6 Tips Menguasai TOEFL Writing Section

Zakiyah Salsabila Syafhil Jun 10, 2021 • 6 min read


 

tips menguasai toefl writing

Artikel ini akan memperkenalkan kamu kepada tips menguasai TOEFL Writing, penasaran? Simak artikel ini, ya!

--

TOEFL menjadi salah satu tes yang banyak diambil saat menjelang periode pendaftaran kampus dan beasiswa. Ada banyak orang yang sudah mempersiapkannya dari jauh-jauh hari, dan kami percaya bahwa kamu adalah salah satu diantaranya. Persiapan yang matang diperlukan karena ada beberapa aspek yang perlu dikuasai oleh peserta tes, yaitu reading, listening, speaking, dan writing. Dari empat section tersebut, writing seringkali menjadi momok bagi banyak orang karena waktu menulis yang sangat terbatas dan topik-topik tulisan yang cukup beragam. Namun, kamu tidak perlu khawatir! Dengan latihan yang tepat, kamu pasti bisa melewati writing section dengan baik. Yuk, simak 6 tips berikut untuk mempersiapkan diri!

 

1. Understand the “Battle Field”

Dalam buku The Art of War karya Sun Tzu tertulis bahwa saat akan menghadapi sebuah perang, kita harus mengenali musuh dan diri kita. Dalam konteks TOEFL, kamu harus memahami tipe pertanyaan seperti apa yang akan kamu hadapi dalam writing section. Dua tipe yang perlu kamu ingat adalah Integrated Writing dan Independent Writing. 

Tipe pertama atau Integrated Writing mengharuskan kamu untuk membaca dan mendengarkan sebagian dari rekaman kuliah. Kemudian kamu akan diberikan pertanyaan esai terkait suatu materi dan diminta untuk menulis tanggapan sekitar 150 sampai 250 kata. Kamu disarankan untuk menghabiskan sekitar 20 menit dari waktu yang diberikan untuk tugas ini. Tipe kedua sesuai dengan namanya, Independent Writing memiliki keunikan tersendiri. Kamu akan diberikan pertanyaan terbuka dan diminta untuk menulis esai tanggapan kurang lebih 300 kata berdasarkan pengetahuan dan pengalaman kamu sendiri. Kamu disarankan untuk menghabiskan 30 menit tersisa untuk bagian ini.

Pada dasarnya, kamu harus menulis esai pendek untuk kedua bagian dari writing section. Perhatikan bahwa Independent Writing relatif lebih menantang daripada Integrated Writing, karena tidak ada bahan yang disediakan untuk digunakan dalam merangkai jawaban kamu. Oleh karena itu, kamu juga harus memperkaya wawasan agar bisa lebih leluasa dalam menjawab pertanyaan yang diberikan.

 

2. Start with the Outline

Seringkali jawaban Independent Writing ditulis tidak teratur karena kurangnya perhatian pada tahap prapenulisan. Satu langkah awal yang bisa kamu lakukan yaitu membuat outline. Kamu harus bisa menentukan ide apa saja yang akan digunakan dalam esai terkait dengan topik yang diminta. Kemudian urutkan dalam satu garis besar pembahasan. Sesuaikan outline kamu dengan struktur Independent Writing yang baik, terdiri dari pengantar, isi, dan kesimpulan. Menulis dengan outline yang baik akan membantu tim reviewer dalam mengidentifikasi jawabanmu dengan lebih mudah. Sehingga, memperbesar kemungkinan kamu untuk memperoleh writing score yang lebih tinggi. So, remember to start with the outline! 

 

3. Focus on What Really Matters 

Tips ketiga perlu kamu ingat untuk menghadapi Integrated Writing. Ingatlah bahwa tugas utama dari bagian ini adalah meringkas poin-poin yang disampaikan dalam bacaan atau rekaman cuplikan kuliah. Yup, kamu juga harus menjelaskan bagaimana poin-poin tersebut merespons ide-ide dalam cuplikan kuliah. Tenang saja, kamu hanya perlu focus on what really matters. Dalam teks ataupun rekaman, dosen akan mengulangi ide-ide yang paling penting dalam bagian tersebut. 

Jadi, ketika kamu membuat catatan tentang bacaan, buatlah tetap sederhana dan singkat. Latih dirimu untuk mengenali keywords atau kunci dalam pembahasan. Perhatikan poin mana dalam bacaan yang dipilih dosen untuk dibicarakan dan fokuslah pada tanggapan dosen terhadap poin-poin tersebut. Sekali lagi ingat untuk fokus. Jangan sampai kamu terkecoh dengan penjelasan yang tidak penting.

Baca juga: Mengenal apa itu affixes, dan memahami bentuk-bentuknya.

 

4. Take Good Notes

Untuk Integrated Writing, catatan kamu adalah kunci sebelum membuat outline. Jawaban esai yang akan kamu tulis hanya merangkum bacaan dan rekaman kuliah, jadi apa yang kamu tulis harus didasarkan sepenuhnya pada sumber informasi tersebut. Prioritaskan fokus catatan kamu pada rekaman kuliah daripada teks bacaan. Namun, poin-poin dari teks bacaan tetaplah penting. Catatan kamu harus langsung membandingkan pandangan penulis dengan pandangan dosen dalam rekaman. Kamu bisa menulis argumen dari setiap sumber ke dalam dua kolom yang berbeda. Misalnya kolom kiri untuk catatan dari teks, sedangkan kolom kanan untuk catatan dari rekaman kuliah. Atau temukan cara lain untuk menghubungkan dan membandingkan dengan jelas informasi yang diperoleh dari dua sumber tersebut.

 

5. Use Variety of Grammar Patterns

Dari rubrik resmi penilaian TOEFL, kamu bisa menyadari tentang pentingnya menulis secara akurat, runtut, dan terhindar dari segala bentuk ketidaktepatan. Selain itu, tertulis juga mengenai pentingnya penggunaan keragaman sintaksis dan kosakata. Semua keterampilan tersebut berkaitan erat dengan variasi kalimat yang menggunakan banyak struktur tata bahasa. Pemeriksa TOEFL pasti ingin melihat apakah kamu mengetahui pola tata bahasa yang berbeda. 

Jika jenis kata, frasa, dan tata bahasa yang Anda ketahui cara penggunaannya terbatas, maka makna tulisan kamu juga akan terbatas. Lalu, bagaimana kamu bisa mengungkapkan sesuatu dengan pola tata bahasa yang bervariasi yang dapat dipahami oleh pembaca? Untungnya, ada satu hal sederhana yang dapat kamu lakukan untuk menguasai keterampilan writing. Simak tips keenam!

 

6. Start Writing, Anywhere

Cara paling sederhana untuk bisa melatih writing adalah dengan sering menulis dimanapun. Modal utama yang kamu butuhkan hanya dua; tangan dan pikiran. Tidak perlu menerbitkan artikel di jurnal internasional untuk berlatih menulis dalam Bahasa Inggris. Mulai lah media yang biasa kamu gunakan setiap hari seperti media sosial. Isi Blog pribadi kamu dengan pelajaran hidup atau pengalaman menarik yang terjadi setiap hari. One day at a time. Selain itu, ketika kamu membagikan foto ataupun video di Instagram, coba berani untuk membiasakan diri dalam menulis caption dengan Bahasa Inggris. Ingat kata pepatah bahwa “perfect is the enemy of done!”. Kamu tidak perlu takut dan kecil hati ketika mendapatkan kritik dari orang lain. Terima itu sebagai feedback untuk perbaikan kualitas tulisanmu ke depan. Oh iya, jika kamu yang sedang “puasa” media sosial atau bukan pengguna Instagram dan Blog, no excuses! Kamu tetap bisa menulis setiap hari di buku diary. Tulis apa saja yang terlintas di kepalamu saat menatap lembaran kosong. Selain peningkatan kemampuan writing, kamu juga bisa lebih memahami kondisi dirimu sendiri. Menarik bukan?

 

Selain enam tips di atas, masih ada banyak cara yang bisa kamu coba untuk menguasai TOEFL writing section, loh. Salah satunya dengan mengikuti kelas English Academy! Dengan pengajar profesional, tentunya tidak hanya kemampuan writing yang akan diasah, tetapi juga reading, speaking, dan listening. Semangat dalam melatih kemampuan menulismu, you can do this!

New call-to-action

Profile

Zakiyah Salsabila Syafhil

Beri Komentar