Cerpen bahasa Inggris: Definisi, Struktur, Ciri, dan Contohnya

EA - Cerpen bahasa Inggris-01

Pada suatu hari, ada seorang penulis yang menceritakan tentang cerpen bahasa Inggris untuk pembaca tercintanya. Ia menulis cerita tersebut dengan membubuhkan kasih sayang di setiap kata, berharap agar pembaca dapat menuntaskan apa yang Ia tulis hingga akhir cerita.
--

On an island called Jeju, lived a girl named Elizabeth. She is one of the born beautiful and charming girls. Elizabeth was 16 years old when she was forced by her mother to marry a foreign noble.

Hai guys, kalimat di atas adalah contoh dari pengenalan dalam sebuah cerpen. Nah, kamu butuh sesuatu yang menghibur di waktu luang? Coba yuk, lakukan salah satu aktivitas yang satu ini. Exactly, yaitu membaca cerpen bahasa Inggris.

Ingat nggak? Di artikel Cara Belajar Bahasa Inggris Otodidak, Ini 11 Tips Mudah dan Cepat! English Academy menyebutkan bahwa salah satu aktivitas yang bisa bikin kamu tambah mahir berbahasa Inggris adalah dengan membaca cerita fiksi.  Cerpen juga bisa kamu jadikan sebagai media untuk belajar story telling bahasa Inggrislo.

Anyway, cerpen sudah pasti berbeda dengan novel ya, guys. “Emang gimana sih bedanya? Terus, cara menulis atau membuat cerpen itu seperti apa?” Tenang, kamu bisa baca penjelasan lengkapnya di artikel ini. Yok, belajar bareng-bareng!

 

Apa Itu Cerpen? (Short Story)

Mengutip dari salah satu kamus rekomendasi yang tercantum di artikel 15 Rekomendasi Kamus Bahasa Inggris yaitu Merriam Webster, cerpen bahasa Inggris alias short story adalah sebuah cerita fiktif yang lebih pendek dari novel. Karena lebih singkat, short story umumnya hanya berurusan dengan beberapa tokoh.

Kalau dari KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), cerpen diartikan sebagai kisah pendek (kurang dari 10.000 kata) yang memberikan kesan tunggal dominan dan memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu situasi.

Pada short story, penulis atau author akan lebih fokus terhadap cara pembuatan efek atau suasana hati yang dirasakan pembaca dibandingkan dengan urutan peristiwa (plot). Oh ya, kalau kamu masih ingat, biasanya guru-guru di sekolah mengenalkan cerpen sebagai sebuah cerita yang habis dalam sekali duduk.

Ingin meningkatkan skill dalam writing bahasa Inggris? Kamu bisa mewujudkannya bersama English Academy by Ruangguru! Melalui kurikulum Cambridge dan pengajar lokal serta internasional, kemampuan-mu dapat berkembang dengan semakin cepat, lo. Mau coba? Join Free Live Teaching dengan klik gambar di bawah ya!

IDN CTA Trial Class General English Blog EA 2022

 

Characteristics of Short Story (Ciri-Ciri Cerpen)

Agar kamu lebih mudah untuk mengidentifikasi apakah teks yang dibaca adalah cerpen atau bukan, mari kenali beberapa ciri dari cerpen bahasa Inggris (short story), yaitu:

1. Karakter atau tokoh diungkapkan dalam cerita yang dramatis, tapi jarang dikembangkan dengan sepenuhnya.
2. Mengandung narasi yang singkat serta kata-kata yang mudah dipahami oleh pembaca.
3. Hanya terdapat satu peristiwa atau suatu kejadian dalam sebuah cerpen.
4. Kisah yang ditulis umumnya diadopsi dari kehidupan sehari-hari, atau sangat dekat dengan cerita yang awam terjadi di dunia nyata.

 

Apakah Cerpen Bahasa Inggris/Short Story sama dengan Narrative Text?

Hmm, actually kalau melihat dari beberapa sumber, ada yang mengatakan kalau cerpen bahasa Inggris sama dengan narrative text yang sudah kita kupas tuntas di artikel Narrative Text: Definisi, Struktur, dan Contohnya. Tapi, coba kamu perhatikan lagi, ada beberapa hal yang membedakan antara short story dengan narrative text, diantaranya:

1. Narrative text lebih fokus terhadap kronologi sebuah peristiwa atau kejadian, sedangkan short story lebih mementingkan terhadap efek yang akan disampaikan pada pembaca.

2. Tidak seperti cerpen, narrative text umumnya tidak dibatasi jumlah kata dalam proses penulisan, sehingga ia bisa saja berjumlah lebih dari 10.000 kata.

3. Short story atau cerpen hanya berpusat pada satu tokoh dalam satu kejadian, berbeda dengan narrative text yang tidak menutup kemungkinan untuk fokus pada lebih dari satu tokoh atau satu peristiwa.

 

Jenis Short Story (Jenis-jenis Cerpen)

Nah, sekarang kita akan belajar apa saja, sih, jenis-jenis cerpen yang ada? Kalau berdasarkan jumlah kata, short story terbagi menjadi 3 jenis, lihat di bawah ini:

 

Jenis jenis cerpen

 

1. Cerpen mini (flash), cerpen dengan jumlah kata antara 750-1.000.
2. Cerpen ideal, adalah short story yang jumlah katanya antara 3.000-4000.
3. Cerpen panjang, yaitu cerpen yang mencapai 10.000 kata.

 

Fungsi/Tujuan Cerpen Bahasa Inggris (Function of Short Story)

Melansir dari kibin.com, the main purpose of a short story is to enable the reader to picture in their mind the images which the writer ‘paints’. Consequently, more demands are made on the reader.

Artinya, fungsi utama dari cerpen bahasa Inggris adalah untuk memberikan gambaran kepada pembaca tentang sebuah cerita yang pengarang tuangkan. Sebetulnya, sih, tujuan utamanya tak lain dan tak bukan pasti untuk menghibur pembaca.

Namun, kamu juga bisa lihat beberapa fungsi lain dari cerpen bahasa Indonesia yang ada di artikel Mengupas Cerpen: Ciri, Fungsi, Struktur, Contoh, dan Analisis ya!

 

Structure of Short Story (Struktur Cerpen Bahasa Inggris)

Nah, sekarang kita akan membahas generic structure of short story alias cerpen bahasa Inggris. Umumnya cerpen dalam bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia memiliki struktur yang sama. Namun, dalam bahasa Inggris ada istilah lain yang biasa digunakan.

Sekarang, kita pelajari versi bahasa Indonesia-nya dulu ya. Ini dia struktur cerpen:

 

struktur cerpen

 

1. Abstrak

Abstrak adalah paragraf singkat yang menggambarkan keseluruhan isi dari cerpen. Tentunya bagian ini terletak pada awal cerpen. Tetapi, kabar baiknya abstrak bersifat opsional, alias kamu tidak wajib untuk menuliskannya.

2. Orientasi

Sudah tidak asing dengan istilah ini, kan? Yap, orientasi adalah pengenalan. Pada paragraf ini, penulis akan mengenalkan tokoh/karakter, latar seperti tempat, waktu, atau suasana yang akan dikembangkan dalam inti cerpen.

3. Komplikasi

Bagian ini biasa dikenal juga dengan puncak konflik, atau orang banyak mengenalnya juga dengan istilah klimaks. Dalam komplikasi, penulis akan menceritakan dengan detail puncak masalah yang dialami oleh sang tokoh utama. Sebagai catatan, biasanya konflik ini tentu tidak dikehendaki oleh si tokoh (kejadiannya tak terkira).

Nah, pembaca akan dibuat penasaran dengan kelanjutan dari komplikasi. Maka dari itu, cerita akan lanjut pada bagian evaluasi.

4. Evaluasi

Dalam evaluasi, tentu konflik atau klimaks akan mulai diarahkan pada penyelesaiannya. Bagian ini tak jarang ditandai dengan adanya komentar dari pengarang atas puncak konflik yang sebelumnya terjadi.

Anyway, komentar tersebut dapat disampaikan langsung oleh pengarang, atau bisa juga diwakili oleh tokoh yang memang sebelumnya sudah muncul pada cerpen.

5. Resolusi

Nah, akhirnya kita sampai di bagian tahap akhir penyelesaian cerita, yaitu resolusi. Pada bagian ini, segala konflik, ketegangan, dan juga masalah sudah mulai surut. Pun, pembaca bisa mendapatkan gambaran terkait ending yang akan diceritakan oleh penulis.

6. Koda

Koda adalah bagian akhir dari keseluruhan isi cerita. Untuk memberitahukan pada pembaca, pengarang akan menambahkan komentar akhir terkait konflik yang dialami tokoh, serta kalimat yang menunjukkan ending dari cerpen itu sendiri.

Oh ya, jika ada, pengarang juga dapat memberi nilai kehidupan atau pelajaran yang mungkin akan bermanfaat untuk pembaca.

Oke, itulah struktur dari cerpen. Nah, kamu juga bisa kok, menyebutkan bahwa struktur dari cerpen bahasa Inggris a.k.a short story terdiri dari exposition, rising action, climax, falling action, and denouement.

Jadi, exposition sama dengan orientation, kemudian rising action dan climax tergabung menjadi komplikasi, falling action adalah resolusi, and last, denouement adalah gabungan dari resolusi dan koda.

 

Contoh Short Story (Contoh Cerpen Bahasa Inggris)

Di bawah ini, ada salah satu contoh short story, guys. Kita coba analisa bersama-sama, yuk!

 

The Story of Goldilocks and the Three Bears
by Robert Southey

Once upon a time, there was a little girl named Goldilocks. She went for a walk in the forest. Pretty soon, she came upon a house. She knocked and, when no one answered, she walked right in. At the table in the kitchen, there were three bowls of porridge. Goldilocks was hungry. She tasted the porridge from the first bowl.

"This porridge is too hot!" she exclaimed.

So, she tasted the porridge from the second bowl.

"This porridge is too cold," she said.

So, she tasted the last bowl of porridge.

"Ahhh, this porridge is just right," she said happily and she ate it all up.

After she'd eaten the three bears' breakfasts, she decided she was feeling a little tired. So, she walked into the living room where she saw three chairs. Goldilocks sat in the first chair to rest.

"This chair is too big!" she exclaimed.

So she sat in the second chair.

"This chair is too big, too!" she whined.

So she tried the last and smallest chair.

"Ahhh, this chair is just right," she sighed. But just as she settled down into the chair to rest, it broke into pieces!

Goldilocks was very tired by this time, she went upstairs to the bedroom. She lay down in the first bed, but it was too hard. Then she lay in the second bed, but it was too soft. Then she lay down in the third bed and it was just right. Goldilocks fell asleep.

As she was sleeping, the three bears came home.

"Someone's been eating my porridge," growled the Papa bear.

"Someone's been eating my porridge," said the Mama bear.

"Someone's been eating my porridge and they ate it all up!" cried the Baby bear.

"Someone's been sitting in my chair," growled the Papa bear.

"Someone's been sitting in my chair," said the Mama bear.

"Someone's been sitting in my chair and they've broken it to pieces," cried the Baby bear. 

They decided to look around some more and when they got upstairs to the bedroom, Papa bear growled,

"Someone's been sleeping in my bed.”

"Someone's been sleeping in my bed, too" said the Mama bear.

"Someone's been sleeping in my bed and she's still there!" exclaimed the Baby bear.

Just then, Goldilocks woke up. She saw the three bears. She screamed, "Help!" And she jumped up and ran out of the room. Goldilocks ran down the stairs, opened the door, and ran away into the forest. She never returned to the home of the three bears.

 

Adopted from www.dltk-teach.com



Analisis Cerpen (Short Story)

 

1. Exposition

As we know,  exposition dapat memberikan bayangan sekilas pada pembaca tentang siapa dan seperti apa tokoh utama sebelum konflik terjadi, serta setting atau latar yang akan muncul dalam cerpen. Pada cerita di atas ditunjukkan dengan paragraf berikut:

Once upon a time, there was a little girl named Goldilocks. She went for a walk in the forest. Pretty soon, she came upon a house. She knocked and, when no one answered, she walked right in.

(Alkisah, ada seorang gadis kecil bernama Goldilocks. Dia pergi berjalan-jalan di hutan. Tak lama kemudian, dia sampai di sebuah rumah. Dia mengetuk dan, ketika tidak ada yang menjawab, dia langsung masuk.)

Dari potongan paragraf di atas, kita tahu bahwa tokoh utamanya adalah Goldilocks, latarnya di sebuah rumah tengah hutan, dan penokohan Goldilocks adalah gadis yang “sembarangan” karena dia main masuk saja ke rumah orang lain.

 

2. Rising action

Pada bagian rising action, tokoh utama akan mulai keluar dari zona nyaman, lalu perlahan siap-siap menuju puncak konflik. Berikut paragrafnya:

"This porridge is too hot!" she exclaimed.

So, she tasted the porridge from the second bowl.

"This porridge is too cold," she said.

So, she tasted the last bowl of porridge.

"Ahhh, this porridge is just right," she said happily and she ate it all up.

After she'd eaten the three bears' breakfasts, she decided she was feeling a little tired. So, she walked into the living room where she saw three chairs. Goldilocks sat in the first chair to rest.

"This chair is too big!" she exclaimed.

So she sat in the second chair.

"This chair is too big, too!" she whined.

So she tried the last and smallest chair.

"Ahhh, this chair is just right," she sighed. But just as she settled down into the chair to rest, it broke into pieces!


3. Climax

Dalam klimaks, karakter si tokoh utama akan diuji. Berikut bagian kalimat yang mulai masuk ke bagian climax:

Goldilocks was very tired by this time, she went upstairs to the bedroom. She lay down in the first bed, but it was too hard. Then she lay in the second bed, but it was too soft. Then she lay down in the third bed and it was just right. Goldilocks fell asleep.

As she was sleeping, the three bears came home.

"Someone's been eating my porridge," growled the Papa bear.

"Someone's been eating my porridge," said the Mama bear.

"Someone's been eating my porridge and they ate it all up!" cried the Baby bear.

"Someone's been sitting in my chair," growled the Papa bear.

"Someone's been sitting in my chair," said the Mama bear.

"Someone's been sitting in my chair and they've broken it to pieces," cried the Baby bear. 

They decided to look around some more and when they got upstairs to the bedroom, Papa bear growled,

"Someone's been sleeping in my bed.”

"Someone's been sleeping in my bed, too" said the Mama bear.

"Someone's been sleeping in my bed and she's still there!" exclaimed the Baby bear.

 

4. Falling Action

Pada bagian ini, umumnya pengarang menceritakan bahwa si tokoh utama harus menghentikan hal yang menjadi konflik. Ini paragrafnya:

Just then, Goldilocks woke up. She saw the three bears. She screamed, "Help!" And she jumped up and ran out of the room.

5. Denouement

Akhirnya kita tiba di akhir cerita, pengarang menuntaskan cerpen di atas dengan kalimat sebagai berikut:

Goldilocks ran down the stairs, opened the door, and ran away into the forest. She never returned to the home of the three bears.

Sebagai pembaca, tentu kamu juga bisa mengambil pelajaran dari cerpen di atas, kan? Yap, nilai moralnya adalah, jangan sembarangan mengambil atau memakan sesuatu yang bukan milik kita. Siapa tahu, barang atau makanan tersebut ternyata berbahaya dan malah mengantarkan kita pada keadaan yang buruk.

 

Sudah siap untuk membuat English short story berdasarkan hasil proses kreatifmu? Siap, dong?!

Oke, terima kasih sudah belajar dengan menyimak tulisan ini sampai habis, semoga bisa membantu kamu jika suatu saat harus mengerjakan tugas cerpen bahasa Inggris ya! 

Kalau ingin berdiskusi lebih lanjut terkait materi bahasa Inggris lainnya, jangan lupa untuk ingat English Academy! Kurikulumnya berstandar internasional, belajarnya interaktif, serta materinya dapat kamu akses di mana pun dan kapan pun. 

Pilih kelas sesuai kemampuan kamu dengan mengikuti Placement Test terlebih dahulu ya! Kami tunggu kamu di kelas!

New call-to-action

 

 

Profile

Intan Aulia Husnunnisa

Seorang perempuan dengan sejuta mimpi yang saat ini sedang fokus mengembangkan minat menulis di Ruangguru.