Word Stress dalam Bahasa Inggris: Pengertian, Jenis, dan Contoh Penggunaannya

Ingin pronunciation kamu semakin bagus? Selain memperbanyak kosakata, kamu perlu memahami word stress atau penekanan dari setiap kosakata tersebut. Kenali apa itu word stress di artikel ini, yuk.
—
Ingin skill speaking kamu semakin to the next level? Selain pronunciation, kamu juga perlu belajar word stress atau penekanan pada suku kata. Soalnya, kalau kamu keliru dalam word stress, seluruh makna dari kata tersebut bisa berubah, lho.
Tanpa berlama-lama, yuk, langsung kita pelajari apa itu word stress dan cara mengidentifikasinya dalam bahasa Inggris!
Baca Juga: 35 Tongue Twister Fun untuk Melatih Pronunciation Bahasa Inggris
Apa Itu Word Stress? (Word Stress Meaning)
Word stress adalah penekanan atau tekanan ekstra yang diberikan pada satu suku kata dalam sebuah kata. Di bahasa Inggris, satu suku kata diucapkan dengan nada yang lebih keras, panjang, atau tinggi dibandingkan suku kata lainnya.
Penekanan ini bisa dilakukan di awwal, tengah, atau akhir sebuah kata.
Mengapa Penekanan Kata Penting?
Selain membantu membedakan makna kata, word stress juga memiliki beberapa tujuan penting lainnya, antara lain:
1. Memudahkan Pemahaman Pendengar
Word stress membantu pendengar mengenali kata-kata yang diucapkan dengan lebih jelas. Dengan menekankan suku kata yang benar, pembicara dapat memastikan pesannya tidak membingungkan atau terdengar salah.
Bye misscom!
2. Menunjukkan Ritme dalam Kalimat
Jika ingin speaking-mu terdengar lebih alami seperti native, jangan lupa praktikkan word stress dengan baik dan benar. Sebab, word stress bisa menciptakan ritme atau pola intonasi dalam kalimat.
Di sisi lain, bahasa Inggris biasanya diucapkan dengan pola naik-turun, di mana suku kata yang ditekan menonjol, sedangkan yang tidak ditekan akan terdengar lebih singkat dan lembut.
3. Meningkatkan Kelancaran Berbicara
Dengan menguasai word stress, kamu dapat berbicara lebih lancar dan confident. Penekanan yang tepat akan membuat kalimatmu mengalir dengan lebih alami, tanpa terdengar kaku atau salah pengucapan.
4. Memengaruhi Makna Emosional
Word stress juga dapat digunakan untuk menambahkan nuansa emosional atau penekanan pada suatu kata. Misalnya, menekankan kata tertentu dalam kalimat bisa memberi kesan bahwa kata tersebut lebih penting atau memiliki arti khusus dalam konteks percakapan.
Baca Juga: Rahasia Sequence Words Bahasa Inggris Agar Tulisan Lebih Rapi
Level Word Stress dalam Bahasa Inggris
Terdapat 3 tingkatan penekanan kata dalam bahasa Inggris, yaitu:
1. Primary Stress
Ini adalah bentuk penekanan yang paling kuat, dan biasanya terletak pada suku kata pertama sebuah kata. Misalnya, dalam kata water, penekananya ada di suku kata pertama, yaitu: /WA-ter/.
2. Secondary Stress
Penekanan ini lebih lemah dibandingkan dengan primary stress, tetapi masih dapat didengar dengan jelas. Secondary stress terdapat pada suku kata kedua dalam sebuah kata. Contohnya, pada kata information, penekanannya ada di: /in-for-MA-tion/.
3. Tertiary Stress
Sesuai urutannya, tertiary stress memiliki penekanan yang paling lemah. Penekanan ini terjadi di suku kata ketiga dalam sebuah kata. Sebagai contoh, dalam kata university, penekanan terletak di bagian: /un-i-VER-sity/.
Baca Juga: Perbedaan Mr, Mrs, Ms, dan Miss dalam Bahasa Inggris
Bagaimana Cara Mengidentifikasi Pola Tekanan dalam Bahasa Inggris?
Ada beberapa word stress rules untuk identify penekanan yang tepat dalam sebuah kata:
- Kata benda dan kata sifat yang memiliki dua suku kata biasanya menekankan suku kata pertama. Contohnya: TEA-cher, MAR-ket, HAP-py, SIL-ly.
- Kebanyakan verb yang mempunyai dua suku kata, penekanannya ada di suku kata kedua.
- Kata-kata yang diakhiri dengan “ly,” “y,” atau “er” biasanya memiliki penekanan pada suku kata pertama. Contohnya PER-fect-ly, MAN-a-ger, CEL-e-ry.
- Vocab dengan empat suku kata atau lebih umumnya terdapat penekanan di tengah, bukan di awal atau akhir. Contohnya un-BE-lie-va-ble.
- Perhatikan baik-baik. Kosakata yang diakhiri dengan -tion, -sion, -cian, dan -ic memiliki penekanan pada suku kata sebelum akhiran tersebut. Misalnya, in-FOR-ma-tion dan de-CI-sion.
- Pada kata-kata yang memiliki awalan (prefix) atau akhiran (suffix), penekanannya akan sama dengan kata dasarnya. Contohnya, kata dasar de-SCRIBE dan extended words in-de-SCRIBE-a-ble memiliki penekanan pada SCRIBE.
Baca Juga: Mengenal Syntax, Teori Struktur Kalimat dalam Linguistik Bahasa Inggris
Jenis-Jenis Word Stress
Sekarang, mari belajar lebih jauh. Jika sebelumnya yang dibahas adalah penekanan dalam suku kata, maka di bawah ini kamu akan berkenalan dengan penekanan kata atau frasa. Berikut jenis-jenisnya:
1. Tonic Stress
Tonic stress mengacu pada suku kata dalam sebuah kata yang menerima tekanan paling banyak dalam satuan intonasi. Umumnya, terdapat 1 tonic stress dalam 1 intonasi. Penting untuk diingat bahwa sebuah kalimat dapat memiliki lebih dari satu intonasi (dan tentunya mempunyai lebih dari 1 penekanan).
Tonic stress example:
- He’s waiting
- He’s waiting / for his friend
- He’s waiting / for his friend / at the station
2. Emphatic Stress
Emphatic stress adalah bentuk penekanan yang digunakan untuk memberikan kekuatan atau penekanan ekstra pada kata atau frasa tertentu dalam sebuah kalimat. Penekanan ini sering kali digunakan untuk menegaskan pernyataan, menyatakan emosi, atau memperjelas informasi penting.
Contoh: Jika seseorang berkata, “I really love this movie,” penekanan pada kata “really” menunjukkan bahwa mereka sangat menyukai film tersebut.
Dalam kalimat, “I didn’t say she stole the money,” penekanan di bagian “didn’t” mengindikasikan bahwa ada penjelasan atau klarifikasi yang ingin disampaikan.
Baca Juga: 15 Kosakata Bahasa Inggris yang Sering Disalahgunakan (Misused Words)
3. Contrastive Stress
Contrastive stress digunakan untuk menekankan perbedaan atau kontras antara dua atau lebih ide/objek dalam kalimat. Contrastive stress example: “I want coffee, not tea.”
Di sini, “coffee” diberi penekanan untuk menunjukkan pilihan: “I want coffee, not tea.” (Saya ingin kopi, bukan teh.)
Penekanan jenis ini pun kerap dipakai untuk menegaskan perbedaan makna dari kata-kata yang diberi tekanan. Contoh:
- He gave a speech at the graduation ceremony (bukan presentasi di tempat lain).
- He spoke to the students at the graduation ceremony (Dia berbicara, bukan menyanyi atau berdebat).
Baca Juga: Want to Deny or Admit a Fact? Coba Pakai Kalimat Ini Yuk!
4. New Information Stress
New information stress digunakan untuk menekankan informasi baru atau penting dalam kalimat. Kata atau frasa yang baru diperkenalkan biasanya mendapat penekanan ini.
Contoh: She won the competition.
Pada kalimat tersebut, “won” merupakan informasi baru yang penting, sehingga diberi penekanan.
—
Gimana? Sampai sini, materi word stress sudah kamu pahami belum? Kalau belum, it’s okay. Pelan-pelan saja. Kamu bisa baca artikel ini berulang kali untuk lebih memahami materinya, kok.
Tapi yang jelas, mengenal penekanan kata dalam bahasa Inggris itu super penting untuk bikin komunikasi kita jadi lebih oke. Dengan penekanan yang tepat, kita bisa menyampaikan pesan dengan lebih jelas dan membuat percakapan jadi lebih asyik.
Kalau ingin lebih paham soal word stress, kamu perlu rajin-rajin membuka kamus bahasa Inggris. Atau, kamu juga bisa belajar langsung dari pengajar native asal Inggris dan Skotlandia di kelas English Academy. Mereka siap membantu kamu menguasai teknik-teknik penekanan kata dan pronunciation dengan pembelajaran yang interaktif.
Mau tahu lebih lengkapnya? Yuk, konsultasi gratis dengan klik banner di bawah ini ya!
References:
Adetula, Oluwadara. 6 Tricks to Identify Word Stress in English Language. Ulesson. 11 March 2023 [online] Available at https://ulesson.com/blog/6-tricks-to-identify-word-stress-in-english-language/ (Accessed at 27 September 2024)

Ingin pronunciation kamu semakin bagus? Selain memperbanyak kosakata, kamu perlu memahami word stress atau penekanan dari setiap kosakata tersebut. Kenali apa itu word stress di artikel ini, yuk.
—
Ingin skill speaking kamu semakin to the next level? Selain pronunciation, kamu juga perlu belajar word stress atau penekanan pada suku kata. Soalnya, kalau kamu keliru dalam word stress, seluruh makna dari kata tersebut bisa berubah, lho.
Tanpa berlama-lama, yuk, langsung kita pelajari apa itu word stress dan cara mengidentifikasinya dalam bahasa Inggris!
Baca Juga: 35 Tongue Twister Fun untuk Melatih Pronunciation Bahasa Inggris
Apa Itu Word Stress? (Word Stress Meaning)
Word stress adalah penekanan atau tekanan ekstra yang diberikan pada satu suku kata dalam sebuah kata. Di bahasa Inggris, satu suku kata diucapkan dengan nada yang lebih keras, panjang, atau tinggi dibandingkan suku kata lainnya.
Penekanan ini bisa dilakukan di awwal, tengah, atau akhir sebuah kata.
Mengapa Penekanan Kata Penting?
Selain membantu membedakan makna kata, word stress juga memiliki beberapa tujuan penting lainnya, antara lain:
1. Memudahkan Pemahaman Pendengar
Word stress membantu pendengar mengenali kata-kata yang diucapkan dengan lebih jelas. Dengan menekankan suku kata yang benar, pembicara dapat memastikan pesannya tidak membingungkan atau terdengar salah.
Bye misscom!
2. Menunjukkan Ritme dalam Kalimat
Jika ingin speaking-mu terdengar lebih alami seperti native, jangan lupa praktikkan word stress dengan baik dan benar. Sebab, word stress bisa menciptakan ritme atau pola intonasi dalam kalimat.
Di sisi lain, bahasa Inggris biasanya diucapkan dengan pola naik-turun, di mana suku kata yang ditekan menonjol, sedangkan yang tidak ditekan akan terdengar lebih singkat dan lembut.
3. Meningkatkan Kelancaran Berbicara
Dengan menguasai word stress, kamu dapat berbicara lebih lancar dan confident. Penekanan yang tepat akan membuat kalimatmu mengalir dengan lebih alami, tanpa terdengar kaku atau salah pengucapan.
4. Memengaruhi Makna Emosional
Word stress juga dapat digunakan untuk menambahkan nuansa emosional atau penekanan pada suatu kata. Misalnya, menekankan kata tertentu dalam kalimat bisa memberi kesan bahwa kata tersebut lebih penting atau memiliki arti khusus dalam konteks percakapan.
Baca Juga: Rahasia Sequence Words Bahasa Inggris Agar Tulisan Lebih Rapi
Level Word Stress dalam Bahasa Inggris
Terdapat 3 tingkatan penekanan kata dalam bahasa Inggris, yaitu:
1. Primary Stress
Ini adalah bentuk penekanan yang paling kuat, dan biasanya terletak pada suku kata pertama sebuah kata. Misalnya, dalam kata water, penekananya ada di suku kata pertama, yaitu: /WA-ter/.
2. Secondary Stress
Penekanan ini lebih lemah dibandingkan dengan primary stress, tetapi masih dapat didengar dengan jelas. Secondary stress terdapat pada suku kata kedua dalam sebuah kata. Contohnya, pada kata information, penekanannya ada di: /in-for-MA-tion/.
3. Tertiary Stress
Sesuai urutannya, tertiary stress memiliki penekanan yang paling lemah. Penekanan ini terjadi di suku kata ketiga dalam sebuah kata. Sebagai contoh, dalam kata university, penekanan terletak di bagian: /un-i-VER-sity/.
Baca Juga: Perbedaan Mr, Mrs, Ms, dan Miss dalam Bahasa Inggris
Bagaimana Cara Mengidentifikasi Pola Tekanan dalam Bahasa Inggris?
Ada beberapa word stress rules untuk identify penekanan yang tepat dalam sebuah kata:
- Kata benda dan kata sifat yang memiliki dua suku kata biasanya menekankan suku kata pertama. Contohnya: TEA-cher, MAR-ket, HAP-py, SIL-ly.
- Kebanyakan verb yang mempunyai dua suku kata, penekanannya ada di suku kata kedua.
- Kata-kata yang diakhiri dengan “ly,” “y,” atau “er” biasanya memiliki penekanan pada suku kata pertama. Contohnya PER-fect-ly, MAN-a-ger, CEL-e-ry.
- Vocab dengan empat suku kata atau lebih umumnya terdapat penekanan di tengah, bukan di awal atau akhir. Contohnya un-BE-lie-va-ble.
- Perhatikan baik-baik. Kosakata yang diakhiri dengan -tion, -sion, -cian, dan -ic memiliki penekanan pada suku kata sebelum akhiran tersebut. Misalnya, in-FOR-ma-tion dan de-CI-sion.
- Pada kata-kata yang memiliki awalan (prefix) atau akhiran (suffix), penekanannya akan sama dengan kata dasarnya. Contohnya, kata dasar de-SCRIBE dan extended words in-de-SCRIBE-a-ble memiliki penekanan pada SCRIBE.
Baca Juga: Mengenal Syntax, Teori Struktur Kalimat dalam Linguistik Bahasa Inggris
Jenis-Jenis Word Stress
Sekarang, mari belajar lebih jauh. Jika sebelumnya yang dibahas adalah penekanan dalam suku kata, maka di bawah ini kamu akan berkenalan dengan penekanan kata atau frasa. Berikut jenis-jenisnya:
1. Tonic Stress
Tonic stress mengacu pada suku kata dalam sebuah kata yang menerima tekanan paling banyak dalam satuan intonasi. Umumnya, terdapat 1 tonic stress dalam 1 intonasi. Penting untuk diingat bahwa sebuah kalimat dapat memiliki lebih dari satu intonasi (dan tentunya mempunyai lebih dari 1 penekanan).
Tonic stress example:
- He’s waiting
- He’s waiting / for his friend
- He’s waiting / for his friend / at the station
2. Emphatic Stress
Emphatic stress adalah bentuk penekanan yang digunakan untuk memberikan kekuatan atau penekanan ekstra pada kata atau frasa tertentu dalam sebuah kalimat. Penekanan ini sering kali digunakan untuk menegaskan pernyataan, menyatakan emosi, atau memperjelas informasi penting.
Contoh: Jika seseorang berkata, “I really love this movie,” penekanan pada kata “really” menunjukkan bahwa mereka sangat menyukai film tersebut.
Dalam kalimat, “I didn’t say she stole the money,” penekanan di bagian “didn’t” mengindikasikan bahwa ada penjelasan atau klarifikasi yang ingin disampaikan.
Baca Juga: 15 Kosakata Bahasa Inggris yang Sering Disalahgunakan (Misused Words)
3. Contrastive Stress
Contrastive stress digunakan untuk menekankan perbedaan atau kontras antara dua atau lebih ide/objek dalam kalimat. Contrastive stress example: “I want coffee, not tea.”
Di sini, “coffee” diberi penekanan untuk menunjukkan pilihan: “I want coffee, not tea.” (Saya ingin kopi, bukan teh.)
Penekanan jenis ini pun kerap dipakai untuk menegaskan perbedaan makna dari kata-kata yang diberi tekanan. Contoh:
- He gave a speech at the graduation ceremony (bukan presentasi di tempat lain).
- He spoke to the students at the graduation ceremony (Dia berbicara, bukan menyanyi atau berdebat).
Baca Juga: Want to Deny or Admit a Fact? Coba Pakai Kalimat Ini Yuk!
4. New Information Stress
New information stress digunakan untuk menekankan informasi baru atau penting dalam kalimat. Kata atau frasa yang baru diperkenalkan biasanya mendapat penekanan ini.
Contoh: She won the competition.
Pada kalimat tersebut, “won” merupakan informasi baru yang penting, sehingga diberi penekanan.
—
Gimana? Sampai sini, materi word stress sudah kamu pahami belum? Kalau belum, it’s okay. Pelan-pelan saja. Kamu bisa baca artikel ini berulang kali untuk lebih memahami materinya, kok.
Tapi yang jelas, mengenal penekanan kata dalam bahasa Inggris itu super penting untuk bikin komunikasi kita jadi lebih oke. Dengan penekanan yang tepat, kita bisa menyampaikan pesan dengan lebih jelas dan membuat percakapan jadi lebih asyik.
Kalau ingin lebih paham soal word stress, kamu perlu rajin-rajin membuka kamus bahasa Inggris. Atau, kamu juga bisa belajar langsung dari pengajar native asal Inggris dan Skotlandia di kelas English Academy. Mereka siap membantu kamu menguasai teknik-teknik penekanan kata dan pronunciation dengan pembelajaran yang interaktif.
Mau tahu lebih lengkapnya? Yuk, konsultasi gratis dengan klik banner di bawah ini ya!
References:
Adetula, Oluwadara. 6 Tricks to Identify Word Stress in English Language. Ulesson. 11 March 2023 [online] Available at https://ulesson.com/blog/6-tricks-to-identify-word-stress-in-english-language/ (Accessed at 27 September 2024)

