Cohesion & Coherence: Rahasia Penilaian dalam IELTS Writing

Cohesion and coherence sering dibahas bersama dan sama-sama mempengaruhi skor IELTS Writing, tapi keduanya punya makna dan fokus yang beda. Simak pembahasan lengkapnya di artikel ini!
—
Guys, kalau kalian sudah sampai ke artikel ini, artinya kalian sudah tahu apa itu IELTS scoring system dan band scores pada IELTS. Kalau belum, kamu bisa baca terlebih dulu tentang itu, karena pembahasan kali ini mengupas salah satu kriteria penilaian IELTS Writing, yaitu cohesion dan coherence.
Dalam persiapan IELTS Writing Test, sering kali peserta sudah menulis panjang-lebar dan kompleks, tapi tetap dapat skor rendah. Biasanya ini terjadi karena ide yang disampaikan tidak tersusun dengan baik dan materi yang sudah disiapkan tidak bisa dihubungkan secara logis. Selain itu, banyak peserta tes terlalu fokus pada vocabulary dan grammar.
Padahal, meningkatkan cohesion dan coherence bisa mempengaruhi skor tinggi. Kedua aspek yang akan kita bahas ini sangat berpengaruh dalam membuat tulisan menjadi lebih mudah dipahami dan komprehensif.
Sebenarnya, apa itu cohesion dan coherence dalam IELTS Writing? Apakah keduanya punya banyak perbedaan atau justru punya kesamaan yang signifikan? Simak yuk pembahasannya di sini!
Baca Juga: Yuk, Ketahui Perbedaan TOEFL, IELTS, TOEIC, PTE, dan EPT
Apa Itu Cohesion dan Coherence?
Sebelum pembahasannya lebih jauh, kamu perlu tahu dulu arti cohesion dan juga coherence.
Arti Cohesion
Pertama, mari kita bahas cohesion terlebih dulu. Secara makna, cohesion adalah kepaduan, keserasian, keterikatan atau bisa juga disebut cohesive (adjective) yang berarti padu, bersifat menyatukan.
Bayangkan, saat kamu sedang berada di sebuah gerbong kereta. Setiap gerbong itu dihubungkan dengan kait khusus yang kuat, sehingga satu gerbong dengan gerbong lainnya bisa saling terhubung. Hubungan antarbagian jelas dan tidak terlepas karena ada “pengait” itu tadi. Nah, begitu juga dalam sebuah teks, hubungan satu kalimat dengan kalimat lainnya harus saling terhubung. Itulah yang disebut cohesion/cohesive.
So, sederhananya cohesion adalah keterkaitan atau hubungan antar unsur dalam sebuah teks yang membuat kalimat-kalimat di dalamnya selaras satu sama lain. Gimana cara menyambungnya? Bisa pakai kata ganti, kata sambung, pengulangan kata, atau unsur bahasa lainnya yang membuat pembaca bisa melihat ada “ikatan” dalam teks tersebut.
Misalnya, pada kalimat “Aku membeli sebuah tumblr baru. Tumbler itu sangat menarik secara visual.” Ada dua kalimat dengan pembahasan yang berbeda, tapi melalui frasa “tumblr itu” dua kalimat terasa saling berkaitan. Inilah yang menunjukkan adanya cohesion pada kalimat di atas.
Pertanyaannya, apakah semua kalimat yang cohesive sudah pasti coherence? Belum tentu. Nah, makanya kita bahas yang selanjutnya.
Baca Juga: IELTS: Pengertian, Jenis, & Keterampilan yang Diujikan
Arti Coherence
Tadi kamu sudah tahu kan, kalau cohesion berbicara tentang bagaimana setiap bagian teks saling terkait. Maka, coherence berbicara tentang, apakah isi teks secara keseluruhan sudah masuk akal dan mudah dipahami sebagai satu kesatuan makna atau gagasan.
Oke, sekarang kita bayangkan lagi analogi kereta tadi. Jika cohesion kita sepakati sebagai “kait” yang menghubungkan antar gerbong kereta, maka coherence bisa dianalogikan seluruh rangkaian kereta yang bergerak ke tujuan yang sama.
Misalnya begini, dalam satu rangkaian gerbong kereta, antar gerbong sudah terhubung dengan baik (cohesion), tapi jika dalam satu rangkaian ada gerbong penumpang, gerbong hewan, dan gerbong batu bara disusun secara acak, maka rangkaian terasa membingungkan. Tujuan ada, hubungan ada, tapi makna secara keseluruhan menjadi kurang jelas/logis.
Jadi, bisa dikatakan coherence adalah kemampuan menyusun ide secara logis, sehingga pembaca mudah memahami tulisan. Teks yang coherence bukan sekadar tujuannya sama, melainkan bagaimana pembaca memahami hubungan antar ide tersebut. Dalam konteks IELTS Writing, berarti setiap paragraf atau antar paragraf harus memiliki fokus yang jelas atau tidak keluar dari topik utama yang dibahas.
Sebelum lanjut materi, kamu mau belajar bahasa Inggris jadi lebih lancar dan percaya diri? Yuk, temukan program belajar yang paling cocok untuk kamu di English Academy. Klik banner di bawah untuk mulai perjalanan belajarmu!
Perbedaan Cohesion dan Coherence
Cohesion dan coherence sering dibahas bersamaan, tapi keduanya melihat teks dari sudut pandang yang berbeda. Nah guys, ini dia nih tabel perbedaan keduanya.
Perbedaan
Cohesion
Coherence
Fokus utama
Fokusnya pada hubungan antarunsur bahasa di dalam teks. So, cohesion menjawab pertanyaan: “Apakah kalimat-kalimat dalam teks saling terhubung?”
Fokusnya pada hubungan makna dan logika antargagasan di dalam teks. So, coherence menjawab pertanyaan: “Apakah ide-ide dalam teks bisa diterima akal?”
Sifat
Teknis
Konseptual
Indikator
- Kata sambung (dan, karena, tetapi, sehingga, dll)
- kata ganti (dia, kamu, mereka, itu)
- Pengulangan kata atau sinonim
- Referensi antarkalimat.
- Alur berpikir
- Konsistensi topik
- Hubungan sebab-akibat
- Kesesuaian ide dengan tujuan.
Hubungan
Menghubungkan antarkalimat.
Menghubungkan antargagasan.
Contoh teks
“Pendidikan penting. Pendidikan tersebut memberikan pengetahuan. Pengetahuan itu bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.”
Kalimatnya sangat terhubung. Pembaca juga tahu apa yang dirujuk oleh “pendidikan tersebut”.
“Pendidikan penting karena membantu masyarakat memperoleh pengetahuan. Dengan pengetahuan yang lebih baik, masyarakat dapat membuat keputusan yang lebih tepat tentang hidupnya.”
Di sini, kalimat bukan hanya sekadar nyambung, tetapi ada alur berpikir yang jelas:
Pendidikan → Pengetahuan → Keputusan yang lebih tepat.
Baca Juga: Pahami “Effort” dalam Writing dan Ubah Skor IELTS-mu Drastis!
Mengapa Cohesion dan Coherence Mempengaruhi Skor IELTS Writing?
Umumnya, examiner ingin melihat tulisan bukan hanya dari apa yang kamu tulis saja, tapi juga bagaimana kamu menyusun ide-ide itu. Jika kamu bisa menulis secara cohesive dan coherent, maka akan menjawab pertanyaan besar examiner:
“Apakah pembaca bisa mengikuti alur pemikiran penulis dengan mudah?”
So, IELTS memberi nilai pada cohesion dan coherence karena keduanya bisa menunjukkan kemampuan kamu mengimplementasikan ide ke dalam sebuah tulisan. Examiner ingin melihat seberapa efektif kamu menyampaikan dan mengorganisasi ide/gagasanmu ke dalam teks bahasa Inggris, bukan hanya sekadar kemampuan menyusun kalimat dalam bahasa Inggris.
Menariknya, coherence IELTS bisa saja dianggap lebih penting. Sebab, teks yang coherent biasanya masih mudah dipahami, meski cohesion kurang sempurna. Sebaliknya, jika teks hanya cohesive dan tidak coherent, sering kali isi teks tetap membingungkan.
Misalnya begini, examiner harus membaca 100 essay dalam sehari, tentu mereka tidak punya banyak waktu. Saat membaca tulisanmu, mereka ingin melihat apakah tulisan tersebut bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan penting mereka, seperti:
- Apa ide utama penulis?
- Bagaimana ide tersebut berkembang?
- Mengapa paragraf ini bisa muncul setelah paragraf sebelumnya?
- Kesimpulan logis.
Jika tulisanmu bisa menjawab semua pertanyaan examiner, maka tulisan terbukti coherence. Tentu sebaiknya coherence dan cohesion IELTS Writing Test kamu harus sama-sama baik. Sehingga, skor tes IELTS Writing-mu bisa sempurna.
Baca Juga: Skill Bahasa Inggris dalam IELTS : Listening, Reading, Writing, Speaking
Sudah sejauh mana kemampuan bahasa Inggris kamu? Yuk, cari tahu lewat placement test dari English Academy supaya kamu bisa tahu materi mana yang perlu ditingkatkan. Klik banner di bawah ini, GRATIS dan dapat sertifikat, lho!
Struktur IELTS Writing yang Membantu Meningkatkan Cohesion dan Coherence
Dari pembahasan sebelumnya bisa disimpulkan, bahwa prinsip dasar agar cohesion dan coherence dalam IELTS Writing bisa dicapai adalah dengan menyampaikan ide secara logis dan bertahap. Untuk itu, essay tidak bisa ditulis asal, setiap bagiannya harus memiliki fungsi berbeda yang saling mendukung. Berikut contoh struktur yang bisa membantu kamu meningkatkan cohesion dan coherence dalam IELTS Writing:
-
Opening/Introduction
Sesuai namanya, introduction ditujukan untuk memperkenalkan topik dan menggiring pembaca ke arah pembahasan. Pada bagian ini, hindari langsung memberikan banyak argumen. Sebaiknya kamu fokus ke isu yang akan dibahas dan posisi tulisanmu. Misalnya begini:
In recent years, online learning has become increasingly popular. While some people believe it offers greater flexibility, others argue that traditional classrooms remain more effective. This essay will discuss both perspectives.
Paragraf di atas adalah contoh coherence IELTS Writing. Kamu bisa lihat, bahwa topik diperkenalkan dengan jelas, sehingga examiner segera tahu apa yang akan dibahas penulis. Selain itu, tidak ada ide yang muncul secara tiba-tiba dan melenceng dari tujuan utama paragraf, yaitu opening atau introduction.
-
Body Paragraph 1
Bagian ini saatnya membahas satu ide utama. Kamu bisa menggunakan struktur paragraf berikut ini, khususnya bagi kamu yang masih berusaha menjaga coherence:
- Topic sentence (ide utama)
- Explanation (penjelasan ide)
- Example (contoh konkret)
- Closing sentence (penegasan)
Struktur ini “memaksa” kamu untuk fokus mengembangkan satu ide utama sampai tuntas, sebelum berpindah ke ide lainnya. Lihat contoh berikut:
[Topic sentence] One major advantage of online learning is its flexibility. [Explanation] This allows students to study at their own pace. [Example] For example, working adults can attend online courses in the evening without leaving their jobs. [Closing sentence] Therefore, online learning offers a practical solution for people with busy schedules.
-
Body Paragraph 2
Pada paragraf selanjutnya, kamu boleh membahas ide yang berbeda, tapi tetap relevan dengan topik. Kuncinya, tidak mengulangi poin-poin yang sudah dibahas pada paragraf sebelumnya. Setiap kalimat pada paragraf ini harus memberikan “kontribusi baru” terhadap argumen kamu di paragraf sebelumnya. Kamu boleh pakai struktur seperti berikut ini untuk variasi: topic sentence – explanation – closing sentence. Contohnya:
However, online learning may reduce direct interaction between students and teachers. Face-to-face communication often helps learners ask questions more effectively and receive immediate feedback. As a result, some students may find traditional classrooms more engaging.
-
Conclusion
Konklusi atau kesimpulan adalah gagasan akhir atau pernyataan ringkas yang bisa ditarik dari hasil pembahasan dan menegaskan kembali posisi tulisan mu. Karenanya, hindari penambahan argumen pada bagian ini agar tidak merusak coherence. Rumusnya, tarik ringkasan dari ide utama, lalu tegaskan kembali posisi mu. Contohnya:
In conclusion, online learning provides significant flexibility, while traditional classrooms offer stronger direct interaction. Therefore, the most suitable option depends on the needs and circumstances of individual learners.
Kesalahan Umum dengan Cohesion & Coherence
Banyak peserta IELTS mengira, kekurangan nilai karena masalah di grammar atau vocabulary. Padahal, justru sering kali masalahnya ada di cohesion dan coherence yang menahan mereka di Band 5-6. Biar kamu nggak melakukan kesalahan yang sama, simak yang berikut ini:
- Ide lompat-lompat (poor coherence)
Ini nih kesalahan yang paling sering ditemukan. Peserta tidak menyusun ide secara logis, maka tulisan terasa tidak mengalir dan tidak enak dibaca. Misalnya, kalimat pertama membahas penyebab, lalu kalimat berikutnya solusi, selanjutnya kembali lagi ke penyebab. Alur seperti ini membuat examiner harus menebak-nebak apa maksud ide yang ingin kamu sampaikan. Kamu bisa mengantisipasi ini dengan membuat outline singkat sebelum menulis.
- Terlalu banyak ide dalam satu paragraf
Kesalahan berikutnya masih soal ide, yaitu menulis paragraf tanpa ide utama yang tegas. Kalimatnya bisa jadi benar, tapi terlalu banyak ide dalam satu paragraf, akibatnya tidak ada ide utama yang dikembangkan dan justru malah muncul ide baru. Paragraf menjadi terasa seperti daftar poin-poin ide saja. Jadi, kamu bisa ingat skema ini: satu ide → dikembangkan/dijelaskan → diberi contoh → simpulkan.
- Penggunaan linking words berlebihan
Peserta sering kali berpikir, semakin banyak linking words atau kata penghubung (however, moreover, therefore, etc), maka skor akan semakin tinggi karena tulisan menjadi cohesive. Padahal, justru penggunaan linking words yang terlalu banyak, membuat hubungan logikanya menjadi tidak terlalu jelas. Penggunaan linking words memang penting, tapi penggunaan yang berlebihan akan membuat tulisan tidak natural. So, ingat guys, gunakan linking word hanya jika dibutuhkan. Kamu bisa variasikan di struktur kalimat, bukan hanya di linking word.
- Pemilihan linking words tidak tepat
Pemilihan linking words yang kurang tepat bisa membuat antarkalimat tidak nyambung. Contohnya, pada kalimat berikut: “Many students study online. However, it is convenient.” Kata “however” termasuk salah satu linking words yang menunjukkan pertentangan. Sementara, kalimat tersebut bukan pertentangan, jadi kurang cocok jika menggunakan however. Jika diubah jadi seperti ini: “Many students study online because it is convenient.” lebih enak dibaca dan mudah dipahami, bukan?
- Hubungan sebab-akibat tidak jelas
Kesalahan ini sering terjadi saat penulis menyampaikan beberapa pernyataan yang masih berada dalam topik yang sama, tapi semua kalimat berdiri sendiri tanpa ada hubungan yang jelas. Akibatnya, examiner hanya melihat kumpulan informasi, bukan serangkaian pemikiran. Untuk menghindari kesalahan ini, kamu bisa menggunakan pronoun untuk menghubungkan ide, memilih kata penghubung yang tepat, dan pastikan setiap kalimat yang disusun mendukung ide utama.
- Referensi yang tidak jelas
Ini kesalahan pada cohesion. Ketika penulis menggunakan kata rujukan seperti it, they, this, these, etc., tapi tanpa membuat pembaca yakin apa hal yang dirujuk. Pembaca jadi harus menebak kalimat atau kata mana yang menjadi rujukan. Misalnya kalimat berikut:
“The government introduced a new education policy. It was criticised by many people because it was expensive.”
“It” yang mana? Policy? Government? Or Criticism? Nah, bagaimana jika kalimat diubah menjadi: “The government introduced a new education policy. The policy was criticised by many people because it was expensive.” Rujukan ini tidak ambigu dan membingungkan.
- Terlalu sering mengulang kata yang sama
Kesalahan ini sering terjadi saat penulis menggunakan kata yang sama untuk mempertahankan topik pembahasan. Pengulangan kata memang bisa membantu cohesion, karena examiner jadi tahu apa yang sedang dibahas. Tapi jika penggunaannya berlebihan, justru memberi kesan tidak natural dan monoton pada tulisan. Ini justru bisa jadi penanda, bahwa penulis memiliki keterbatasan dalam mengelola bahasa. Sebaiknya, manfaatkan indikator cohesion lainnya juga, tidak melulu mengandalkan pengulangan kata.
- Konklusi tidak sesuai dengan isi tulisan
Kesalahan yang sering terjadi pada bagian ini, yaitu ketika kesimpulan tidak muncul secara alami dari argumen di poin pembahasan. Examiner bisa mengikuti seluruh argumen, tapi pada bagian akhir, kesimpulan justru terasa “berdiri sendiri”, maka coherence menurun.
Baca Juga: 30 Kosakata Advanced dalam Bahasa Inggris untuk Tes IELTS
—
Nah, lengkap sudah pembahasannya, mulai dari pengertian sampai kesalahan umum pada cohesion dan coherence. Sekarang kamu pasti sudah lebih paham, kan? Kamu memang perlu banyak berlatih menulis untuk bisa membuat tulisan yang cohesion dan coherence.
Biar tambah jago, kamu bisa berlatih langsung sama native speaker di English Academy. Di sini kamu bisa berlatih writing, speaking, dan skill bahasa Inggris lainnya bersama pengajar bersertifikasi internasional. Ditambah lagi, kelasnya interaktif dan bisa kamu akses kapanpun di mana pun! Tertarik?
Yuk, mulai persiapan IELTS dari sekarang bersama English Academy!
References:
IDP IELTS. (n.d). Coherence and Cohesion: Secrets to scoring high in IELTS Writing. Diakses pada 28 Mei 2026, dari https://ielts.idp.com/vietnam/about/news-and-articles/article-coherence-and-cohesion/en-gb?gclsrc=aw.ds&gad_source=1&gad_campaignid=23736125970&gbraid=0AAAAADPFTORGjiFJ7Fr5HjVDyhlcO-qqs&gclid=Cj0KCQjwkrzPBhCqARIsAJN460l6MTnE9dPabadzq35cyzx-is1szQkSk5m33fxdU2_I2ap8W2leTbYaAiPUEALw_wcB.
Telkom University Language Center. (n.d.). Meningkatkan Coherence & Cohesion di Writing Task 2 IELTS. Telkom University [Online]. Diakses pada 28 Mei 2026, dari https://lac.telkomuniversity.ac.id/meningkatkan-coherence-cohesion-di-writing-task-2-ielts/.

Cohesion and coherence sering dibahas bersama dan sama-sama mempengaruhi skor IELTS Writing, tapi keduanya punya makna dan fokus yang beda. Simak pembahasan lengkapnya di artikel ini!
—
Guys, kalau kalian sudah sampai ke artikel ini, artinya kalian sudah tahu apa itu IELTS scoring system dan band scores pada IELTS. Kalau belum, kamu bisa baca terlebih dulu tentang itu, karena pembahasan kali ini mengupas salah satu kriteria penilaian IELTS Writing, yaitu cohesion dan coherence.
Dalam persiapan IELTS Writing Test, sering kali peserta sudah menulis panjang-lebar dan kompleks, tapi tetap dapat skor rendah. Biasanya ini terjadi karena ide yang disampaikan tidak tersusun dengan baik dan materi yang sudah disiapkan tidak bisa dihubungkan secara logis. Selain itu, banyak peserta tes terlalu fokus pada vocabulary dan grammar.
Padahal, meningkatkan cohesion dan coherence bisa mempengaruhi skor tinggi. Kedua aspek yang akan kita bahas ini sangat berpengaruh dalam membuat tulisan menjadi lebih mudah dipahami dan komprehensif.
Sebenarnya, apa itu cohesion dan coherence dalam IELTS Writing? Apakah keduanya punya banyak perbedaan atau justru punya kesamaan yang signifikan? Simak yuk pembahasannya di sini!
Baca Juga: Yuk, Ketahui Perbedaan TOEFL, IELTS, TOEIC, PTE, dan EPT
Apa Itu Cohesion dan Coherence?
Sebelum pembahasannya lebih jauh, kamu perlu tahu dulu arti cohesion dan juga coherence.
Arti Cohesion
Pertama, mari kita bahas cohesion terlebih dulu. Secara makna, cohesion adalah kepaduan, keserasian, keterikatan atau bisa juga disebut cohesive (adjective) yang berarti padu, bersifat menyatukan.
Bayangkan, saat kamu sedang berada di sebuah gerbong kereta. Setiap gerbong itu dihubungkan dengan kait khusus yang kuat, sehingga satu gerbong dengan gerbong lainnya bisa saling terhubung. Hubungan antarbagian jelas dan tidak terlepas karena ada “pengait” itu tadi. Nah, begitu juga dalam sebuah teks, hubungan satu kalimat dengan kalimat lainnya harus saling terhubung. Itulah yang disebut cohesion/cohesive.
So, sederhananya cohesion adalah keterkaitan atau hubungan antar unsur dalam sebuah teks yang membuat kalimat-kalimat di dalamnya selaras satu sama lain. Gimana cara menyambungnya? Bisa pakai kata ganti, kata sambung, pengulangan kata, atau unsur bahasa lainnya yang membuat pembaca bisa melihat ada “ikatan” dalam teks tersebut.
Misalnya, pada kalimat “Aku membeli sebuah tumblr baru. Tumbler itu sangat menarik secara visual.” Ada dua kalimat dengan pembahasan yang berbeda, tapi melalui frasa “tumblr itu” dua kalimat terasa saling berkaitan. Inilah yang menunjukkan adanya cohesion pada kalimat di atas.
Pertanyaannya, apakah semua kalimat yang cohesive sudah pasti coherence? Belum tentu. Nah, makanya kita bahas yang selanjutnya.
Baca Juga: IELTS: Pengertian, Jenis, & Keterampilan yang Diujikan
Arti Coherence
Tadi kamu sudah tahu kan, kalau cohesion berbicara tentang bagaimana setiap bagian teks saling terkait. Maka, coherence berbicara tentang, apakah isi teks secara keseluruhan sudah masuk akal dan mudah dipahami sebagai satu kesatuan makna atau gagasan.
Oke, sekarang kita bayangkan lagi analogi kereta tadi. Jika cohesion kita sepakati sebagai “kait” yang menghubungkan antar gerbong kereta, maka coherence bisa dianalogikan seluruh rangkaian kereta yang bergerak ke tujuan yang sama.
Misalnya begini, dalam satu rangkaian gerbong kereta, antar gerbong sudah terhubung dengan baik (cohesion), tapi jika dalam satu rangkaian ada gerbong penumpang, gerbong hewan, dan gerbong batu bara disusun secara acak, maka rangkaian terasa membingungkan. Tujuan ada, hubungan ada, tapi makna secara keseluruhan menjadi kurang jelas/logis.
Jadi, bisa dikatakan coherence adalah kemampuan menyusun ide secara logis, sehingga pembaca mudah memahami tulisan. Teks yang coherence bukan sekadar tujuannya sama, melainkan bagaimana pembaca memahami hubungan antar ide tersebut. Dalam konteks IELTS Writing, berarti setiap paragraf atau antar paragraf harus memiliki fokus yang jelas atau tidak keluar dari topik utama yang dibahas.
Sebelum lanjut materi, kamu mau belajar bahasa Inggris jadi lebih lancar dan percaya diri? Yuk, temukan program belajar yang paling cocok untuk kamu di English Academy. Klik banner di bawah untuk mulai perjalanan belajarmu!
Perbedaan Cohesion dan Coherence
Cohesion dan coherence sering dibahas bersamaan, tapi keduanya melihat teks dari sudut pandang yang berbeda. Nah guys, ini dia nih tabel perbedaan keduanya.
| Perbedaan | Cohesion | Coherence |
| Fokus utama | Fokusnya pada hubungan antarunsur bahasa di dalam teks. So, cohesion menjawab pertanyaan: “Apakah kalimat-kalimat dalam teks saling terhubung?” | Fokusnya pada hubungan makna dan logika antargagasan di dalam teks. So, coherence menjawab pertanyaan: “Apakah ide-ide dalam teks bisa diterima akal?” |
| Sifat | Teknis | Konseptual |
| Indikator |
|
|
| Hubungan | Menghubungkan antarkalimat. | Menghubungkan antargagasan. |
| Contoh teks | “Pendidikan penting. Pendidikan tersebut memberikan pengetahuan. Pengetahuan itu bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.”
Kalimatnya sangat terhubung. Pembaca juga tahu apa yang dirujuk oleh “pendidikan tersebut”. |
“Pendidikan penting karena membantu masyarakat memperoleh pengetahuan. Dengan pengetahuan yang lebih baik, masyarakat dapat membuat keputusan yang lebih tepat tentang hidupnya.”
Di sini, kalimat bukan hanya sekadar nyambung, tetapi ada alur berpikir yang jelas: Pendidikan → Pengetahuan → Keputusan yang lebih tepat. |
Baca Juga: Pahami “Effort” dalam Writing dan Ubah Skor IELTS-mu Drastis!
Mengapa Cohesion dan Coherence Mempengaruhi Skor IELTS Writing?
Umumnya, examiner ingin melihat tulisan bukan hanya dari apa yang kamu tulis saja, tapi juga bagaimana kamu menyusun ide-ide itu. Jika kamu bisa menulis secara cohesive dan coherent, maka akan menjawab pertanyaan besar examiner:
“Apakah pembaca bisa mengikuti alur pemikiran penulis dengan mudah?”
So, IELTS memberi nilai pada cohesion dan coherence karena keduanya bisa menunjukkan kemampuan kamu mengimplementasikan ide ke dalam sebuah tulisan. Examiner ingin melihat seberapa efektif kamu menyampaikan dan mengorganisasi ide/gagasanmu ke dalam teks bahasa Inggris, bukan hanya sekadar kemampuan menyusun kalimat dalam bahasa Inggris.
Menariknya, coherence IELTS bisa saja dianggap lebih penting. Sebab, teks yang coherent biasanya masih mudah dipahami, meski cohesion kurang sempurna. Sebaliknya, jika teks hanya cohesive dan tidak coherent, sering kali isi teks tetap membingungkan.
Misalnya begini, examiner harus membaca 100 essay dalam sehari, tentu mereka tidak punya banyak waktu. Saat membaca tulisanmu, mereka ingin melihat apakah tulisan tersebut bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan penting mereka, seperti:
- Apa ide utama penulis?
- Bagaimana ide tersebut berkembang?
- Mengapa paragraf ini bisa muncul setelah paragraf sebelumnya?
- Kesimpulan logis.
Jika tulisanmu bisa menjawab semua pertanyaan examiner, maka tulisan terbukti coherence. Tentu sebaiknya coherence dan cohesion IELTS Writing Test kamu harus sama-sama baik. Sehingga, skor tes IELTS Writing-mu bisa sempurna.
Baca Juga: Skill Bahasa Inggris dalam IELTS : Listening, Reading, Writing, Speaking
Sudah sejauh mana kemampuan bahasa Inggris kamu? Yuk, cari tahu lewat placement test dari English Academy supaya kamu bisa tahu materi mana yang perlu ditingkatkan. Klik banner di bawah ini, GRATIS dan dapat sertifikat, lho!
Struktur IELTS Writing yang Membantu Meningkatkan Cohesion dan Coherence
Dari pembahasan sebelumnya bisa disimpulkan, bahwa prinsip dasar agar cohesion dan coherence dalam IELTS Writing bisa dicapai adalah dengan menyampaikan ide secara logis dan bertahap. Untuk itu, essay tidak bisa ditulis asal, setiap bagiannya harus memiliki fungsi berbeda yang saling mendukung. Berikut contoh struktur yang bisa membantu kamu meningkatkan cohesion dan coherence dalam IELTS Writing:
-
Opening/Introduction
Sesuai namanya, introduction ditujukan untuk memperkenalkan topik dan menggiring pembaca ke arah pembahasan. Pada bagian ini, hindari langsung memberikan banyak argumen. Sebaiknya kamu fokus ke isu yang akan dibahas dan posisi tulisanmu. Misalnya begini:
In recent years, online learning has become increasingly popular. While some people believe it offers greater flexibility, others argue that traditional classrooms remain more effective. This essay will discuss both perspectives.
Paragraf di atas adalah contoh coherence IELTS Writing. Kamu bisa lihat, bahwa topik diperkenalkan dengan jelas, sehingga examiner segera tahu apa yang akan dibahas penulis. Selain itu, tidak ada ide yang muncul secara tiba-tiba dan melenceng dari tujuan utama paragraf, yaitu opening atau introduction.
-
Body Paragraph 1
Bagian ini saatnya membahas satu ide utama. Kamu bisa menggunakan struktur paragraf berikut ini, khususnya bagi kamu yang masih berusaha menjaga coherence:
- Topic sentence (ide utama)
- Explanation (penjelasan ide)
- Example (contoh konkret)
- Closing sentence (penegasan)
Struktur ini “memaksa” kamu untuk fokus mengembangkan satu ide utama sampai tuntas, sebelum berpindah ke ide lainnya. Lihat contoh berikut:
[Topic sentence] One major advantage of online learning is its flexibility. [Explanation] This allows students to study at their own pace. [Example] For example, working adults can attend online courses in the evening without leaving their jobs. [Closing sentence] Therefore, online learning offers a practical solution for people with busy schedules.
-
Body Paragraph 2
Pada paragraf selanjutnya, kamu boleh membahas ide yang berbeda, tapi tetap relevan dengan topik. Kuncinya, tidak mengulangi poin-poin yang sudah dibahas pada paragraf sebelumnya. Setiap kalimat pada paragraf ini harus memberikan “kontribusi baru” terhadap argumen kamu di paragraf sebelumnya. Kamu boleh pakai struktur seperti berikut ini untuk variasi: topic sentence – explanation – closing sentence. Contohnya:
However, online learning may reduce direct interaction between students and teachers. Face-to-face communication often helps learners ask questions more effectively and receive immediate feedback. As a result, some students may find traditional classrooms more engaging.
-
Conclusion
Konklusi atau kesimpulan adalah gagasan akhir atau pernyataan ringkas yang bisa ditarik dari hasil pembahasan dan menegaskan kembali posisi tulisan mu. Karenanya, hindari penambahan argumen pada bagian ini agar tidak merusak coherence. Rumusnya, tarik ringkasan dari ide utama, lalu tegaskan kembali posisi mu. Contohnya:
In conclusion, online learning provides significant flexibility, while traditional classrooms offer stronger direct interaction. Therefore, the most suitable option depends on the needs and circumstances of individual learners.
Kesalahan Umum dengan Cohesion & Coherence
Banyak peserta IELTS mengira, kekurangan nilai karena masalah di grammar atau vocabulary. Padahal, justru sering kali masalahnya ada di cohesion dan coherence yang menahan mereka di Band 5-6. Biar kamu nggak melakukan kesalahan yang sama, simak yang berikut ini:
- Ide lompat-lompat (poor coherence)
Ini nih kesalahan yang paling sering ditemukan. Peserta tidak menyusun ide secara logis, maka tulisan terasa tidak mengalir dan tidak enak dibaca. Misalnya, kalimat pertama membahas penyebab, lalu kalimat berikutnya solusi, selanjutnya kembali lagi ke penyebab. Alur seperti ini membuat examiner harus menebak-nebak apa maksud ide yang ingin kamu sampaikan. Kamu bisa mengantisipasi ini dengan membuat outline singkat sebelum menulis.
- Terlalu banyak ide dalam satu paragraf
Kesalahan berikutnya masih soal ide, yaitu menulis paragraf tanpa ide utama yang tegas. Kalimatnya bisa jadi benar, tapi terlalu banyak ide dalam satu paragraf, akibatnya tidak ada ide utama yang dikembangkan dan justru malah muncul ide baru. Paragraf menjadi terasa seperti daftar poin-poin ide saja. Jadi, kamu bisa ingat skema ini: satu ide → dikembangkan/dijelaskan → diberi contoh → simpulkan.
- Penggunaan linking words berlebihan
Peserta sering kali berpikir, semakin banyak linking words atau kata penghubung (however, moreover, therefore, etc), maka skor akan semakin tinggi karena tulisan menjadi cohesive. Padahal, justru penggunaan linking words yang terlalu banyak, membuat hubungan logikanya menjadi tidak terlalu jelas. Penggunaan linking words memang penting, tapi penggunaan yang berlebihan akan membuat tulisan tidak natural. So, ingat guys, gunakan linking word hanya jika dibutuhkan. Kamu bisa variasikan di struktur kalimat, bukan hanya di linking word.
- Pemilihan linking words tidak tepat
Pemilihan linking words yang kurang tepat bisa membuat antarkalimat tidak nyambung. Contohnya, pada kalimat berikut: “Many students study online. However, it is convenient.” Kata “however” termasuk salah satu linking words yang menunjukkan pertentangan. Sementara, kalimat tersebut bukan pertentangan, jadi kurang cocok jika menggunakan however. Jika diubah jadi seperti ini: “Many students study online because it is convenient.” lebih enak dibaca dan mudah dipahami, bukan?
- Hubungan sebab-akibat tidak jelas
Kesalahan ini sering terjadi saat penulis menyampaikan beberapa pernyataan yang masih berada dalam topik yang sama, tapi semua kalimat berdiri sendiri tanpa ada hubungan yang jelas. Akibatnya, examiner hanya melihat kumpulan informasi, bukan serangkaian pemikiran. Untuk menghindari kesalahan ini, kamu bisa menggunakan pronoun untuk menghubungkan ide, memilih kata penghubung yang tepat, dan pastikan setiap kalimat yang disusun mendukung ide utama.
- Referensi yang tidak jelas
Ini kesalahan pada cohesion. Ketika penulis menggunakan kata rujukan seperti it, they, this, these, etc., tapi tanpa membuat pembaca yakin apa hal yang dirujuk. Pembaca jadi harus menebak kalimat atau kata mana yang menjadi rujukan. Misalnya kalimat berikut:
“The government introduced a new education policy. It was criticised by many people because it was expensive.”
“It” yang mana? Policy? Government? Or Criticism? Nah, bagaimana jika kalimat diubah menjadi: “The government introduced a new education policy. The policy was criticised by many people because it was expensive.” Rujukan ini tidak ambigu dan membingungkan.
- Terlalu sering mengulang kata yang sama
Kesalahan ini sering terjadi saat penulis menggunakan kata yang sama untuk mempertahankan topik pembahasan. Pengulangan kata memang bisa membantu cohesion, karena examiner jadi tahu apa yang sedang dibahas. Tapi jika penggunaannya berlebihan, justru memberi kesan tidak natural dan monoton pada tulisan. Ini justru bisa jadi penanda, bahwa penulis memiliki keterbatasan dalam mengelola bahasa. Sebaiknya, manfaatkan indikator cohesion lainnya juga, tidak melulu mengandalkan pengulangan kata.
- Konklusi tidak sesuai dengan isi tulisan
Kesalahan yang sering terjadi pada bagian ini, yaitu ketika kesimpulan tidak muncul secara alami dari argumen di poin pembahasan. Examiner bisa mengikuti seluruh argumen, tapi pada bagian akhir, kesimpulan justru terasa “berdiri sendiri”, maka coherence menurun.
Baca Juga: 30 Kosakata Advanced dalam Bahasa Inggris untuk Tes IELTS
—
Nah, lengkap sudah pembahasannya, mulai dari pengertian sampai kesalahan umum pada cohesion dan coherence. Sekarang kamu pasti sudah lebih paham, kan? Kamu memang perlu banyak berlatih menulis untuk bisa membuat tulisan yang cohesion dan coherence.
Biar tambah jago, kamu bisa berlatih langsung sama native speaker di English Academy. Di sini kamu bisa berlatih writing, speaking, dan skill bahasa Inggris lainnya bersama pengajar bersertifikasi internasional. Ditambah lagi, kelasnya interaktif dan bisa kamu akses kapanpun di mana pun! Tertarik?
Yuk, mulai persiapan IELTS dari sekarang bersama English Academy!
References:
IDP IELTS. (n.d). Coherence and Cohesion: Secrets to scoring high in IELTS Writing. Diakses pada 28 Mei 2026, dari https://ielts.idp.com/vietnam/about/news-and-articles/article-coherence-and-cohesion/en-gb?gclsrc=aw.ds&gad_source=1&gad_campaignid=23736125970&gbraid=0AAAAADPFTORGjiFJ7Fr5HjVDyhlcO-qqs&gclid=Cj0KCQjwkrzPBhCqARIsAJN460l6MTnE9dPabadzq35cyzx-is1szQkSk5m33fxdU2_I2ap8W2leTbYaAiPUEALw_wcB.
Telkom University Language Center. (n.d.). Meningkatkan Coherence & Cohesion di Writing Task 2 IELTS. Telkom University [Online]. Diakses pada 28 Mei 2026, dari https://lac.telkomuniversity.ac.id/meningkatkan-coherence-cohesion-di-writing-task-2-ielts/.




