Perbedaan TOEFL, IELTS, TOEIC, PTE, dan EPT Sebagai Tes Kemahiran Bahasa Inggris

Perbedaan TOEFL, IELTS, TOEIC, PTE, dan EPT

Ingin mendapat sertifikasi kemampuan bahasa Inggris, tapi bingung harus ambil ujian apa? Yuk, pahami dulu perbedaan TOEFL, IELTS, TOEIC,  PTE, dan EPT di artikel ini, lalu tentukan ujianmu!

Di era globalisasi saat ini, kemampuan berbahasa yang baik menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan dalam dunia pendidikan, bisnis, ataupun karir.

Skill bahasa Inggris yang mumpuni dapat kamu gunakan untuk memudahkan komunikasi sehari-hari, bahkan bisa menjadi bekal untuk mengobrol dengan orang baru dari luar negeri tanpa adanya keterbatasan bahasa.

Namun, jika ingin memvalidasi kemampuan bahasa Inggris, tentu kamu perlu melakukan penilaian dan uji kemahiran, bukan?

Sebagai contoh, saat ingin melanjutkan sekolah di luar negeri, kamu perlu membuktikan kemampuan bahasa Inggris melalui sertifikat TOEFL atau IELTS dengan minimum score tertentu. Tujuannya, tak lain dan tak bukan agar materi dan pelajaran di kampus atau sekolah mampu kamu terima dengan baik.

Nah, istilah tes bahasa Inggris untuk mengukur kemampuan biasa disebut juga dengan language proficiency. Berdasarkan kepentingannya, di Indonesia ada beberapa jenis penilaian atau tes kemampuan bahasa Inggris yang memiliki standar tes dan kegunaan masing-masing.

Macam-macam tes kemahiran bahasa inggris

Kamu pasti sudah dengar tes TOEFL, IELTS, TOEIC, PTE, dan EPT, kan? Sudah tahu belum perbedaannya apa saja? Yuk, ketahui perbedaannya dengan lebih detail di artikel ini. Jangan sampai salah ambil ujian ya!

 

Test of English as a Foreign Language (TOEFL)

TOEFL adalah ujian bahasa Inggris paling populer untuk kalangan non-native. Seperti yang pernah kita bahas di artikel American English vs British English: 7 Perbedaan dan Contohnya, salah satu ciri khas dari TOEFL adalah ujian bahasa yang merujuk pada gaya bahasa Inggris Amerika.

Biasanya, TOEFL menjadi salah satu dokumen persyaratan wajib untuk calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan di wilayah Amerika Serikat, Kanada, dan seluruh wilayah Amerika Utara.

Nggak hanya itu, di Indonesia sendiri, TOEFL dapat digunakan untuk melamar kerja di beberapa instansi penting seperti lembaga pemerintah, BUMN, and so on.

Oh ya, setiap lembaga atau instansi pun memiliki standard score minimal untuk mengukur apakah kamu “layak” atau tidak untuk bergabung di instansi yang kamu tuju. Anyway, TOEFL terdiri dari beberapa jenis, lo. Yuk, pahami perbedaannya!

Baca Juga: Contoh Soal TOEFL dan Pembahasannya, Latihan Yuk!

Jenis-jenis Tes TOEFL

TOEFL memiliki empat jenis ujian yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan. Apa saja ya?

 

Macam-macam tes TOEFL

 

1. PBT – Paper-based Test. Ujian jenis ini dapat dikatakan yang paling familiar. Sesuai namanya, paper based test ini dilaksanakan melalui media kertas. Itu lo, seperti Ujian Nasional zaman dulu. Pada PBT, tes dibagi menjadi empat section, yaitu listening, structure and written expression, dan reading comprehension. Jumlah poin yang yang akan kamu dapat pada tes ini mulai dari 310 s.d. 667 poin.

2. iBT – Internet-based Test. For your information, ujian jenis ini sekarang  paling banyak digunakan sebagai syarat untuk lanjut studi di luar negeri dan hampir setara kesulitannya dengan IELTS. Tes iBT terbagi menjadi lima sesi, yaitu structure, reading, listening, writing, dan speaking. Test ini dilakukan secara online.

Nilai tertinggi dari ujian ini adalah 120 poin. Untuk mengikuti tes iBT, kamu perlu mengeluarkan biaya sekitar $190 USD atau 2,4 juta rupiah. Namun, tentunya hal ini bersifat fluktuatif mengikuti nilai dolar ya, guys.

3. CBT – Computer Based Test. Sesuai namanya, pada tes ini kamu akan langsung mengerjakan ujian melalui media komputer, tapi tidak bersifat online. Soal yang diujikan pada TOEFL CBT meliputi listening, reading, structure, dan writing. Poin untuk skor ujian TOEFL CBT adalah 30-300.

4. ITP – Institutional Testing Program. Sertifikasi dari tes ini hanya berlaku untuk instansi tertentu, jadi score yang kamu dapatkan tidak akan berlaku secara global. Ujian ini dibagi menjadi empat sesi, yaitu listening, structure, written expression, and reading comprehension. Skor maksimal TOEFL ITP adalah 500 hingga 600.

Meskipun biaya ujian TOEFL PBT dan CBT memang termasuk yang paling terjangkau, sayangnya kedua jenis TOEFL tersebut sudah dihapus karena tidak berlaku untuk melamar kerja atau melamar beasiswa, khususnya di luar negeri.

Jadi, jika kamu memiliki cita-cita untuk melanjutkan pendidikan namun masih asing dengan IELTS, maka tes TOEFL iBT bisa menjadi pilihan yang tepat untuk membantu wujudkan impianmu.

Notes! Hasil tes TOEFL iBT hanya berlaku selama 2 tahun. Jika sudah melebihi 2 tahun, maka kamu harus tes TOEFL iBT ulang.

Penasaran ingin mengetahui sejauh mana kemampuan bahasa Inggris-mu? Cobain Placement Testnya secara gratis dengan klik banner di bawah ini, yuk! Bersertifikat, lo!

[IDN] CTA Placement Test English Academy

 

International English Language Testing System (IELTS)

Untuk kamu yang lebih prefer menggunakan bahasa Inggris British, maka tes atau uji kemahiran IELTS bisa menjadi pilihan yang tepat, guys. Biasanya, IELTS banyak digunakan untuk institusi-institusi di daerah Australia, Inggris, Selandia Baru, dan di berbagai negara benua Eropa lainnya.

Mengingat di Indonesia lebih banyak orang yang menggunakan American English, hal ini membuat IELTS terkesan menjadi lebih sulit dibandingkan dengan TOEFL, terlebih pada bagian listening section. Hmm, mungkin karena aksen British cukup kental, terutama pada kosakata-kosakata yang berakhiran huruf “r”, hihi.

Kalau kamu lebih pilih apa? Eits, sebelum itu, yuk, kenalan dengan macam-macam IELTS terlebih dahulu!

Jenis-jenis Tes IELTS

IELTS memiliki dua bentuk ujian yang berbeda, here we go:

1. Academic IELTS, yaitu tes untuk tujuan akademik, seperti mendaftar sekolah, kuliah, memenuhi persyaratan beasiswa, etc.

2. General Training atau IELTS Profesional, tes ini digunakan untuk orang-orang yang akan bekerja atau migrasi (pindah kewarganegaraan) ke Inggris, Eropa, atau negara persemakmuran seperti Singapura dan New Zealand.

Meskipun berbeda tujuan, namun kedua jenis IELTS di atas memiliki section ujian yang sama, yaitu dibagi pada tiga sesi, mulai dari listening, reading, dan writing.

Waktu yang akan kamu dapat untuk menyelesaikan semua tes adalah 160 menit. Berbeda dengan TOEFL yang score tertingginya mencapai 600-an, IELTS diurutkan dengan 9-band scoring system yang nilai maksimalnya hanya 40 saja. 

Nah, nilai tertinggi IELTS yaitu 9, jika kamu mencapai nilai ini, maka akan dinyatakan sebagai expert user. Sementara itu, nilai terendah IELTS ada di angka 1 untuk menyatakan seseorang sebagai non user.

Biasanya, jika ingin berkuliah di luar negeri, sebagian besar kampus memberikan syarat minimal score 5.0, tetapi tentu setiap kampus memiliki standar yang berbeda.

Baca Juga: 10 Kosakata Advanced dalam Bahasa Inggris untuk Tes IELTS

 

Test of English for International Communication (TOEIC)

Waduh, apalagi nih?

Well, TOEIC juga bisa menjadi salah satu cara untuk mengukur seberapa lancar pemahaman bahasa Inggris untuk komunikasi internasional. Namun, bedanya dengan TOEFL dan IELTS, TOEIC lebih diorientasikan untuk pekerjaan. Maka dari itu, biasanya tes ini banyak dilakukan oleh para karyawan atau calon karyawan perusahaan.

Tes TOEIC akan mengukur kemampuan karyawan untuk masuk ke kategori atau level intermediate dan advance. Nah, umumnya, tes ini banyak dilakukan di negara-negara Asia seperti Jepang, Korea, dan tentunya Indonesia. Sesuai dengan tujuannya, tipe soal-soal yang diujikan di TOEIC lebih mengarah pada pertanyaan tentang bisnis.

Rentang skor pada tes TOEIC cukup besar yaitu 10 untuk yg terendah dan 990 untuk yg tertinggi. Tesnya sendiri berdurasi 2 jam dan terdiri dari pertanyaan pilihan ganda, listening comprehension, dan reading comprehension.

 

Pearson Language Test (PTE)

Kalau kamu belum pernah mendengar apa itu PTE, sepertinya wajar, karena PTE memang masih tergolong baru jika dibandingkan ketiga tes yang sudah kita bahas sebelumnya.

Untuk section test-nya tidak jauh berbeda dengan TOEFL, yaitu meliputi reading, writing, listening, dan speaking. Namun, ada beberapa poin yang membedakan antara TOEFL dan PTE, yaitu:

  • Sistem penilaian speech dan writing yang bersifat otomatis. Hal ini akan membuat hasil tes semakin akurat.
  • Laporan nilai sudah termasuk sample dari speaking test, sehingga dapat digunakan di seluruh kantor administrasi universitas dunia.
  • Soal berbentuk pengisian, matching items, dan pilihan ganda dalam satu pertanyaan.
  • Hasil PTE dapat dilihat langsung secara online dalam waktu lima hari setelah pelaksanaan ujian.

 

English Proficiency Test (EPT)

Wah, wah, kok namanya hampir sama dengan PTE ya? Iya nih, guys. Jangan sampai tertukar ya! Nah, EPT adalah tes untuk menguji kemahiran bahasa Inggris, khususnya di bidang akademik.

Namun, sebetulnya tak menutup kemungkinan kalau nilai tes EPT bisa dipakai untuk memenuhi persyaratan rekrutmen perusahaan nasional maupun multinasional.

Perlu kamu ingat bahwa nilai EPT merupakan prediksi dari TOEFL. Untuk tesnya sendiri terdiri dari listening, structure and written expression, dan reading comprehension. Total waktu untuk merampungkan tes ini adalah 115 menit. Gimana? Tertarik untuk mencoba?

Setelah memahami perbedaan language proficiency di atas, kira-kira kamu sudah memutuskan ingin mengambil ujian yang mana belum, nih? Jangan lupa ambil ujian sesuai dengan tujuan kamu ya.

Jika ingin melanjutkan studi di Amerika, kamu bisa memilih TOEFL iBT. Namun, jika memiliki impian untuk belajar di benua Eropa, better agar kamu mengambil tes IELTS, karena mostly di Eropa menggunakan bahasa Inggris British.

Sebelum tes, rajin belajar dan berlatih soal tentu wajib kamu lakukan untuk mendapat score sesuai harapan. Nggak perlu khawatir, kalau bingung mau belajar di mana, kamu bisa ambil kelas di English Academy.

Di course ini, kamu akan didampingi personal consultant yang siap membantu selama masa belajar. Nggak cuma itu, kamu juga bisa request sesi one on one langsung dengan tutor untuk membahas materi secara eksklusif! Keren, kan? Yuk, coba Konsultasi Gratis sekarang!

[IDN] CTA Placement Test English Academy

Intan Aulia Husnunnisa

Intan Aulia Husnunnisa, biasa dipanggil Intan. Menikmati dunia SEO Content Writing sejak 2020. Semoga tulisanku bermanfaat!