Conditional Sentences: Tipe, Rumus, & Contoh Kalimatnya

conditional sentence

Terdapat 5 jenis conditional sentences, yaitu conditional sentence type 0, type 1, type 2, type 3, dan mixed conditional atau type 4. Apa perbedaan dan rumus dari setiap tipe conditional sentence? Dapatkan penjelasannya dari English Academy!

“Kalau si doi nggak ngabarin sehari aja, pasti aku galau deh!”
“Seandainya mencari uang itu mudah, aku pasti sekarang sudah kaya raya, nih!”
“Andai saja keluargaku ngajak pergi jalan-jalan, aku nggak akan gabut di kamar sekarang.”
“Aku bakalan jadi mahasiswa universitas favorit jika aku belajar dengan serius.”

Kamu pasti sering deh, melamun alias daydreaming untuk berkhayal dan berandai-andai kalau sedang berada di suatu kondisi yang bisa saja terjadi di masa depan, atau kondisi yang sama sekali nggak mungkin terjadi.

Nah, secara struktur, untuk mengungkapkan pengandaian yang benar dalam bahasa Inggris, grammar yang digunakan adalah conditional sentence atau kalimat kondisional.

Melalui artikel ini, English Academy bakal merangkum secara lengkap tentang penggunaan conditional sentence, rumus tata bahasa (grammar), serta berbagai contohnya khusus buat kamu, guys!

 

Apa yang Dimaksud dengan Conditional Sentence?

Conditional artinya bergantung pada kondisi saat seseorang berbicara. Definisi conditional sentence adalah kalimat yang digunakan untuk menyatakan hubungan antara suatu kondisi dan hasil atau konsekuensi yang berkaitan dengan kondisi tersebut. Contoh, “If the weather is nice, we can have a picnic.”

Dalam hal ini, kondisi tersebut mungkin saja berupa sesuatu yang bisa terjadi, atau bahkan mustahil untuk terwujud.

Conditional sentence terdiri dari dua bagian, yaitu if-clause (klausa kondisi) dan result clause (klausa hasil). Klausa kondisi menggambarkan kondisi atau situasi yang harus terpenuhi untuk menghasilkan tindakan yang dijelaskan dalam klausa hasil.

 

Ingin memperdalam kemampuan bahasa Inggris dan memahami lebih banyak materi dengan cara yang seru dan mudah dipahami Yuk, belajar bareng di English Academy dan klik banner di bawah untuk pilih program belajar yang sesuai dengan kebutuhanmu!

English Academy. Kursus Bahasa Inggris dengan Program Sesuai Jenjang Usia

 

Kapan Kita Bisa Menggunakan Kalimat Conditional Sentence?

Kalimat conditional dapat dipakai saat menghadapi situasi seperti:

  • Menyatakan peristiwa yang  tidak nyata; hanya seperti yang kita bayangkan,
  • Mengungkapkan peristiwa yang mungkin terjadi di masa depan,
  • Menunjukkan peristiwa yang tidak mungkin terjadi,
  • Memperlihatkan kebenaran umum; kebiasaan yang sering terjadi,
  • Memberitahu peristiwa masa lalu yang kejadiannya tidak sesuai harapan, lalu terjadi penyesalan.

 

Umumnya, conditional sentence adalah kalimat yang dikenal juga sebagai if conditional

 

Fungsi dari Conditional Sentence

Berdasarkan beberapa poin di atas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa, fungsi conditional sentence adalah untuk menyatakan hubungan sebab-akibat antara suatu kondisi atau situasi tertentu dengan tindakan atau hasil yang mungkin terjadi atau tidak terjadi.

Baca Juga: Cause and Effect (Sebab Akibat): Definisi, Fungsi, dan Contoh Kalimat

 

Apa Perbedaan If clause dan If conditional?

Pada artikel Types of Sentences: Jenis Kalimat Bahasa Inggris kita sudah mempelajari bahwa sebuah kalimat minimal terdiri dari satu klausa, yaitu klausa utama (main clause/independent clause) yang dapat berdiri sendiri.

Istilah “If clause” biasanya mengacu pada frasa yang dimulai dengan “if” dalam conditional sentence, sedangkan “If conditional” bisa merujuk secara umum pada jenis-jenis conditional sentence yang menggunakan frasa “if” kemudian diikuti oleh klausa lain.

 

Tipe Conditional Sentences dan Contohnya (Conditional Sentences Types)

Types artinya tipe-tipe, conditional artinya pengandaian, dan sentence artinya kalimat. Exactly, pada poin ini, yang akan kita bahas adalah tipe-tipe kalimat pengandaian yang biasa digunakan dalam bahasa Inggris.

How many type of if clause? Kalau bertanya tentang berapa banyak jenis klausa if untuk mengungkapkan khayalan dan pengandaian pada kondisi yang berbeda, jawaban secara umum ada 4 conditional sentence types.

Tapi, di artikel ini English Academy akan membahas 5 tipe conditional sentences supaya pengetahuan grammar kamu makin lengkap. Berikut gambaran singkatnya:

Jenis Fungsi Rumus Umum
Zero Conditional Fakta umum atau sesuatu yang selalu terjadi If + Simple Present, Simple Present
First Conditional Kemungkinan nyata di masa depan If + Simple Present, will + V1
Second Conditional Situasi hipotetis atau tidak nyata saat ini/masa depan If + Simple Past, would + V1
Third Conditional Situasi yang tidak terjadi di masa lalu If + Past Perfect, would have + V3
Mixed Conditional Menggabungkan waktu/kondisi dari dua tipe Bergantung pada kombinasi yang digunakan

 

 

1. Zero conditional sentence (Conditional Sentences Type 0)

Conditional sentence type 0 adalah kalimat untuk mengungkapkan kondisi berupa tindakan yang bersifat kebenaran umum, pernyataan yang sebenarnya (general truth), atau kejadian yang biasa terjadi.

Rumus conditional sentence type 0 adalah If + Subject + Verb 1, Subject + Verb 1 + Complement yang mengadopsi formula dari simple present tense.

Contoh kalimat:

“Jika kamu menghabiskan makanan bekal, Ibuku akan merasa senang.”
“Ibu menenangkanmu jika kamu merasa takut.”
“Kalau warna merah dicampur dengan putih, pasti berubah jadi warna pink.”

conditial-sentence-type-0

Contoh conditional sentence type 0:

  • If you eat your lunch box, mother feels happy.
    (Jika kamu memakan kotak makan siang-mu, Ibu merasa bahagia.)
  • Mother comforts me if Ifeel scared.
    (Ibu menghibur saya jika saya merasa takut.)
  • If red mixes with white, it definitely turns out pink.
    (Jika merah bercampur dengan putih, pasti hasilnya jadi warna merah muda.)

 

Baca Juga: Simple Present Tense Vs Simple Past Tense, Ketahui Perbedaannya!

 

2. First conditional sentence (Conditional Sentences type 1)

Pada conditional sentence type 1kamu dapat mengungkapkan kondisi yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Kalimat ini familiar juga dengan sebutan future conditional type 1 karena menggunakan pola simple future tense.

Rumus conditional sentence type 1 adalah If + Subject + Verb 1, Subject + Will + verb 1 + Complement.

Contoh kalimat:

“Jika kamu ada disini, aku akan mengatakan perasaanku.”
“Anto akan datang jika Putri mengundangnya ke pesta ulang tahun.”
“Kalau Desi dan Ratu telat makan malam, mereka akan masuk angin.”

conditional-sentence-type-1

 

Dari tiga kalimat di atas, langsung kita buat contoh conditional sentence type 1 dengan struktur yang benar:

  • If you are here, I will tell you my feelings.

 

Fakta: Kalau kamu ada di sini, mungkin aku berani mengungkapkan perasaanku. Kalau nggak ada? Yah, nggak aku ungkapin.

  • Anto will come if Putri invites him to her birthday party.

 

FaktaAnto bakalan datang ke pesta Putri jika diundang. Kalau nggak? Anto mungkin nggak datang.

  • If Desi and Ratu have their dinner late, they will catch a cold.

 

FaktaDesi dan Ratu nggak akan masuk angin jika mereka makan malam tepat waktu.

 

Sebagai catatan, conditional sentence type 1 ini bisa menggunakan selain will untuk mengungkapkan kondisi yang mungkin terjadi. Kamu bisa juga memakai can, may, atau shall. 

Jadi, rumus conditinal sentence yang digunakan adalah subject modal (will, can, may, shall) + verb 1.

 

Buat kamu yang berusia 15–18 tahun dan ingin meningkatkan kemampuan bahasa Inggris untuk sekolah, organisasi, sampai persiapan masa depan, program Ranger dari English Academy bisa jadi pilihan yang tepat, nih! Klik banner di bawah dan mulai belajar dengan cara yang lebih seru dan interaktif.

English Academy Ranger, kursus bahasa inggris untuk usia 15-18 tahun

 

3. Second conditional sentence (Conditional Sentence Type 2)

Dalam conditional sentences, type 2 ini mengacu kepada kondisi yang tidak mungkin terjadi (untuk saat ini atau masa depan).

Dalam grammar, situasi yang sifatnya tak pasti (uncertainty) dinyatakan dengan simple past tense. Sehingga, tipe second conditional pada kalimat kondisional diungkapkan dengan rumus verb 2 pada if clause disertai would pada main clause. Kamu ingat, kan? Would adalah verb 2 dari kata “will”.

Jadi, rumus conditional sentence type 2 adalah If + Subject + Verb 2, Subject + Would + Verb 1 + Complement

conditional-sentence-type-2

 

Contoh:

“Jika dia (perempuan) kaya, dia (perempuan) akan keliling dunia.”
“Kalau kamu berolahraga, kamu akan memiliki bentuk tubuh yang ideal”
“Kami akan merasa grogi jika kami bertemu Presiden.”

Dari ketiga contoh di atas, yuk kita ubah ke dalam contoh conditional sentence type 2  (contoh kalimat pengandaian tipe 2) dengan struktur yang benar!

  • If she were rich, she would travel the world.

 

FaktaSekarang, dia (perempuan) belum kaya nih dan nggak mungkin untuk jalan-jalan keliling dunia. Dia (perempuan) berandai-andai kalau dia adalah orang kaya, dia akan jalan-jalan keliling dunia.

Catatan: Dalam conditional sentence, subjek yang bersifat singular seperti he, she, it menggunakan to-be werebukan was.

  • If I had more free time, I would learn to play the guitar.

 

Fakta: Kamu nggak punya banyak waktu luang, jadi kamu ga bisa belajar main gitar. Makanya kamu berandai-andai kalau kamu punya banyak waktu luang, kamu bakal belajar main gitar.

  • We would feel nervous if we met the President.

 

Fakta: Kita tidak mungkin bertemu dengan Presiden. Jika bertemu secara langsung, kita akan merasa sangat gugup!

Baca juga: Perbedaan Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif dalam Bahasa Inggris

 

4. Third conditional sentence (Conditional Sentence Type 3)

Conditional sentence type 3 adalah bentuk kalimat untuk mengungkapkan bahwa seharusnya ada kondisi yang bisa terjadi di masa lalu, atau bisa juga untuk menyatakan situasi yang seharusnya bisa saja tidak terjadi di masa lalu, tapi malah kejadian.

Maka dari itu, simple past perfect yang menggunakan verb 3 ditempatkan sebagai if clause, dan would have yang dikenal juga sebagai rumus past future perfect tense digunakan pada main clause sebagai keterangan ungkapan.

Jadi, rumus conditional sentence type 3 yaitu If + Subject + Had + Verb 3, Subject + Would Have + Verb 3 + Complement.

conditional-sentence-type-3

 

Contoh kalimat:

“Jika kamu lebih hati-hati, kamu pasti tidak akan mengalami kecelakaan.”
“Sinta akan membantumu jika kamu memintanya.”
“Seandainya dia (laki-laki) tahu, dia tidak akan melakukannya.”

English Academy langsung menjabarkan fakta dari ketiga contoh kalimat di atas dalam contoh conditional sentence type 3 bahasa Inggris ya!

  • If you had been more careful, you wouldn’t have had an accident.

 

FaktaMengulang ke masa lalu, kalau kamu lebih hati-hati, nggak akan terjadi kecelakaan. Berarti, waktu itu kamu ugal-ugalan sampai akhirnya terjadi kecelakaan.

Catatan: Kok sudah pakai have, ada had lagi? Kan artinya sama! 

Hihihi, faktanya fungsi have dan had di sini berbeda, lo!

Have pada kalimat di atas merupakan bagian dari past future perfect tense. Semua bentuk kalimat perfect menggunakan variasi have (has/have/had) yang diikuti oleh kata kerja bentuk ketiga (verb 3). Sementara itu, had pada kalimat di atas termasuk dalam verb 3 dari have, yang memiliki arti memiliki/mendapatkan/mengalami.

  • Sinta would have helped you if you had asked for it.

 

FaktaKarena kamu nggak meminta pertolongan ke Sinta, Sinta akhirnya nggak membantu. Seandainya waktu itu kamu langsung meminta pertolongan, Sinta akan membantu kamu, kok.

Catatan: Walaupun subjek bersifat singular (He, she, it, atau 1 orang), would tetap ditemani oleh haveWould di sini berfungsi sebagai modal auxiliary.  

Oh yamodals meliputi can, could, may, might, will, would, must, shall, should, ought to, have to.

  • If he had known, he wouldn’t have done that.

 

FaktaSeandainya saja dia (laki-laki) tahu, dia seharusnya nggak melakukan hal tersebut. Nyatanya, dia nggak tahu apa-apa dan melakukan hal tersebut.

Baca Juga: Future Continuous Tense: Pengertian, Rumus, Fungsi, dan Contoh Kalimat

 

5. Mixed conditional sentence

Mixed type atau mixed conditional sentence  ini merupakan kalimat yang merujuk ke masa lalu, untuk menunjukan kondisi kamu saat ini. Juga sebaliknya, mixed conditional berlaku untuk menggambarkan kondisi di masa lalu dengan tindakan kamu di masa kini.

Sehingga, rumus dalam mixed conditional sentence adalah kombinasi antara tipe second conditional dan third conditional.

Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa mixed conditional adalah tipe kalimat kondisional yang menyatakan situasi masa lalu ataupun masa kini yang tidak terjadi.

Contoh kalimat:

“Seandainya kamu ngajarin aku gimana cara bikin brownies, aku nggak akan beli di toko.”
“Kalau mereka adalah pemain yang bagus, tim mereka bakal mencetak lebih banyak gol kemarin.”
“Keluarga mereka akan membeli rumah di Bandung jika salah satu anak mereka diterima di Institut Teknologi Bandung.”

Yuk, langsung kita susun mixed conditional sentence dari contoh di atas!

  • If you had taught me how to make brownies (Third conditional; simple past perfect), I wouldn’t buy it in the store (Second conditional; simple past tense).

 

FaktaYah, seandainya waktu itu kamu ngajarin aku gimana caranya bikin brownies, aku nggak bakalan deh beli di toko. Nyatanya, kamu nggak ngajarin aku. Jadinya, aku masih terus beli brownies di toko sampai sekarang.

  • If they were good players (Second conditional; simple past tense)their team would have scored more in the match yesterday (Third conditional; past future perfect).

 

FaktaKalau dalam tim para pemain punya skill yang bagus, seharusnya mereka bakalan banyak mencetak skor di pertandingan. Nyatanya, di pertandingan kemarin para pemain nggak banyak mencetak skor.

  • Their family would buy  a house in Bandung (Second conditional; simple past tense) if one of their children had been accepted to Bandung Institute of Technology (Third conditional; simple past perfect).

 

FaktaCoba waktu itu salah satu anak mereka lolos ke ITB. Ya sudah, keluarga mereka bakal beli rumah di Bandung. Eh, anak mereka jadinya lolos ke UI. Yah, nggak jadi beli deh.

Catatan: Lho, kok had been accepted? “Accept” itu verb, jadi “accepted” juga verb, dong! 

Pada kalimat tersebut, accept memang verb, tetapi accepted di sini berubah menjadi adjectiveKalimat had been accepted merupakan bentuk kalimat dari past perfect tensedimana subject + had + been + adjective/ noun

 

Buat kamu yang berusia 18 tahun ke atas dan ingin meningkatkan kemampuan bahasa Inggris untuk kuliah, karier, atau persiapan studi ke luar negeri, program Explorer dari English Academy siap bantu kamu belajar lebih percaya diri! Klik banner di bawah untuk ikuti programnya!

English Academy Explorer, kursus bahasa inggris untuk usia 18 tahun ke atas

 

Lirik Lagu yang Mengandung Conditional Sentence

Salah satu media yang digunakan untuk belajar tentang kalimat pengandaian adalah lagu. Biasanya, seseorang akan lebih mudah untuk memahaminya. Berikut beberapa contoh conditional tense dalam lirik lagu:

1. Lagu “I’d lie” by Taylor Swift

Lirik dari lagu ini adalah:

Yes I could tell you
His favorite color’s green
He loves to argue
Oh, and he kills me
His sister’s beautiful
He has his father’s eyes
And if you ask me if I love him..
If you ask me if I love him..
I’d lie

Analisis:

If clause pada lirik di atas yaitu, “If you ask me if I love him..I’d lie” , artinya adalah “”Jika kamu bertanya apakah aku mencintainya, aku akan berbohong.” Dalam kalimat tersebut menggunakan tipe 0 dengan rumus simple present tense.

 

2. Lagu “If Only” by Hoobastank

Lagu yang selanjutnya datang dari Hoobastank. Berikut liriknya:

If only I had been less blind,
I’d have someone to hold onto.
If only I could change your mind.
If only I had known, if only I had you.

Analisis:

Coba kita ambil salah satu conditional sentence dari lirik di atas, yaitu “If only I had been less blind, I’d have someone to hold onto,” yang memiliki arti “Andai saja aku tidak terlalu buta, Aku akan memiliki seseorang untuk dipegang.”

Struktur kalimat yang satu ini rumusnya adalah kombinasi antara second type dan juga third type. Tepat! Lirik tersebut masuk ke dalam tipe mix conditional sentence.

 

Siap Berandai-andai Menggunakan 5 Types of Conditional Sentences?

Kesimpulannya, berikut rumus dari 5 conditional sentences dan contoh kalimatnya:

1. Conditional Sentence Type 0

Rumus:  If + Subject + Verb 1, Subject + Verb 1 + Complement
Contoh kalimat: If it rains, I stay at home.

2. Conditional Sentence Type 1

Rumus:  If + Subject + Verb 1, Subject + Will + Verb 1 + Complement
Contoh kalimat: If I see her, I will say hello.

3. Conditional Sentence Type 2

Rumus: If + Subject + Verb 2, Subject + Would + Verb 1 + Complement
Contoh kalimat: If I had money, I would buy a new car.

4. Conditional Sentence Type 3

Rumus: If + Subject + Had + Verb 3, Subject + Would Have + Verb 3 + Complement.
Contoh kalimat: If you had told me earlier, I would have come to the party.

5. Mixed Conditional Sentence 

Rumus: Kombinasi conditional sentence type 2 dan conditional sentence type 3.
Contoh kalimat: If he had finished his work earlier, he would be able to join us for dinner tonight.

Baca Juga: 80 Latihan Soal Bahasa Inggris untuk SD, SMP, dan SMA, Plus Jawabannya

 

Ingin mempersiapkan TOEFL dengan lebih percaya diri dan hasil yang maksimal? Yuk, tingkatkan kemampuan bahasa Inggris kamu bareng English Academy dan klik banner di bawah untuk pilih program TOEFL yang sesuai dengan kebutuhanmu!

Kursus bahasa Inggris TOEFL, English Academy

 

Perbedaan Zero, First, Second, dan Third Conditional

Supaya lebih mudah membedakannya, perhatikan tabel berikut:

 

Tipe Kondisi Waktu Contoh
Zero Fakta umum Present If you heat ice, it melts.
First Kemungkinan nyata Future If it rains, I will stay home.
Second Situasi hipotetis Present/Future If I had more time, I would travel.
Third Situasi yang tidak terjadi Past If I had studied, I would have passed.

 

Cara paling mudah mengingatnya:

  • Zero = selalu benar
  • First = mungkin terjadi
  • Second = andaikan sekarang/masa depan
  • Third = andaikan masa lalu

 

Common Mistakes dalam Conditional Sentence

Sudah memahami rumusnya? Hati-hati, ada beberapa kesalahan yang cukup sering terjadi saat menggunakan conditional sentence.

1. Menggunakan “will” setelah “if”

Salah satu kesalahan paling umum adalah menggunakan will langsung setelah if dalam first conditional.

If it will rain, I will stay home.

✅ If it rains, I will stay home.

Dalam first conditional, gunakan Simple Present setelah if.

 

2. Menggunakan “would” setelah “if” pada Second Conditional

If I would have more money, I would travel.

If I had more money, I would travel.

Pada second conditional, gunakan Simple Past setelah if, kemudian would + V1 pada main clause.

 

3. Menggunakan “would have” tanpa Past Perfect pada Third Conditional

If I would have studied harder, I would have passed.

If I had studied harder, I would have passed.

Pola yang benar adalah:

If + had + V3, would have + V3

 

4. Salah membedakan Second dan Third Conditional

Perhatikan perbedaannya:

Second Conditional:

If I had more time, I would join the club.

Situasinya berkaitan dengan sekarang atau masa depan.

Third Conditional:

If I had had more time, I would have joined the club.

Situasinya berkaitan dengan masa lalu.

 

5. Lupa menggunakan bentuk verb yang tepat

Pastikan bentuk kata kerja sesuai dengan conditional yang digunakan.

Misalnya:

If I had studied harder, I would passed the test.

If I had studied harder, I would have passed the test.

 

20 Contoh Conditional Sentence

Berikut beberapa contoh conditional sentence dari berbagai tipe:

Zero Conditional

  1. If you heat water to 100°C, it boils.
    Jika kamu memanaskan air hingga 100°C, air tersebut mendidih.
  2. If plants don’t get enough sunlight, they grow poorly.
    Jika tanaman tidak mendapatkan cukup sinar matahari, tanaman tersebut tumbuh dengan kurang baik.
  3. If you mix red and blue, you get purple.
    Jika kamu mencampurkan warna merah dan biru, kamu mendapatkan warna ungu.
  4. If I don’t get enough sleep, I feel tired.
    Jika aku tidak cukup tidur, aku merasa lelah.

 

First Conditional

  1. If I finish my homework early, I will watch a movie.
    Jika aku menyelesaikan PR lebih awal, aku akan menonton film.
  2. If she studies tonight, she will be ready for the test tomorrow.
    Jika dia belajar malam ini, dia akan siap menghadapi ujian besok.
  3. If we leave now, we will arrive on time.
    Jika kita berangkat sekarang, kita akan tiba tepat waktu.
  4. If the weather is good tomorrow, we will go to the park.
    Jika cuaca besok bagus, kita akan pergi ke taman.

 

Second Conditional

  1. If I had more free time, I would learn to play the guitar.
    Jika aku punya lebih banyak waktu luang, aku akan belajar bermain gitar.
  2. If she knew the answer, she would tell us.
    Jika dia tahu jawabannya, dia akan memberi tahu kita.
  3. If I were you, I would ask for help.
    Jika aku menjadi kamu, aku akan meminta bantuan.
  4. If we lived near the beach, we would go there every weekend.
    Jika kami tinggal dekat pantai, kami akan pergi ke sana setiap akhir pekan.

 

Third Conditional

  1. If I had set an alarm, I would have woken up earlier.
    Jika aku memasang alarm, aku pasti sudah bangun lebih awal.
  2. If she had studied harder, she would have passed the exam.
    Jika dia belajar lebih giat, dia pasti sudah lulus ujian.
  3. If we had left earlier, we would have arrived on time.
    Jika kami berangkat lebih awal, kami pasti sudah tiba tepat waktu.
  4. If they had invited me, I would have attended the event.
    Jika mereka mengundangku, aku pasti sudah menghadiri acara tersebut.

 

Mixed Conditional

  1. If I had taken that job, I would live in Jakarta now.
    Jika dulu aku mengambil pekerjaan itu, sekarang aku akan tinggal di Jakarta.
  2. If she had learned English earlier, she would be more confident now.
    Jika dulu dia belajar bahasa Inggris lebih awal, sekarang dia akan lebih percaya diri.
  3. If he had listened to the advice, he would be in a better situation now.
    Jika dulu dia mendengarkan nasihat tersebut, sekarang dia akan berada dalam situasi yang lebih baik.
  4. If we had planned the trip better, we would have more time to explore the city now.
    Jika dulu kami merencanakan perjalanan dengan lebih baik, sekarang kami akan memiliki lebih banyak waktu untuk menjelajahi kota.

 

FAQ tentang Conditional Sentence

1. Apa itu conditional sentence?

Conditional sentence adalah kalimat yang digunakan untuk menyatakan hubungan antara suatu kondisi dan hasil atau konsekuensi dari kondisi tersebut.

2. Ada berapa jenis conditional sentence?

Secara umum, terdapat empat tipe utama, yaitu zero, first, second, dan third conditional. Selain itu, terdapat mixed conditional yang menggabungkan pola conditional dengan waktu yang berbeda.

3. Apa perbedaan conditional sentence Type 1 dan Type 2?

First conditional digunakan untuk kemungkinan yang realistis di masa depan.

If I study hard, I will pass the exam.

Sementara itu, second conditional digunakan untuk situasi hipotetis atau yang tidak nyata/kecil kemungkinannya terjadi.

If I had more time, I would study abroad.

4. Apa perbedaan Type 2 dan Type 3?

Second conditional membicarakan situasi hipotetis yang berkaitan dengan sekarang atau masa depan, sedangkan third conditional membicarakan situasi masa lalu yang tidak terjadi.

5. Apakah mixed conditional sama dengan Type 4?

Mixed conditional bukan tipe keempat yang wajib dipelajari setelah Type 0–3. Istilah ini digunakan untuk conditional sentence yang menggabungkan pola dan referensi waktu dari conditional yang berbeda.

6. Apakah “if” selalu digunakan dalam conditional sentence?

Tidak selalu. If adalah conjunction yang paling umum digunakan, tetapi ada conjunction lain yang dapat digunakan untuk menyatakan kondisi, seperti unless, yang berarti “kecuali jika”.

Contoh:

Unless you study, you won’t pass the test.

Kecuali kamu belajar, kamu tidak akan lulus ujian.

Well done! Kalau masih bingung, artinya kamu harus pahami kembali penjelasan di artikel ini, lalu perbanyak latihan. Soalnya, conditional sentences ini sering muncul dalam soal TOEFL pada kategori grammar, guys!

Biar makin jago, kamu juga bisa memahami 5 tipe conditional sentences dan berbagai grammar lainnya di English Academy bersama para pengajar berpengalaman dan tersertifikasi internasional. Kelasnya juga interaktif, loh!

Sebelum mulai belajar, cek dulu kemampuan bahasa Inggris kamu lewat placement test gratis dengan klik banner di bawah ini. Setelah selesai, kamu juga bisa mendapatkan sertifikat, lho!

Placement Test English Academy

 

Referensi:

Jones, Matthew. (2021). The Four Types of Conditionals and How to Use Them. Magoosh. [daring]. https://magoosh.com/ielts/the-four-types-of-conditionals-and-how-to-use-them/

Manuel, Jose. (2021). Mixed Conditionals: Guide & Examples. EnglishPost.org. [daring].  https://englishpost.org/mixed-conditionals/

Wall Street English. (2021). How to use conditionals in English: zero, first, second, third and mixed. Wall Street English. [daring]. https://www.wallstreetenglish.com/exercises/how-to-use-conditionals-in-english-zero-first-second-third-and-mixed

Benjamin, Candice. (2021). 5 Types of Conditional Sentences in English (+ Examples). Preply. [daring]. https://preply.com/en/blog/5-types-of-conditional-sentences-in-english/#scroll-to-heading-5

Artikel ini pertama kali ditulis oleh Kusariani Adinda, lalu diperbarui pada tanggal 07 April 2023 oleh Intan Aulia Husnunnisa.

Intan Aulia Husnunnisa

Intan Aulia Husnunnisa, biasa dipanggil Intan. Menikmati dunia SEO Content Writing sejak 2020. Semoga tulisanku bermanfaat!