5 Tips Meningkatkan Listening Skills

Adella Indah Nurjanah Apr 1, 2021 • 6 min read


5 Tips Meningkatkan Listening SkillsArtikel ini membahas bagaimana caranya agar kita mampu meningkatkan listening skills. Salah satu bagian tersulit saat mengikuti tes TOELF atau IELTS.

--

Listening skills atau kemampuan mendengarkan adalah salah satu hal yang teramat penting dalam Bahasa Inggris, lho! Baik secara akademis maupun sehari-hari, kita pasti akan bersinggungan dengan kemampuan ini. Misalnya, pada saat melakukan tes TOEFL, IELTS, wawancara pekerjaan, presentasi, ataupun pada keadaan informal seperti ngobrol sehari-hari.

Sejatinya, kemampuan mendengarkan ini dapat dilatih secara bertahap. Nah, bagaimana sih cara untuk meningkatkan listening skills kita? Adakah tips yang dapat dilakukan agar latihan ini efektif dan efisien? Yuk, simak beberapa tips dibawah ini!

 

1. Be Present

Kunci untuk dapat mendengarkan dengan baik, adalah dengan memberikan seluruh fokus dan perhatian kita kepada si pembicara dan topik yang sedang dibicarakan. Dengan hadir secara penuh, benar-benar berniat untuk mendengarkan (listening with intention) maka kita akan dengan mudah untuk mengikuti alur pembicaraan, sehingga kecil kemungkinan untuk tertinggal dari topik pembicaraan yang bisa mengakibatkan kita clueless terhadap topik.

Dengan mendengarkan secara fokus juga, kamu bisa bertanya terhadap topik atau isu yang kamu tidak pahami (kepada lawan bicara) saat percakapan sedang berlangsung, dan hal ini akan menciptakan percakapan yang berlangsung dua arah.

 

2. Starting from The Easiest, then Increase Difficulties

Jika kamu adalah seseorang yang baru banget belajar listening, maka tips yang paling ampuh untuk dilakukan adalah mulai dari hal termudah. Sering kali kita merasa sudah minder duluan atau putus asa saat baru mulai belajar sesuatu, dan ternyata kita tidak menunjukkan progres apa-apa. Disaat seperti itu, coba kamu cek deh, jangan-jangan kamu salah dalam memulai step belajarnya, bisa jadi karena kamu mengambil langkah yang terlalu jauh dari jangkauan kamu.

Nah, maka dari itu, tips yang bisa kamu praktekkan adalah dengan mulai dari hal yang kamu rasa paling mudah! Yuk, kamu lihat apa sih contoh-contoh percakapan atau audio visual yang kamu cukup pahami saat ini? Topik seperti apa yang masih bisa kamu ikuti, apakah topik percakapan sehari-hari atau berita? Apakah melalui medium kartun atau film? Apakah melalui lagu atau speech?

Setelah kamu mengetahui mana yang sangat mudah untuk kamu pahami, mulailah dari situ terlebih dahulu. Berlatih hingga kamu rasa cukup untuk naik level, ke tingkat yang lebih sulit. Misalnya, kemarin-kemarin menggunakan media kartun untuk berlatih, hari ini ditingkatkan dengan menggunakan salah satu episode dalam sebuah series untuk berlatih listening. Semakin hari, semakin ditingkatkan kadar kesulitannya, baik melalui medium yang berbeda, topik yang berbeda, ataupun situasi kondisi yang berbeda.

Baca juga: Tips Menghadapi IELTS Reading Test

Tingkat kesulitan dalam listening skills juga dapat dilihat melalui situasi percakapan yang berlangsung. Jika percakapan terjadi dalam situasi kondisi yang cukup ramai, seperti di konser, mall, dan tempat umum atau terjadi dalam kondisi-kondisi darurat seperti saat terjadi insiden, maka tingkat kesulitan listening akan berada di level yang tinggi. Dimana kita dituntut untuk dapat mendengarkan lawan bicara berbicara dalam keadaan yang ramai dan terburu-buru, ketimbang saat mendengarkan orang yang sedang berpidato dalam keadaan tenang dan sepi.

 

3. Slow Down The Video or Audio

Pasti kita sering dengar, bahwa salah satu cara untuk belajar listening adalah dengan menggunakan subtitle pada video atau film berbahasa inggris yang kita tonton. Tapi, hal ini justru membuat kita hilang fokus untuk berlatih meningkatkan kemampuan listening dan jadi hanya terfokus untuk membaca subtitle. Nah, terdapat salah satu tips yang lebih efektif untuk berlatih listening skills, yaitu dengan mengaktifkan mode slow motion pada video atau film yang kita tonton.

Metode ini digunakan untuk membuat kita berlatih dan belajar recognizing kosakata yang diucapkan orang lain. Dengan begitu, kita bisa memelankan video pada bagian-bagian tertentu yang sulit, untuk kita tebak dan cek kira-kira apa yang orang tersebut ucapkan. Dengan tidak mengaktifkan subtitle dan memelankan video atau audio, kita justru akan lebih berfokus pada mendengarkan percakapan yang sedang berlangsung. Hal ini membuat kita dapat mengenali kosakata atau topik apa yang sebenarnya sedang berlangsung.

 

4. Take Note! But Not All of Them

Tips yang berikutnya adalah, catat yang kamu dengar atau kamu tangkap saat mendengarkan sebuah percakapan atau audio mengenai topik yang sedang dibicarakan. Tapi, apakah mencatat ini harus dilakukan sejak awal hingga akhir? Ternyata tidak lho! Kamu tidak perlu mencatat secara detail hinga kata-per kata.

Yang harus kamu lakukan adalah menarik benang merah secara keseluruhan topik pembicaraan tersebut, lalu mencatat poin-poin penting nya saja. Alur mendengarkan yang dapat kamu terapkan juga adalah dengarkan ide utamanya, lalu dengarkan poin-poin pendukung ide utama tersebut. Setelah kamu mencatat hal-hal yang kamu dapat, pada akhirnya kamu bisa cross-check apakah yang kamu dengarkan sudah tepat dengan yang sebenarnya diutarakan? Apakah kamu sudah menangkap secara garis besar hal yang ingin disampaikan pada pembicaraan tersebut? Apakah ada hal yang kamu lewatkan? Dsb.

Selain itu, jika kamu ditawarkan untuk menjadi notulen dalam sebuah rapat berbahasa inggris, jangan dilewatkan ya! Itu bisa menjadi ajang kamu untuk belajar dan melatih skill listening kamu.

 

5. Find Partners, or Make One!

Memiliki teman untuk berlatih listening skills, sangatlah penting. Dengan memiliki partner secara langsung, kamu akan lebih termotivasi untuk belajar dan dapat saling mengoreksi satu dan yang lain. Kamu bisa mulai bentuk kelompok belajar kecil yang terdiri dari 3-4 orang. Apalagi, disaat semua serba online, kamu bisa banget mengadakan latihan listening skills dengan meeting online.

Terdapat banyak sekali metode berlatih listening skill secara kelompok, contohnya mendengarkan lagu bersama, menonton film pendek bersama, mendengarkan pidato, atau mendengarkan teman satu tim memberikan presentasi. Diakhir aktivitas tersebut, masing-masing dari anggota tim akan mengemukakan ide besar atau poin-poin penting yang didengar dari aktivitas yang dilakukan sebelumnya. Hal ini dapat memotivasi kita untuk mendengarkan with intention dan fokus.

Mana nih dari tips-tips diatas yang mau kamu lakukan terlebih dulu? Perlu diingat ya kalau ingin memiliki kemampuan listening yang jago, tidak bisa didapatkan secara instan, kita harus mau melakukan latihan dengan tekun dan konsisten. Karena kemampuan listening harus dipupuk hingga dapat menjadi keahlian yang tertanam di dalam diri. Maka dari itu teruslah belajar. Lewat english academy, kamu bisa belajar secara efektif bersama tutor profesional, dan kamu akan lebih mudah dalam memahami materinya. So, selalu semangat dan semoga sukses dalam berlatih meningkatkan kemampuan listening-nya ya!

New call-to-action

Beri Komentar