Tips Mengerjakan Soal Listening Comprehension Test

Tips Mengerjakan soal Listening Comprehension Test

Apakah kamu merasa kesulitan mengerjakan soal listening comprehension test? Nggak perlu khawatir, yuk simak tips-tips berikut ini!

- -

Buat kamu yang sedang ikutan atau sedang melakukan persiapan ujian bahasa Inggris, baik itu TOEFL, IELTS atau mungkin ujian sekolah, bisa jadi kamu merasa kesulitan. Tentunya di setiap ujian kemampuan berbahasa Inggris kamu akan menemukan rintangan-rintangannya sendiri. Misalnya di ujian reading comprehension yang mengandung teks-teks bahasa Inggris yang panjang dan waktu ujian yang sedikit. Atau di ujian listening comprehension yang percakapannya terasa cepat, sehingga kamu kesulitan untuk menjawab soal-soalnya.

Namun pada dasarnya, percakapan yang ada di rekaman audio listening comprehension merupakan percakapan sehari-hari. Jadi, yang harus kamu tekankan adalah bukan perihal pembicaraannya terlalu cepat atau tidak. Tapi apakah kamu memahami konteks percakapan, atau yang disampaikan dalam rekaman audio.

 

Tips Mengerjakan Soal Listening Comprehension Test

Supaya lebih jelas, ada beberapa tips dalam mengerjakan soal listening comprehension test, yang bisa membuat kamu mengisi jawaban dengan lebih mudah, agar mendapatkan nilai yang memuaskan. Yaitu sebagai berikut:

Tips Mengerjakan soal Listening Comprehension Test - 1

1. Understand the different types of tasks.

Terdapat berbagai macam tipe soal dalam listening comprehension test, yang memerlukan penanganan atau strategi yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, penting untuk kamu memahami terlebih dahulu apa saja tipe-tipe soal listening comprehension test. Beberapa tipe soal listening yang paling sering akan kamu temui terdiri dari:

 

A. Menghubungkan gambar dengan dialog, atau informasi dengan dialog

Mungkin kamu pernah menemukan soal yang meminta kamu untuk menghubungkan berbagai dialog dengan berbagai gambar atau informasi. Misalnya dalam soal nomor 1-5, kamu akan mendengarkan lima audio percakapan yang berbeda, lalu tersedia lima gambar yang berbeda juga, contohnya restoran, jalan raya, perpustakaan, ruang kelas dan stasiun kereta.

Nah, kamu harus menyesuaikan dialog nomor berapa yang sesuai dengan gambar-gambar dengan latar tempat yang berbeda tersebut. Kamu bisa menentukannya dari konteks percakapan, suara di latar, serta orang yang sedang diajak berbicara.

 

B. Pilihan ganda (multiple choices)

Salah satu tipe soal yang paling umum adalah pilihan ganda. Kamu akan mendengarkan percakapan, dan melihat sekumpulan pilihan jawaban. Biasanya, pilihan jawaban ini memiliki pengucapan informasi yang serupa dengan informasi yang benar.

Misalnya, kamu mendengar percakapan seseorang sedang membeli buku, lalu pertanyaan yang ada di soalnya menanyakan harga buku tersebut. Kamu akan menemui dua opsi yang memiliki bunyi atau pronounciation yang mirip, seperti “15.000 rupiahs” (fifteen thousand rupiahs) dan “50.000 rupiahs” (fifty thousand rupiahs).

Selain itu, terdapat juga audio yang menyebutkan seluruh opsi yang ada, namun bukan merupakan jawaban yang benar. Jadi pada soal-soal seperti ini, kamu tidak hanya harus memahami konteks percakapan saja, tapi kamu juga harus bisa membedakan cara pengucapan dari suatu hal.

 

C. Isian (fill in the gap)

Biasanya untuk soal listening, selain pilihan ganda dan menghubungkan informasi dengan dialog, terdapat juga jenis soal berupa isian atau fill in the gap. Pada jenis soal ini, kamu harus bisa mengetahui jenis jawaban apa yang dibutuhkan. Karena ada beragam jenis hal yang harus kamu isi. Misalnya sekumpulan angka, sebuah ajektif, sebuah kata benda, atau sekumpulan kata-kata lainnya.

Bahkan terkadang, kamu bisa saja diminta untuk memparafrase apa yang baru saja kamu dengar. Misalnya kamu mendengar audio menyebutkan “I’m sad.” Tapi kamu diminta untuk memberi jawaban berupa, “The speaker talks about the sadness he’s experiencing.” Meskipun begitu, terkadang kamu memberikan jawaban yang tidak 100% tepat sesuai yang diinginkan oleh pembuat soal.

Misalnya kamu hanya menyebutkan kata sifatnya saja, tapi soal tersebut membutuhkan kamu menulis kata benda beserta kata sifatnya. Meskipun kamu tidak begitu tepat, kamu akan tetap mendapatkan poin.

 

2. Pay attention to intonation.

Selain memberi pengecoh, pembuat soal juga sebenarnya memberikan jawaban dari bagaimana ia mengucapkan kata-kata yang diutarakannya. Mungkin kamu pernah mendengar word stress atau penekanan pada kata. Kalau kamu sering mengerjakan soal listening comprehension test, kamu bisa jadi mendapati bahwa pengisi suara audio memiliki suara yang mirip atau bahkan bisa jadi dibacakan oleh orang-orang yang sama.

Hal ini karena pengisi suara tersebut merupakan orang-orang profesional. Mereka dipilih agar dapat berbicara sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh ahli yang bertanggung jawab dalam membuat soal. Pembuat soal tentunya tidak hanya memberi pengecoh saja. Tetapi juga memberikan jawaban. Serupa dengan pengecoh, jawaban di dalam dialog akan disampaikan dengan pronounciation yang khusus, yaitu ada penekanan kata di dalamnya. Untuk itu, perhatikan juga ya, bagaimana pengisi suara berbicara!

 

3. Predict the content.

Salah satu hal penting untuk bisa mengerjakan soal listening comprehension test dengan baik adalah kemampuan untuk memprediksi konten yang sedang dibicarakan. Kamu bisa memprediksi konten tersebut dengan cara membaca soal dan pilihan jawaban (jika ada) terlebih dahulu. Karena biasanya, sebelum audio diputar, pengawas ujian akan memberikanmu waktu, supaya kamu bisa membaca pilihan jawaban dan soal-soal terlebih dahulu. Jadi, kamu bisa menggunakan kesempatan ini semaksimal mungkin untuk memprediksi konten pembicaraan dengan baik ya!

 

4. Watch out for distractors.

Seperti yang sudah kamu ketahui sebelumnya, dalam soal listening comprehension test akan ada banyak pengecoh. Tentunya bukan semata-mata untuk membuat kamu gagal dalam mengerjakan ujiannya ya. Tapi agar kamu mampu membedakan mana informasi yang benar dan tidak, serta kamu dapat memahami konteks percakapan.

 

5. Practice a lot.

Nggak kalah penting, kamu harus banyak latihan. Tentu aja semua tips tadi kalau kamu gunakan hanya sekali saja, tidak banyak latihan, kamu bisa jadi tidak terbiasa mengerjakan soal listening. Kata-kata bahasa Inggris akan terasa lebih asing, dan terdengar terucap dengan cepat. Tapi kalau kamu sering latihan, kamu akan menyadari bahwa soal-soal listening ini tidak sesulit yang kamu takutkan. Practice makes perfect. Jadi kamu harus banyak latihan ya!

Baca Juga: 5 Tips Menguasai TOEFL Listening Section: A Must Read

Oh iya, jangan lupa. Selain melakukan tips-tips di atas, mengetahui kemampuanmu sudah sejauh mana juga penting lho. Dengan begitu kamu akan tahu materi apa yang belum kamu kuasai dan materi apa yang sudah kamu pahami. Caranya gampang banget, cukup ikutan placement test dari English Academy aja. Gratis dan dapat sertifikat, lho!

Placement Test English Academy

Tips Meningkatkan Kemampuan Menyimak

Nah, ada banyak cara kamu untuk latihan agar kemampuan menyimakmu terasah. Apa aja ya kira-kira? Yuk simak tips-tips meningkatkan kemampuan menyimak di bawah ini!

Tips Meningkatkan Kemampuan Menyimak

1. Aktif menyimak, bukan pasif mendengarkan.

Terdapat perbedaan yang besar dalam menyimak (listening) dan mendengarkan (hearing). Menyimak berarti kamu betul-betul memperhatikan apa yang sedang terjadi. Informasi apa saja yang disebutkan, dan bagaimana kata-kata diucapkan. Tetapi mendengarkan tidak demikian. Selayaknya kamu menyetel musik sambil bekerja, kamu tidak menyimak lagu itu. Tapi hanya mendengarkannya saja agar dapat menemanimu bekerja dan tetap fokus.

 

2. Menonton film berbahasa Inggris.

Pada dasarnya, pronounciation dalam bahasa Inggris beragam. Ada yang menggunakan aksen Amerika, Australia, Inggris, dan lain-lain. Salah satu cara agar kamu bisa terbiasa dengan pengucapan bahasa Inggris yang berbeda-beda adalah dengan menonton film berbahasa Inggris. Karena dalam film-film tersebut akan ada banyak karakter dari latar belakang yang berbeda. Semakin sering kamu menonton film-film bahasa Inggris, telingamu akan semakin terbiasa dengan percakapan bahasa Inggris. Kamu bisa belajar kemampuan listening dengan menonton film. Menarik, kan?

 

3. Menebak isi pembicaraan dari konteks percakapan

Setiap percakapan tentunya akan memiliki inti topik pembicaraan. Penting bagimu untuk bisa mengetahui konteks percakapan dari apa yang dibicarakan. Caranya adalah dengan memahami tema utama atau kata kunci yang ada pada pembicaraan tersebut. Dengan demikian, kamu bisa mengetahui apa yang sedang dibahas dalam percakapannya.

 

4. Jangan takut menguping

Kamu juga bisa lho belajar meningkatkan kemampuan menyimak dengan menguping. Bukan untuk menggosip ya. Tapi kamu bisa mencoba melatih memahami atau mendapatkan inti pembicaraan dari percakapan yang kamu dengar di tempat umum. Misalnya ada orang yang sedang berbicara dengan bahasa Inggris di telepon. Atau ada sekumpulan turis asing yang sedang berbincang-bincang. Cobalah untuk menyimak pembicaraan mereka dan ketahui apa yang menjadi topik utama percakapan mereka.

 

5. Sering berinteraksi dengan orang yang berbicara dengan bahasa Inggris.

Tidak hanya bisa meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris, kamu juga bisa melatih kemampuan menyimak dengan sering berinteraksi dengan orang yang berbicara dengan bahasa Inggris. Hal ini karena kamu akan merasa ‘dituntut’ untuk merespon dengan cepat. Jadi secara alam bawah sadar, kamu akan berusaha dengan keras untuk berusaha mendapatkan poin utama yang disampaikan oleh lawan bicaramu, meski ia berbicara dengan cepat dan dengan pronounciation yang terasa asing di telingamu.

 

6. Tidak harus memahami semua yang diucapkan.

Seperti pada soal reading comprehension test, kamu sebenarnya tidak perlu memahami seluruh kata-kata yang diucapkan dalam percakapan. Karena sebelumnya kamu melakukan tips untuk membaca soal terlebih dahulu, maka kamu bisa fokus untuk mencari kata kunci dalam percakapan yang diputar di audio, catat yang kamu dengar, lalu sesuaikan dengan jawaban-jawaban yang ada.

Baca Juga: 5 Cara Meningkatkan Listening Skills

Demikianlah beberapa tips yang bisa membantumu dalam mengerjakan soal listening comprehension test. Tentunya yang harus kamu pahami adalah mencoba untuk tetap tenang dan fokus pada kata kunci sambil menghindari pengecoh. Jika kamu merasa tertinggal dari audio yang diputar, tidak perlu panik untuk mengingat-ngingat informasi apa yang kamu tidak tangkap. Jangan terlalu fokus pada satu soal yang sulit. Tapi fokus saja pada soal selanjutnya, yang menurutmu terasa lebih mudah. Jika tidak, kamu akan membuang-buang waktu dan kesempatan untuk menjawab soal dengan benar.

Kalau kamu masih mau belajar tentang listening comprehension, kamu bisa lho gabung dengan English Academy. Di sana kamu akan belajar bersama native speaker yang berpengalaman dan belajar menggunakan kurikulum cambridge. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk gabung sekarang juga!

English Academy

Referensi:

Nataliazam. 2019. Tips for Listening Comprehension Test. (online at) https://natalialzam.wordpress.com/2019/08/19/tips-for-listening-comprehension-tests/ [accessed 11 October 2020]

Nathalie Language Experiences. 2020. 5 Pieces of Advice to Pass a Listening Exam: Make It Possible. (online at) https://nathalielanguages.com/5-pieces-of-advice-to-pass-a-listening-exam/ [accessed 11 October 2020]

Casalena, Em. 2022. How to Improve English Listening Skills: 8 Practice Tips That Work. (online at) https://www.fluentu.com/blog/english/improve-english-listening/ [accessed 11 October 2020]

Profile

Muhammad Azka Rais

Penulis yang tertarik pada topik pendidikan, parenting, sains, dan kesehatan mental. Suka banget nulis fiksi, masak, nonton film, TV series dan anime. Suka juga main game sama cari-cari info tentang kehidupan alien, peradaban kuno, sama hantu.