Cerita Dongeng Bahasa Inggris: Thumbelina

Ikuti petualangan Thumbelina, gadis kecil seukuran ibu jari, dalam cerita bahasa Inggris. Temukan terjemahan, vocabulary, dan pola grammar yang digunakan dalam dongeng penuh pesan moral ini.
—
Parents, memperkenalkan boundaries pada anak sejak usia dini sangat penting sekali. Sehingga, saat besar nanti, anak bisa menjadi diri sendiri dan tidak harus mengikuti semua yang orang lain inginkan. Nilai ini bisa dikenalkan pada anak melalui metode cerita. Dongeng Thumbelina bisa jadi pilihan Parents, lho!
Dongeng ini bisa membantu anak memahami, bahwa mereka tetap bisa berbuat baik pada sesama tanpa harus selalu berusaha mengikuti keinginan semua orang. Meski dibalut dengan kisah romansa, nilai cerita sebenarnya lebih dekat dengan perjalanan mencari jati diri, kebebasan, dan rasa memiliki diri sendiri.
Nah, cerita Thumbelina bisa jadi metode tepat mengajarkan hal ini dengan cara yang menyenangkan. Nggak heran, dongeng ini sudah diterbitkan dalam berbagai bahasa, salah satunya bahasa Inggris yang bisa parents gunakan juga sebagai metode belajar bahasa Inggris untuk anak. Yuk, dalami kisahnya!
Baca Juga: Cerita Dongeng Bahasa Inggris: Sleeping Beauty
Mengenal Asal Usul Dongeng Thumbelina
Tahukah parents dari mana asal usul Thumbelina? Kisah tentang gadis seukuran ibu jari ini merupakan karya orisinil dari imajinasi penulis terkenal asal Denmark, Hans Christian Andersen atau dikenal dengan nama pena H.C. Andersen. Cerita ini pertama kali diterbitkan pada 16 Desember 1835 di Kopenhagen dalam kumpulan dongeng anak-anaknya. Pasca penerbitan pertamanya, cerita ini banyak diilustrasikan oleh seniman berbeda-beda selama bertahun-tahun.
Dalam bahasa aslinya, bahasa Denmark, karakter Thumbelina dinamai Tommelise. Karakter ini terinspirasi dari sebuah karakter bernama Tom Thumb dalam cerita rakyat klasik asal Inggris. Beberapa sumber menyebutkan, bahwa Andersen menyelipkan pengalaman emosionalnya ke dalam dongeng Thumbelina untuk menghidupkan karakter gadis ini dalam ceritanya.
Karya-karya Andersen lainnya memang dikenal banyak menyelipkan pengalaman pribadi. Banyak ahli sastra melihat, bahwa Thumbelina merupakan salah satunya. Tema besar karya Andersen seputar keterasingan, seperti seorang yang merasa tidak cocok dengan lingkungannya, lalu mencari tempat di mana ia dapat di terima.
So, asal usul Thumbelina bukan dari cerita legenda atau cerita rakyat turun-temurun, melainkan pengalaman pribadi Andersen. Itulah mengapa, cerita ini terasa begitu personal dan memiliki tema pencarian jati diri yang kuat.
Ringkasan Dongeng Thumbelina Bahasa Inggris
Nah, sekarang saatnya Parents menyelami Thumbelina story bersama si Kecil!
Thumbelina
There was once a married couple who wished for a child for many years. They longed for a baby more than anything, but they did not know how they could have one. At last, they went to an old witch who had special knowledge and might be able to help.
“We do so long for a child,” said the wife. “Can you tell us where we can find one?”
“Oh, that can be arranged,” replied the witch. “Here is a barley-corn for you. But this is no ordinary barley-corn. Plant it in a flowerpot, and you will see what happens next.”
“Thank you,” said the couple, and they paid the witch before returning home.
As soon as they planted the barley-corn, a beautiful flower sprang up. It looked like a tulip, but its petals were tightly closed, as if it were still a bud. The wife gently kissed the flower and said, “What a lovely flower…”
The moment she kissed the petals, there was a soft pop! The flower opened wide. And there, right in the center of the blossom, sitting on the flower’s delicate stamens, was a tiny little girl. She was so small, no bigger than a thumb, yet she was gentle and beautiful. Because of her tiny size, they named her Thumbelina.
Thumbelina was very happy living with the couple, who were ordinary people. They made her a lovely little bed from a walnut-shell. Soft blue violet petals became her mattress and a rose petal served as her blanket. There she slept at night. During the day, she loved to play around the house. One of her favorite games was sailing in a little boat made from a large tulip leaf. Thumbelina also had a sweet, gentle voice that was lovely to hear.
One night, while Thumbelina was fast asleep, a large old toad crept into the house and saw her lying in her tiny-pretty bed.
“This little girl would be a lovely wife for my son,” said the toad.
At once, she picked up the walnut-shell in which Thumbelina lay asleep. The toad planned to place her on a broad lily pad in the middle of a river. To make sure she could not escape, the toad chose the lily pad that was farthest from the riverbank.
When morning came, Thumbelina woke up and realized she was in a strange place all alone. She began to cry bitterly. At that very moment, the old toad returned to fetch Thumbelina’s little bed so it could be placed in the marsh. Bowing proudly, the toad said, “Look pretty girl, this is my son, who will be your husband. You will live happily together in the marsh I have prepared for you.”
Thumbelina was shocked. She could only weep for her unhappy fate.
The little fishes swimming below had heard everything. Feeling sorry for Thumbelina, they decided to help her. They nibbled through the stem of the lily pad she was standing on. Soon, the lily pad drifted away with the current, carrying Thumbelina far beyond the reach of the toad. As she floated downstream, butterflies and birds accompanied her on her journey through distant lands.
While she was traveling, a cockchafer flew past and spotted Thumbelina resting on the leaf. Then, the cockchafer quickly grabbed her tiny waist, and in an instant she was trapped. Meanwhile, the leaf floated away with the butterfly, while the cockchafer carried Thumbelina to a daisy flower.
Sadly, Thumbelina’s life became even more difficult. She was left all alone. Many female cockchafers called her ugly simply because she looked different from them.
All through the summer, poor Thumbelina lived alone in the great forest. She wove herself a little bed from blades of grass and hung it beneath a burdock leaf. Every day, she ate flower honey and drank drops of dew.
Before long, winter arrived. The burdock leaves that had sheltered her withered and fell away. Thumbelina began to shiver from the cold and hunger. There was no longer any place to keep her warm.
While searching for a new shelter, Thumbelina met a field mouse who kindly invited her to live in her home. The house was warm and cozy, with a barn full of food. Living with the kind field mouse, Thumbelina once again felt happy and loved.
But sadly, this happiness did not last long.
Everything changed when the field mouse decided that Thumbelina should marry a mole. The mole was unpleasant and unkind. Thumbelina did not want the marriage to happen, so she ran away. Once again, her life became difficult.
Fortunately, a flock of swallows came to her rescue. They carried Thumbelina far away to a warm and sunny land. There, Thumbelina met a wise and handsome king. The king asked Thumbelina to become the Queen of all Flowers. With great joy, Thumbelina accepted his proposal, and they lived happily ever after.
Baca Juga: Dongeng Bawang Merah Bawang Putih dalam Bahasa Inggris
Terjemahan Dongeng Thumbelina
Simak yuk Parents Thumbelina terjemahan berikut ini!
Thumbelina
Dulu ada sepasang suami istri berharap memiliki anak dari pernikahannya selama bertahun-tahun. Mereka sudah tidak tahu lagi bagaimana cara mendapatkannya, hingga suatu saat mereka mendatangi seseorang yang dipercaya bisa menolong.
“Kami sudah lama mendambakan anak. Bisakah Anda beritahu, di mana kami bisa mendapatkannya?” tanya sang istri.
“Oh! Itu bisa diatur,” jawab orang itu. “Ini ada biji barley untuk kalian. Tapi beda jenis dengan biji barley biasa. Tanamlah biji ini di dalam pot bunga dan kalian akan melihat apa yang selanjutnya terjadi.”
“Terima kasih,” kata sepasang suami istri itu, lalu kemudian mereka memberi orang itu bayaran.
Pulang ke rumah, mereka menanam biji itu dan seketika tumbuh kelopak bunga besar yang begitu indah. Ia tampak seperti tulip, tetapi daunnya tertutup rapat, seolah masih kuncup. Sang istri mengecup tanaman itu, sambil berkata, “bunga yang indah.”
Tepat setelah ia mencium daun-daun bunga itu, terdengar suara seperti letupan dari bunga. Bunganya mekar! Ajaibnya, di tengah bunga, di atas benang sari, duduk seorang anak perempuan mungil, lembut nan cantik. Ukurannya tidak lebih dari ibu jari, karena itulah ia dinamai Thumbelina.
Thumbelina begitu bahagia hidup bersama pasangan suami istri itu, yang merupakan manusia biasa. Sepasang suami istri itu membuatkan Thumbelina ranjang yang begitu indah terbuat dari kulit Kenari dengan daun violet biru menjadi kasurnya dan daun mawar sebagai selimutnya. Di sana tempat ia tidur di malam hari, tapi ketika siang ia bermain di sekitar rumah. Ia sangat suka bermain perahu dari sehelai daun tulip besar. Suara Thumbelina begitu lembut dan merdu.
Suatu malam, saat Thumbelina sedang tidur, seekor kodok tua besar menculiknya. Kodok itu langsung melihat ke ranjang Thumbelina dan berkata, “Gadis ini akan menjadi istri yang cantik untuk putraku.” Sang kodok langsung membawa Thumbelina bersama dengan ranjang tidur indahnya. Ia berencana menempatkan Thumbelina di daun teratai lebar yang letaknya di tengah sungai. Agar tidak mudah kabur, sang Kodok memilih daun teratai yang paling jauh.
Pagi tiba, Thumbelina menyadari bahwa ia berada di tempat yang asing, sendirian. Ia mulai menangis tersedu-sedu. Di saat yang sama, sang Kodok menyambangi Thumbelina untuk mengambil tempat tidurnya untuk diletakkan di rawa, ia membungkuk dan berkata, “Lihat, ini putraku yang akan menjadi suamimu. Kalian akan hidup bahagia bersama di rawa yang sudah kupersiapkan.” Thumbelina kaget dan terus menangisi dirinya yang malang.
Ikan-ikan yang mendengar percakapan itu, memutuskan menolong Thumbelina. Mereka menggerogoti daun tempat Thumbelina berdiri dan lama kelamaan daun itu pun hanyut terbawa arus, jauh sekali ke tempat di mana kodok itu tidak lagi bisa menjangkaunya. Kupu-kupu dan burung menemani perjalanannya melintasi negeri asing.
Dalam perjalanannya, seekor kumbang melihat Thumbelina di atas sehelai daun. Kemudian, sang Kumbang mencengkram erat pinggang mungil Thumbelina, seketika ia terperangkap. Sementara daun terbawa arus bersama kupu-kupu, kumbang menaruh Thumbelina pada bunga aster. Sayangnya, kehidupan Thumbelina kian miris, ia ditelantarkan. Banyak kumbang betina yang menyebutnya makhluk buruk rupa hanya karena mereka berbeda.
Sepanjang musim panas, Thumbelina yang malang hidup di hutan besar, menganyam sendiri tempat tidurnya dari rumput dan menggantungnya di bawah daun burdock. Setiap hari ia hanya menyantap madu bunga untuk makan dan embun untuk minum. Namun, tak lama musim dingin tiba, pohon burdock tempatnya berteduh layu berguguran. Ia mulai menggigil kedinginan dan kelaparan, tidak ada lagi tempat yang bisa menghangatkannya.
Dalam perjalanannya mencari tempat berlindung baru, Thumbelina bertemu seekor tikus ladang yang mengajaknya tinggal di rumahnya. Rumah yang begitu hangat dan nyaman, lengkap dengan lumbung yang penuh. Sejak bersama ibu tikus yang baik hati itu, Thumbelina mulai hidup bahagia dan penuh cinta.
Namun, ternyata ini tidak berlangsung lama. Semua terhenti saat ibu tikus berniat menjodohkannya dengan tikus tanah yang rupanya jahat dan menyebalkan. Thumbelina yang tidak ingin pernikahan itu terjadi, kemudian melarikan diri dan hidupnya kembali sulit. Beruntung, saat itu Thumbelina diselamatkan oleh sekelompok burung Layang. Mereka berhasil membawa Thumbelina ke daratan yang hangat.
Di sanalah Thumbelina bertemu dengan seorang raja yang bijaksana nan rupawan. Sang Raja meminta Thumbelina untuk menjadi ratu semua bunga. Thumbelina menerima pinangan itu dengan bahagia dan mereka hidup bahagia.
Ingin fasih bahasa Inggris dalam 3 bulan?
Yuk, belajar di English Academy dengan kurikulum berstandar internasional! Klik banner di bawah untuk konsultasi gratisnya.
Vocabulary dalam Dongeng Thumbelina
Parents, selain bonding dengan si Kecil, cerita Thumbelina di atas juga bisa lho untuk si Kecil belajar vocabulary bahasa Inggris. Apa aja sih yang bisa diketahui, check this out!
- Married couple = Sepasang suami istri
- Knowledge = Ilmu/Pengetahuan
- Barley-corn = Biji barley (sejenis gandum)
- Witch = Penyihir
- Petals = Kelopak bunga
- Blossom = Bunga yang mekar
- Stamens = Benang sari (sebuah bagian pada bunga)
- Tiny = Sangat kecil/mungil
- Thumb = Ibu jari/jempol
- Walnut shell = Cangkang kulit kenari
- Toad = Kodok
- Lily pad = Daun teratai
- Riverbank = Tepi sungai
- Fetch = Mengambil
- Bowing = Membungkuk
- Nibble = Menggigit kecil-kecil/menggerogoti
- Stem = Tangkai batang
- Downstream = Menyusuri arus ke hilir
- Accompany = Menemani
- Cockchafer = Kumbang koksi (sejenis kumbang besar)
- Blades of grass = Helai-helai rumput
- Shelter = Tempat berlindung
- Mole = Tikus tanah
- Unpleasant = Tidak menyenangkan/menyebalkan
- Flock of swallows = Sekelompok burung layang-layang
Baca Juga: Cerita Dongeng Bahasa Inggris: Timun Mas dan Terjemahannya
Contoh Kalimat Sederhana dari Dongeng Thumbelina
Kalau parents mulai mengajarkan susunan kalimat atau grammar pada si Kecil, parents juga bisa mengambil contoh dari cerita Thumbelina di atas. Berikut beberapa contoh kalimatnya dari yang dasar sampai menengah.
No.
Kalimat
Arti
Grammar
1.
A husband and wife wished for a child.
Sepasang suami istri menginginkan seorang anak.
Simple past (wished) untuk menunjukkan kejadian tersebut sudah terjadi.
2.
Can you tell us where we can find one?
Bisakah Anda memberitahu kami di mana kami bisa mendapatkannya?
Indirect question
3.
Plant this barley-corn in a flowerpot.
Tanamlah biji barley ini di dalam pot bunga.
Imperative sentence (kalimat perintah)
4.
You will see what happens next.
Kalian akan melihat apa yang terjadi selanjutnya.
Simple future (will+verb)
5.
The flower looked like a tulip.
Bunga itu terlihat seperti tulip.
Linking verb (looked like)
6.
She was no bigger than a thumb.
Dia tidak lebih besar dari ibu jari.
Comparative structure (bigger that)
7.
While Thumbelina was sleeping, a toad entered the house.
Saat Thumbelina sedang tidur, seekor katak masuk ke dalam rumah.
Past continuous + simple past
8.
She was called ugly because she looked different.
Ia disebut jelek karena terlihat berbeda.
Passive voice (was called)
9.
The leaves had withered before winter became harsher.
Daun-daunnya sudah layu sebelum musim dingin menjadi lebih parah.
Past perfect
10.
As soon as they planted the barley-corn, a flower sprang up.
Begitu mereka menanam biji barley itu, sebuah bunga tumbuh.
Time clause (As soon as…)
Baca Juga: 10 Cerita Fairy Tale Bahasa Inggris, Nggak Cuma Cinderella!
—
Seru kan parents mendongeng untuk anak sambil belajar vocabulary! Parents bisa membiasakan anak read aloud cerita berbahasa Inggris sesaat sebelum tidur agar kemampuan bahasa Inggris si Kecil semakin terasah.
Parents juga bisa melatih kemampuan bahasa Inggris si Kecil dengan lebih serius bersama English Academy. Ada berbagai kelas yang bisa parents sesuaikan dengan usia dan kemampuan anak untuk diikuti. Jadi, proses belajar lebih mengasyikkan. Apalagi, staf pengajar sudah bersertifikasi internasional
Penasaran seperti apa kelasnya? Klik banner di bawah ini untuk ikuti Trial Class-nya ya, GRATIS!
References:
Pookpress UK. (n.d.). Thumbelina. Diakses pada 27 Mei 2026, dari https://www.pookpress.co.uk/thumbelina-hans-christian-andersen/.
Afrisia, Rizky Sekar. 2018. Penulis ‘Thumbelina’ di Balik Hari Buku Anak Internasional. CNN Indonesia. Diakses pada 27 Mei 2026, dari https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20180402125913-241-287554/penulis-thumbelina-di-balik-hari-buku-anak-internasional.

Ikuti petualangan Thumbelina, gadis kecil seukuran ibu jari, dalam cerita bahasa Inggris. Temukan terjemahan, vocabulary, dan pola grammar yang digunakan dalam dongeng penuh pesan moral ini.
—
Parents, memperkenalkan boundaries pada anak sejak usia dini sangat penting sekali. Sehingga, saat besar nanti, anak bisa menjadi diri sendiri dan tidak harus mengikuti semua yang orang lain inginkan. Nilai ini bisa dikenalkan pada anak melalui metode cerita. Dongeng Thumbelina bisa jadi pilihan Parents, lho!
Dongeng ini bisa membantu anak memahami, bahwa mereka tetap bisa berbuat baik pada sesama tanpa harus selalu berusaha mengikuti keinginan semua orang. Meski dibalut dengan kisah romansa, nilai cerita sebenarnya lebih dekat dengan perjalanan mencari jati diri, kebebasan, dan rasa memiliki diri sendiri.
Nah, cerita Thumbelina bisa jadi metode tepat mengajarkan hal ini dengan cara yang menyenangkan. Nggak heran, dongeng ini sudah diterbitkan dalam berbagai bahasa, salah satunya bahasa Inggris yang bisa parents gunakan juga sebagai metode belajar bahasa Inggris untuk anak. Yuk, dalami kisahnya!
Baca Juga: Cerita Dongeng Bahasa Inggris: Sleeping Beauty
Mengenal Asal Usul Dongeng Thumbelina
Tahukah parents dari mana asal usul Thumbelina? Kisah tentang gadis seukuran ibu jari ini merupakan karya orisinil dari imajinasi penulis terkenal asal Denmark, Hans Christian Andersen atau dikenal dengan nama pena H.C. Andersen. Cerita ini pertama kali diterbitkan pada 16 Desember 1835 di Kopenhagen dalam kumpulan dongeng anak-anaknya. Pasca penerbitan pertamanya, cerita ini banyak diilustrasikan oleh seniman berbeda-beda selama bertahun-tahun.
Dalam bahasa aslinya, bahasa Denmark, karakter Thumbelina dinamai Tommelise. Karakter ini terinspirasi dari sebuah karakter bernama Tom Thumb dalam cerita rakyat klasik asal Inggris. Beberapa sumber menyebutkan, bahwa Andersen menyelipkan pengalaman emosionalnya ke dalam dongeng Thumbelina untuk menghidupkan karakter gadis ini dalam ceritanya.
Karya-karya Andersen lainnya memang dikenal banyak menyelipkan pengalaman pribadi. Banyak ahli sastra melihat, bahwa Thumbelina merupakan salah satunya. Tema besar karya Andersen seputar keterasingan, seperti seorang yang merasa tidak cocok dengan lingkungannya, lalu mencari tempat di mana ia dapat di terima.
So, asal usul Thumbelina bukan dari cerita legenda atau cerita rakyat turun-temurun, melainkan pengalaman pribadi Andersen. Itulah mengapa, cerita ini terasa begitu personal dan memiliki tema pencarian jati diri yang kuat.
Ringkasan Dongeng Thumbelina Bahasa Inggris
Nah, sekarang saatnya Parents menyelami Thumbelina story bersama si Kecil!
Thumbelina
There was once a married couple who wished for a child for many years. They longed for a baby more than anything, but they did not know how they could have one. At last, they went to an old witch who had special knowledge and might be able to help.
“We do so long for a child,” said the wife. “Can you tell us where we can find one?”
“Oh, that can be arranged,” replied the witch. “Here is a barley-corn for you. But this is no ordinary barley-corn. Plant it in a flowerpot, and you will see what happens next.”
“Thank you,” said the couple, and they paid the witch before returning home.
As soon as they planted the barley-corn, a beautiful flower sprang up. It looked like a tulip, but its petals were tightly closed, as if it were still a bud. The wife gently kissed the flower and said, “What a lovely flower…”
The moment she kissed the petals, there was a soft pop! The flower opened wide. And there, right in the center of the blossom, sitting on the flower’s delicate stamens, was a tiny little girl. She was so small, no bigger than a thumb, yet she was gentle and beautiful. Because of her tiny size, they named her Thumbelina.
Thumbelina was very happy living with the couple, who were ordinary people. They made her a lovely little bed from a walnut-shell. Soft blue violet petals became her mattress and a rose petal served as her blanket. There she slept at night. During the day, she loved to play around the house. One of her favorite games was sailing in a little boat made from a large tulip leaf. Thumbelina also had a sweet, gentle voice that was lovely to hear.
One night, while Thumbelina was fast asleep, a large old toad crept into the house and saw her lying in her tiny-pretty bed.
“This little girl would be a lovely wife for my son,” said the toad.
At once, she picked up the walnut-shell in which Thumbelina lay asleep. The toad planned to place her on a broad lily pad in the middle of a river. To make sure she could not escape, the toad chose the lily pad that was farthest from the riverbank.
When morning came, Thumbelina woke up and realized she was in a strange place all alone. She began to cry bitterly. At that very moment, the old toad returned to fetch Thumbelina’s little bed so it could be placed in the marsh. Bowing proudly, the toad said, “Look pretty girl, this is my son, who will be your husband. You will live happily together in the marsh I have prepared for you.”
Thumbelina was shocked. She could only weep for her unhappy fate.
The little fishes swimming below had heard everything. Feeling sorry for Thumbelina, they decided to help her. They nibbled through the stem of the lily pad she was standing on. Soon, the lily pad drifted away with the current, carrying Thumbelina far beyond the reach of the toad. As she floated downstream, butterflies and birds accompanied her on her journey through distant lands.
While she was traveling, a cockchafer flew past and spotted Thumbelina resting on the leaf. Then, the cockchafer quickly grabbed her tiny waist, and in an instant she was trapped. Meanwhile, the leaf floated away with the butterfly, while the cockchafer carried Thumbelina to a daisy flower.
Sadly, Thumbelina’s life became even more difficult. She was left all alone. Many female cockchafers called her ugly simply because she looked different from them.
All through the summer, poor Thumbelina lived alone in the great forest. She wove herself a little bed from blades of grass and hung it beneath a burdock leaf. Every day, she ate flower honey and drank drops of dew.
Before long, winter arrived. The burdock leaves that had sheltered her withered and fell away. Thumbelina began to shiver from the cold and hunger. There was no longer any place to keep her warm.
While searching for a new shelter, Thumbelina met a field mouse who kindly invited her to live in her home. The house was warm and cozy, with a barn full of food. Living with the kind field mouse, Thumbelina once again felt happy and loved.
But sadly, this happiness did not last long.
Everything changed when the field mouse decided that Thumbelina should marry a mole. The mole was unpleasant and unkind. Thumbelina did not want the marriage to happen, so she ran away. Once again, her life became difficult.
Fortunately, a flock of swallows came to her rescue. They carried Thumbelina far away to a warm and sunny land. There, Thumbelina met a wise and handsome king. The king asked Thumbelina to become the Queen of all Flowers. With great joy, Thumbelina accepted his proposal, and they lived happily ever after.
Baca Juga: Dongeng Bawang Merah Bawang Putih dalam Bahasa Inggris
Terjemahan Dongeng Thumbelina
Simak yuk Parents Thumbelina terjemahan berikut ini!
Thumbelina
Dulu ada sepasang suami istri berharap memiliki anak dari pernikahannya selama bertahun-tahun. Mereka sudah tidak tahu lagi bagaimana cara mendapatkannya, hingga suatu saat mereka mendatangi seseorang yang dipercaya bisa menolong.
“Kami sudah lama mendambakan anak. Bisakah Anda beritahu, di mana kami bisa mendapatkannya?” tanya sang istri.
“Oh! Itu bisa diatur,” jawab orang itu. “Ini ada biji barley untuk kalian. Tapi beda jenis dengan biji barley biasa. Tanamlah biji ini di dalam pot bunga dan kalian akan melihat apa yang selanjutnya terjadi.”
“Terima kasih,” kata sepasang suami istri itu, lalu kemudian mereka memberi orang itu bayaran.
Pulang ke rumah, mereka menanam biji itu dan seketika tumbuh kelopak bunga besar yang begitu indah. Ia tampak seperti tulip, tetapi daunnya tertutup rapat, seolah masih kuncup. Sang istri mengecup tanaman itu, sambil berkata, “bunga yang indah.”
Tepat setelah ia mencium daun-daun bunga itu, terdengar suara seperti letupan dari bunga. Bunganya mekar! Ajaibnya, di tengah bunga, di atas benang sari, duduk seorang anak perempuan mungil, lembut nan cantik. Ukurannya tidak lebih dari ibu jari, karena itulah ia dinamai Thumbelina.
Thumbelina begitu bahagia hidup bersama pasangan suami istri itu, yang merupakan manusia biasa. Sepasang suami istri itu membuatkan Thumbelina ranjang yang begitu indah terbuat dari kulit Kenari dengan daun violet biru menjadi kasurnya dan daun mawar sebagai selimutnya. Di sana tempat ia tidur di malam hari, tapi ketika siang ia bermain di sekitar rumah. Ia sangat suka bermain perahu dari sehelai daun tulip besar. Suara Thumbelina begitu lembut dan merdu.
Suatu malam, saat Thumbelina sedang tidur, seekor kodok tua besar menculiknya. Kodok itu langsung melihat ke ranjang Thumbelina dan berkata, “Gadis ini akan menjadi istri yang cantik untuk putraku.” Sang kodok langsung membawa Thumbelina bersama dengan ranjang tidur indahnya. Ia berencana menempatkan Thumbelina di daun teratai lebar yang letaknya di tengah sungai. Agar tidak mudah kabur, sang Kodok memilih daun teratai yang paling jauh.
Pagi tiba, Thumbelina menyadari bahwa ia berada di tempat yang asing, sendirian. Ia mulai menangis tersedu-sedu. Di saat yang sama, sang Kodok menyambangi Thumbelina untuk mengambil tempat tidurnya untuk diletakkan di rawa, ia membungkuk dan berkata, “Lihat, ini putraku yang akan menjadi suamimu. Kalian akan hidup bahagia bersama di rawa yang sudah kupersiapkan.” Thumbelina kaget dan terus menangisi dirinya yang malang.
Ikan-ikan yang mendengar percakapan itu, memutuskan menolong Thumbelina. Mereka menggerogoti daun tempat Thumbelina berdiri dan lama kelamaan daun itu pun hanyut terbawa arus, jauh sekali ke tempat di mana kodok itu tidak lagi bisa menjangkaunya. Kupu-kupu dan burung menemani perjalanannya melintasi negeri asing.
Dalam perjalanannya, seekor kumbang melihat Thumbelina di atas sehelai daun. Kemudian, sang Kumbang mencengkram erat pinggang mungil Thumbelina, seketika ia terperangkap. Sementara daun terbawa arus bersama kupu-kupu, kumbang menaruh Thumbelina pada bunga aster. Sayangnya, kehidupan Thumbelina kian miris, ia ditelantarkan. Banyak kumbang betina yang menyebutnya makhluk buruk rupa hanya karena mereka berbeda.
Sepanjang musim panas, Thumbelina yang malang hidup di hutan besar, menganyam sendiri tempat tidurnya dari rumput dan menggantungnya di bawah daun burdock. Setiap hari ia hanya menyantap madu bunga untuk makan dan embun untuk minum. Namun, tak lama musim dingin tiba, pohon burdock tempatnya berteduh layu berguguran. Ia mulai menggigil kedinginan dan kelaparan, tidak ada lagi tempat yang bisa menghangatkannya.
Dalam perjalanannya mencari tempat berlindung baru, Thumbelina bertemu seekor tikus ladang yang mengajaknya tinggal di rumahnya. Rumah yang begitu hangat dan nyaman, lengkap dengan lumbung yang penuh. Sejak bersama ibu tikus yang baik hati itu, Thumbelina mulai hidup bahagia dan penuh cinta.
Namun, ternyata ini tidak berlangsung lama. Semua terhenti saat ibu tikus berniat menjodohkannya dengan tikus tanah yang rupanya jahat dan menyebalkan. Thumbelina yang tidak ingin pernikahan itu terjadi, kemudian melarikan diri dan hidupnya kembali sulit. Beruntung, saat itu Thumbelina diselamatkan oleh sekelompok burung Layang. Mereka berhasil membawa Thumbelina ke daratan yang hangat.
Di sanalah Thumbelina bertemu dengan seorang raja yang bijaksana nan rupawan. Sang Raja meminta Thumbelina untuk menjadi ratu semua bunga. Thumbelina menerima pinangan itu dengan bahagia dan mereka hidup bahagia.
Ingin fasih bahasa Inggris dalam 3 bulan?
Yuk, belajar di English Academy dengan kurikulum berstandar internasional! Klik banner di bawah untuk konsultasi gratisnya.
Vocabulary dalam Dongeng Thumbelina
Parents, selain bonding dengan si Kecil, cerita Thumbelina di atas juga bisa lho untuk si Kecil belajar vocabulary bahasa Inggris. Apa aja sih yang bisa diketahui, check this out!
- Married couple = Sepasang suami istri
- Knowledge = Ilmu/Pengetahuan
- Barley-corn = Biji barley (sejenis gandum)
- Witch = Penyihir
- Petals = Kelopak bunga
- Blossom = Bunga yang mekar
- Stamens = Benang sari (sebuah bagian pada bunga)
- Tiny = Sangat kecil/mungil
- Thumb = Ibu jari/jempol
- Walnut shell = Cangkang kulit kenari
- Toad = Kodok
- Lily pad = Daun teratai
- Riverbank = Tepi sungai
- Fetch = Mengambil
- Bowing = Membungkuk
- Nibble = Menggigit kecil-kecil/menggerogoti
- Stem = Tangkai batang
- Downstream = Menyusuri arus ke hilir
- Accompany = Menemani
- Cockchafer = Kumbang koksi (sejenis kumbang besar)
- Blades of grass = Helai-helai rumput
- Shelter = Tempat berlindung
- Mole = Tikus tanah
- Unpleasant = Tidak menyenangkan/menyebalkan
- Flock of swallows = Sekelompok burung layang-layang
Baca Juga: Cerita Dongeng Bahasa Inggris: Timun Mas dan Terjemahannya
Contoh Kalimat Sederhana dari Dongeng Thumbelina
Kalau parents mulai mengajarkan susunan kalimat atau grammar pada si Kecil, parents juga bisa mengambil contoh dari cerita Thumbelina di atas. Berikut beberapa contoh kalimatnya dari yang dasar sampai menengah.
| No. | Kalimat | Arti | Grammar |
| 1. | A husband and wife wished for a child. | Sepasang suami istri menginginkan seorang anak. | Simple past (wished) untuk menunjukkan kejadian tersebut sudah terjadi. |
| 2. | Can you tell us where we can find one? | Bisakah Anda memberitahu kami di mana kami bisa mendapatkannya? | Indirect question |
| 3. | Plant this barley-corn in a flowerpot. | Tanamlah biji barley ini di dalam pot bunga. | Imperative sentence (kalimat perintah) |
| 4. | You will see what happens next. | Kalian akan melihat apa yang terjadi selanjutnya. | Simple future (will+verb) |
| 5. | The flower looked like a tulip. | Bunga itu terlihat seperti tulip. | Linking verb (looked like) |
| 6. | She was no bigger than a thumb. | Dia tidak lebih besar dari ibu jari. | Comparative structure (bigger that) |
| 7. | While Thumbelina was sleeping, a toad entered the house. | Saat Thumbelina sedang tidur, seekor katak masuk ke dalam rumah. | Past continuous + simple past |
| 8. | She was called ugly because she looked different. | Ia disebut jelek karena terlihat berbeda. | Passive voice (was called) |
| 9. | The leaves had withered before winter became harsher. | Daun-daunnya sudah layu sebelum musim dingin menjadi lebih parah. | Past perfect |
| 10. | As soon as they planted the barley-corn, a flower sprang up. | Begitu mereka menanam biji barley itu, sebuah bunga tumbuh. | Time clause (As soon as…) |
Baca Juga: 10 Cerita Fairy Tale Bahasa Inggris, Nggak Cuma Cinderella!
—
Seru kan parents mendongeng untuk anak sambil belajar vocabulary! Parents bisa membiasakan anak read aloud cerita berbahasa Inggris sesaat sebelum tidur agar kemampuan bahasa Inggris si Kecil semakin terasah.
Parents juga bisa melatih kemampuan bahasa Inggris si Kecil dengan lebih serius bersama English Academy. Ada berbagai kelas yang bisa parents sesuaikan dengan usia dan kemampuan anak untuk diikuti. Jadi, proses belajar lebih mengasyikkan. Apalagi, staf pengajar sudah bersertifikasi internasional
Penasaran seperti apa kelasnya? Klik banner di bawah ini untuk ikuti Trial Class-nya ya, GRATIS!
References:
Pookpress UK. (n.d.). Thumbelina. Diakses pada 27 Mei 2026, dari https://www.pookpress.co.uk/thumbelina-hans-christian-andersen/.
Afrisia, Rizky Sekar. 2018. Penulis ‘Thumbelina’ di Balik Hari Buku Anak Internasional. CNN Indonesia. Diakses pada 27 Mei 2026, dari https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20180402125913-241-287554/penulis-thumbelina-di-balik-hari-buku-anak-internasional.



