfem) dalam Bahasa Inggris dan Jenis-Jenisnya

Free_Morpheme_vs_Bound_Morpheme_dan_Inflectional_vs_Derivational_Morpheme-01

Kamu tau gak, sih, dalam bahasa Inggris itu ada berapa jenis morpheme? Kalau gak tau, jangan khawatir ya! Artikel ini akan mengupas tuntas perbedaan berbagai jenis morpheme yang ada dalam bahasa Inggris.

--

Berbicara soal linguistik atau sastra emang nggak akan ada habisnya. Selain grammar seperti part of speechpronunciation, etc., dalam bahasa Inggris ada yang namanya morphology atau morfologi. Jadi, morfologi merupakan ilmu yang mempelajari pembentukan kata dan juga kombinasinya. Yha, singkatnya, morphology adalah ilmu membentuk suatu kata. 

Nah, salah satu kajian dari ilmu morfologi adalah morpheme atau morfem. Tulisan di bawah ini akan membahas lebih detail tentang morpheme. Kalau kamu masih asing dengan istilah yang satu ini, inilah waktu yang tepat untuk belajar bareng English Academy. Simak sampai akhir ya!

 

Apa Itu Morpheme? (Pengertian Morfem)

Morpheme adalah unit terkecil dari konten semantik dan fungsi tata bahasa. Dengan kata lain kita dapat mengatakan bahwa morpheme adalah satuan minimal dari suatu bahasa yang mempunyai arti leksikal, gramatikal, dan tidak dapat dibagi menjadi unit-unit yang lebih kecil.

 

Apa Fungsi Morpheme?

Morpheme berfungsi sebagai fondasi dalam bahasa Inggris. Misalnya sebagai contoh kata "unjustifiable" terdiri dari 3 morpheme.

Un + justify + able

Di mana, 'un-' adalah awalan yang berarti "not" dan dalam contoh ini digunakan untuk meniadakan kata sifat “justifiable”. Suffix '-able', digunakan untuk membentuk kata sifat yang biasanya ditempatkan di akhir kata kerja seperti- 'useable', 'lovable', 'deniable'. Ketiga morpheme ('un', 'justify' dan 'able') dalam kata "unjustifiable" tidak dapat dibagi jika kita membaginya lebih lanjut, kata tersebut akan kehilangan maknanya.


Bagaimana Pembentukan Morfem?

Morpheme dapat berupa root (akar kata) atau affix (imbuhan, baik itu imbuhan depan alias affix yang terletak sebelum root [prefix], imbuhan tengah [infix], atau imbuhan belakang [suffix]).

Morpheme juga bisa merupakan gabungan dari root dan affix. Kamu dapat mempelajari mengenai affix di artikel Pengertian dan Macam Bentuk dari Affixes, lalu ada artikel Pengertian & Macam-Macam Bentuk Suffix untuk penjelasan mengenai suffix.

 

Kamu bingung dengan penjelasan mengenai morfem? Nggak usah khawatir, kamu bisa tanya ke Master Teacher di English Academy. Belajarnya interaktif, kurikulumnya pun berstandard internasional. Cusscobain dulu Kelas Gratis-nya dengan cara klik gambar di bawah!

Belajar Bahasa Inggris dengan Tutor GRATIS di English Academy

 

Ada Berapa Jenis Morpheme dalam bahasa Inggris?

Secara garis besar, morfem terbagi menjadi dua jenis, yaitu free morpheme dan bound morpheme. Nah, untuk lebih jelasnya, simak penjelasan detail dibawah, ya!

A. Free Morpheme (Morfem Bebas)

Free morpheme merupakan morfem yang dapat berdiri sendiri sebagai kata (dalam suatu kalimat) dan dapat berfungsi secara mandiri. Misalnya: cat, boat, in, on. Morfem semacam itu membawa sebagian besar 'konten semantik' dalam pengucapan bahasa Inggris.  Nah, free morfem dibagi menjadi 2 macam, yaitu:

1. Lexical Morphemes

Lexical morpheme adalah jenis free morpheme yang membentuk makna dalam suatu kalimat, phrase, atau ungkapan. Morfem jenis ini bisa menyampaikan isi dari pesan yang kita sampaikan.

Free morpheme yang termasuk lexical morpheme adalah morpheme yang tergolong dalam kategori noun (kata benda), adjective (kata sifat), verb (kata kerja), dan adverb (kata keterangan). Di bawah ini adalah beberapa contoh lexical morpheme:

Noun

Chair, cat, English

Adjective

Brave, nice, difficult

Verb

Read, run, swim

Adverb

Soon, very, never

 

 

2. Functional Morphemes

Functional morpheme adalah free morpheme yang bertindak sebagai perekat atau penghubung dalam suatu kalimat. Sebetulnya functional morphem tidak begitu berarti jika dibandingkan dengan lexical morphem.

Hmm, maksudnya gimana, tuh? Jadi, kalau kita menghapus functional morpheme di dalam kalimat, kita masih bisa mengerti makna jelas isi yang akan disampaikan oleh suatu kalimat melalui lexical morpheme di dalamnya.

Adapun yang tergolong ke dalam functional morpheme adalah preposition (preposisi), pronoun (kata ganti), conjunction (konjungsi), article, (artikel), demonstrative (kata tunjuk), dan interjection (kata seruan). Lihat contoh di bawah ini:

 

Preposition

At, on, by, in, from

Pronoun

I, you, he, she, it, they, we, her, him, me

Conjunction

And, but, either, or, as

Article

A, an, the

Demonstrative

This, that, these, those

Interjection

Ah!, wow!, huff!, oops!, oh!

 

 

B. Bound Morpheme

Bound morpheme adalah morfem yang tidak dapat berdiri sendiri dan hanya bisa muncul dalam kombinasi. Bound morpheme selalu muncul dalam hubungannya dengan akar (root) dan terkadang digabungkan dengan morfem lainnya.

Bound morpheme terbagi menjadi dua, yaitu derivational morpheme dan inflectional morfem. Mari kita bahas satu per satu!

1. Derivational Morpheme

Derivational morphemes adalah morfem yang jika diikatkan/ditempelkan pada morfem lain akan membentuk morfem/kata yang baru atau untuk membentuk kata dengan gramatika (lexeme) yang berbeda dari kata sebelumnya.

Dalam derivational ada 2 macam imbuhan yang digunakan, yaitu bisa terdapat in the beginning of a word (prefixes) atau akhiran (suffixes), di dalam bahasa Indonesia kita biasa mengenalnya dengan sebutan imbuhan (affixes).

Contoh: Kata happiness (adj) diperoleh dari kata happy (noun) yang mendapat tambahan morfem “ness” yang mengubah noun menjadi adjective. Nah dari alasan itulah morfem “ness” termasuk ke dalam derivational morphemes yang suffix (berada di akhir kata) karena mengubah kata dari noun lexeme berubah menjadi adjective lexeme. Lihat contoh lainnya di bawah ini, yuk:

 

Kata

Arti Kelas kata Derivational Morpheme Kata Baru Arti Baru Kelas Kata Baru

Sad

Sedih Adjective (kata sifat) -ness Sadness Kesedihan Noun (kata benda)

Write

Menulis Verb (kata kerja) -er Writer Penulis Noun (kata benda)

Direct

Langsung Adjective (kata sifat) In- Indirect Tidak langsung Adjective (kata sifat)

Work

Bekerja Verb (kata kerja) Re- Rework Dikerjakan kembali Verb (kata kerja)

Accept

Menerima Verb (kata kerja) -able Acceptable Dapat diterima Adjective (kata sifat)

Active

Aktif Adjective (kata sifat) -ity Activity Aktivitas Noun (kata benda)

Friend

Teman Noun (kata benda) Un-, -ly Unfriendly Tidak ramah Adjective (kata sifat)

 

Baca juga: Belajar tentang word formation process dalam morphology

2. Inflectional Morpheme

Inflectional morpheme (morfem infleksional/ inflektif) adalah morpheme yang tidak menyebabkan perubahan kelas kata dan makna kata. Tetapi, morpheme ini  mempengaruhi jumlah (pluralitas) dan bentuk waktu (tenses).

Jadi, morfem ini berfungsi untuk menunjukkan apakah suatu kata bersifat singular atau plural, apakah suatu kalimat tertentu berbentuk lampau (past) atau bukan, dan apakah suatu kata tertentu merupakan bentuk perbandingan (comparative) atau kepemilikan (possessive).

Intinya, morfem ini tidak mengubah makna, jadi hanya untuk mengidentifikasi gramatikanya. Selain itu, morfem ini tidak berfungsi untuk menghasilkan kata baru atau membentuk kata dengan gramatika (lexeme) yang berbeda dari kata sebelumnya. Berikut contohnya:

 

Inflectional Morpheme

Fungsi Contoh

-s

Mengubah singular noun menjadi plural Two oranges. (Dua buah jeruk)

-‘s

Mengindikasikan kepemilikan Ryan’s book. (Bukunya Ryan)

-er

Digunakan dengan adjective untuk menunjukkan tingkat perbandingan yang lebih (comparative) Alfi is taller than Intan. (Alfi lebih tinggi dari Intan)

-est

Digunakan dengan adjective untuk menunjukkan tingkat perbandingan yang paling (superlative) He is the richest. (Dia yang paling kaya)

-s

Digunakan dengan verb dalam kalimat present tense jika subjeknya adalah orang ketiga tunggal Rasya plays guitar. (Sarah bermain gitar)

-ed

Digunakan dengan verb dalam kalimat past tense They watched it yesterday. (Mereka menontonnya kemarin)

-ing

Digunakan dengan verb dalam kalimat progressive atau continuous She was reading. (Dia membaca)

-en

Digunakan dengan verb tertentu sebagai past participle The book was taken. (Bukunya diambil)

 

Dalam bahasa Inggris, sebagian besar bound morpheme adalah affix (imbuhan), terutama prefix (imbuhan awal) dan suffix (imbuhan akhir). Mereka dapat dibagi lagi menjadi inflectional affixes and derivational affixes.

Sementara itu, bound morpheme yang bukan affix dalam bahasa Inggris jumlahnya sangat sedikit. Berikut adalah beberapa perbedaan antara inflectional affixes and derivational affixes.

 

Inflectional affixes

Derivational affixes

Semua suffixes.

Bisa berupa suffixes atau prefixes.

Memiliki berbagai macam aplikasi. Misalnya, kebanyakan kata benda bahasa Inggris bisa dibuat jamak, dengan {PLURAL}.

Mungkin memiliki jangkauan yang luas atau sempit.

Semua native bahasa Inggris (sejak zaman Old English digunakan sekitar 500-1000 M).

Banyak yang diadopsi dari bahasa Latin, Yunani,atau bahasa lain. (Meskipun orang lain,terutama suffixes nya asli,termasuk {ful}, {like}, {ly}, dan {AG}).

 

Infectional affixes

Dalam Bahasa Inggris memiliki 8 inflectional affixes, diantaranya :

{PLU} = plural Noun -s boys 

{POSS} = possessive Noun -’s boy’s 

{COMP} = comparative Adj -er older 

{SUP} = superlative Adj -est oldest 

{PRES} = present Verb -s walks 

{PAST} past Verb -ed walked

{PAST PART} = past participle Verb -en driven 

{PRES PART} = present participle Verb -ing driving

Perhatikan bahwa, seperti disebutkan di atas, bahkan bentuk-bentuk tak beraturan pun dapat direpresentasikan secara morfologis menggunakan morfem ini. Misalnya dalam bentuk irregular plural dari kata “sheep” adalah ditulis sebagai {sheep} + {PLU}, meskipun bentuk {PLU} biasanya tidak digunakan disini. Demikian pula, kata better = {good} + {COMP}; drove = {drive} + {PAST}.

 

Derivational affixes

Berikut ada jumlah derivational morpheme yang tidak terbatas. Misalnya, berikut adalah beberapa derivational suffix:

{ize} menempel pada kata benda dan mengubahnya menjadi kata kerja: rubberize

{ize} juga menempel pada kata sifat dan mengubahnya menjadi kata kerja: normalize

{ful} menempel pada kata benda dan mengubahnya menjadi kata sifat: playful, helpful

{ly} menempel pada kata sifat dan mengubahnya menjadi kata keterangan: grandly, proudly

Perbedaan {ly} melekat pada kata benda dan mengubahnya menjadi kata sifat: manly, friendly

Dalam dahasa Inggris juga ada derivational prefix, seperti:

{un}, {dis}, {a}, {anti}, semuanya menunjukkan beberapa jenis negasi: unhappy, disliked, atypical, anti-aircraft.

Gimana, mudah kan membedakan free morpheme vs bound morpheme dan juga inflectional vs derivational morpheme? Mudah, sih, tapi pasti akan lebih menyenangkan kalau bisa mendalami bahasa Inggris secara lebih jauh. Tenang, we hear you! Kamu bisa mempelajari bahasa Inggris secara lebih mendalam dengan mengikuti kelas English Academy. 

Kenapa harus English Academy? Soalnya, kamu bisa belajar bareng pengajar internasional dan lokal, belajar menggunakan kurikulum Cambridge, belajar interaktif hanya melalui gadget, dan masih banyak lagi fitur yang bisa kamu gunakan untuk membantu meningkatkan skill-mu dalam bahasa Inggris. Nggak percaya? Coba Free Trial Class-nya dulu, yuk!

English Academy

Artikel ini pertama kali ditulis oleh Vita Lutfiah, kemudian diperbarui pada tanggal 26 Agustus 2022 oleh Intan Aulia Husnunnisa.

 

Profile

Intan Aulia Husnunnisa

Hai! Aku Intan Aulia Husnunnisa, aku masih belajar nulis di Ruangguru. Terima kasih sudah baca tulisanku ya!