Cara Follow Up Hasil Interview Kerja dalam Bahasa Inggris dan Contohnya

Cara Follow Up Interview Kerja

Sudah selesai wawancara kerja tapi belum ada kabar lanjutan? Hmm, hati-hati! Kamu harus segera melakukan follow up interview kerja supaya terhindar dari ghosting-an recruiter!

--

Hai! Apakah kamu seorang fresh graduate? Atau kamu sudah berpengalaman di dunia profesional? Apa pun itu, jika saat ini berstatus sebagai seorang jobseeker yang sedang berjuang mendapatkan pekerjaan, maka kamu wajib memahami tips dan cara follow up hasil interview kerja pada perusahaan yang dilamar. 

Kenapa sih, kita harus memahami cara follow up setelah interview? Pasalnya, tak sedikit lo kandidat yang di-ghosting oleh HR setelah melakukan wawancara kerja. Padahal, banyak di antara mereka yang mungkin sudah mengikuti berbagai tips seperti yang ada di artikel Ini, Nih, Contoh Interview Bahasa Inggris - Pertanyaan dan Jawabannya.

Apakah kamu salah satunya? Misal, setelah interview, recruiter yang mewawancarai-mu berjanji untuk mengabari hasilnya dalam waktu satu atau dua minggu, tapi ternyata nihil. Padahal, sebelumnya kamu sudah effort untuk mengirim thank you letter. Sedih, deh.

Maka dari itu, kita harus berinisiatif untuk bertanya mengenai progres lamaran pada recruiter terkait, guys! Siapa tahu dengan mengirimkan follow up, kamu bisa terhindar dari ghosting-an para recruiter dan mendapat peluang lolos yang lebih tinggi.  

So, karena saat ini sudah banyak company yang melakukan recruitment menggunakan bahasa Inggris, yuk, pahami cara follow up hasil interview kerja dalam bahasa Inggris di artikel ini, lengkap dengan tips dan contoh template-nya!

 

Apa yang Dimaksud dengan Follow Up?

For your information, sebelumnya juga kita pernah membahas arti follow up pada artikel istilah-istilah dalam dunia kerja, lo. Dalam hal ini, follow up interview kerja adalah cara seorang kandidat untuk menindaklanjuti atau menanyakan hasil interview pada HRD suatu perusahaan yang dilamar. Intinya, kamu dapat menanyakan kepastian melalui follow up ini.

Umumnya, follow up interview kerja dikirim melalui email, atau bisa juga menyesuaikan dengan media yang sebelumnya dipakai, misal melalui chat di platform pencari kerja, melalui WhatsApp, dan lain sebagainya. 

 

Apakah Boleh Follow Up Hasil Interview?

Exactly yes! Melakukan follow up bukanlah suatu hal yang salah. Justru kamu dapat membantu mengingatkan rekruter tentang proses kamu, atau terkait deadline dari hasil wawancara yang telah dilakukan sebelumnya. Bukankah kandidat juga membutuhkan informasi mengenai hasil dari perusahaan terkait? Kecuali, pada saat interview, rekruter sudah mengatakan seperti ini:

We will discuss the results of this interview with management first. If we do not contact you within 2 weeks starting from today, it means that you have not had the opportunity to join our company with this position.

(Kami akan mendiskusikan hasil wawancara kerja ini dengan manajemen terlebih dahulu. Jika kami tidak menghubungi kamu dalam waktu 2 pekan terhitung mulai dari hari ini, maka artinya kamu belum berkesempatan untuk gabung di perusahaan kami dengan posisi ini.)

Kalau posisinya seperti di atas, maka kamu tinggal menunggu waktu hingga dua pekan, lalu menunggu hasilnya. Kalau tidak mendapat kabar, tandanya kamu perlu berjuang kembali untuk melamar di perusahaan yang lain.

Oleh karena itu, pada sesi akhir interview, ada baiknya kamu menanyakan timeline kepada HRD. Biasanya pihak perekrut sudah menetapkan timeline perekrutan, tetapi ada juga yang schedule-nya berubah-ubah.  Contoh:

When will the results of this interview be announced? In addition, if I passed this stage, is there a further selection stage?

(Kira-kira kapan ya hasil interview ini diumumkan? Selain itu,  jika nanti lolos, apakah ada tahap seleksi selanjutnya?)

Untuk menyampaikan pertanyaan tersebut, tunggu sampai kamu diberikan kesempatan untuk bertanya agar tidak memotong pembahasan. Selain itu, jangan menanyakan suatu hal yang sebelumnya dijelaskan pada awal sesi wawancara. Focus!

 

Penasaran sejauh apa skill yang kamu miliki dalam berbahasa Inggris? Kira-kira, nanti bisa nggak ya buat nulis follow up interview kerja untuk recruiter? Yuk, kenali kemampuan bahasa Inggris kamu terlebih dahulu melalui Placement Test dan temukan kelas terbaik untuk boost bahasa Inggris-mu! Free dan bersertifikat, lo.

Placement Test English Academy

 

Bagaimana Cara Menanyakan Kelanjutan Lamaran Kerja dalam Bahasa Inggris?

Sebelum mengirimkan pesan mengenai kabar kelanjutan lamaran kerja, berikut adalah beberapa hal yang perlu kamu perhatikan:

Cara Follow Up Interview Kerja

 

1. Kapan Follow Up Interview Harus Dilakukan?

Sebagai seorang jobseeker, hal paling penting yang harus diperhatikan adalah attitude dan profesionalitas. Maka dari itu, sebelum mengirimkan follow up, kamu dapat menunggu beberapa hari terlebih dahulu. Jangan langsung hubungi recruiter keesokan harinya. Bahkan, umumnya kandidat menghubungi at least satu sampai dua minggu setelah interview terakhir dilaksanakan. 

Jadi, kamu tidak bisa bertanya kabar kelanjutan seleksi di hari yang sama, kecuali yang ingin kamu kirim adalah thank you note atau ucapan terima kasih pada recruiter terhadap kesempatan yang sudah diberikan.

2. Bagaimana Cara Follow Up yang Baik dalam Bahasa Inggris?

Cara follow up yang baik adalah be brief and clear, yaitu mengirimkan pesan dengan singkat, tidak bertele-tele, dan jelas terhadap tujuan yang dimaksud. Selain itu, jika berbicara bagaimana cara follow up hasil interview dalam bahasa Inggris, jangan lupa untuk menggunakan bahasa Inggris yang formal sehingga isi emailmu sopan dan profesional. Oh ya,  cek grammar juga jangan sampai terlewat ya!

3. Confirm your Interest

Saat akan melakukan kelanjutan hasil interview, kamu juga dapat menegaskan kembali antusiasmu mengenai posisi tersebut. Misal, kamu mendaftar untuk posisi Social Media Manager, sampaikan kepada rekruter melalui satu sampai tiga kalimat tentang mengapa kamu tertarik dengan posisi tersebut.

4. Reiterate your top qualifications

Kamu dapat mendukung ketertarikan yang sebelumnya diutarakan menggunakan kualifikasi yang paling cocok dengan requirement dari company. Contoh, perusahaan tujuan kamu menulis requirement “minimal experience two years” untuk posisi SEO Content Writer, dan ternyata kamu memenuhinya. Maka, dalam follow up, bisa kamu jelaskan bahwa, “I have experience in writing and optimizing SEO articles using Ahref tools and other SEO tools for 2 years.“

5. Express your gratitude

Tahapan selanjutnya adalah mengucapkan terima kasih sebagai apresiasimu kepada recruiter terhadap waktu yang telah mereka berikan untuk membaca email. Buatlah kesan baik kepada perekrut kerja.

 

Do(s) and Don't(s) Melakukan Follow Up Hasil Interview Kerja 

Ketika hendak melakukan follow up, ada beberapa hal yang harus digarisbawahi mengenai do and don't. Mari, lihat gambar di bawah ini!

 

Bagaimana follow up hasil interview kerja?

 

1. Perhatikan waktu ketika akan menghubungi recruiter. Kamu mengirim pesan di luar jam kerja? Hm, nggak dulu deh

2. Menanti kabar baik memang tak mudah, tapi jangan sampai membombardir perekrut dengan pesan yang dikirim setiap hari. Mereka membutuhkan waktu yang cukup banyak dalam proses penyaringan talent.

3. Bertanya soal kelanjutan untuk bekerja di perusahaan tujuan adalah hal yang lumrah. Akan tetapi, jika kamu memaksa dan tidak melakukan follow up dengan baik, siap-siap saja untuk kehilangan kesempatan. Nggak mau, kan?

 

Cara Melakukan Follow Up Hasil Interview Kerja dalam Bahasa Inggris melalui Email

Setelah mengetahui tips untuk bertanya kabar terkait bagaimana cara follow up hasil interview, sekarang kita akan berlanjut pada struktur email atau contoh template follow up interview email. Kamu bisa melihat gambar di bawah ini:

 

Template email follow up interview kerja

1. Subject Email

Jangan sampai subject email kamu kosong ya! Simple, isilah subject dengan “Follow up interview - nama lengkap - nama posisi yang dilamar”. Dengan begini, kemungkinan recruiter untuk membaca pesanmu akan lebih besar.

2. Tujuan Email

Tulis kepada siapa pesan tersebut ditujukan. Jika sebelumnya kamu sudah melewati banyak step dan melakukan interview lebih dari satu kali, kamu cukup tulisan “Dear PT. XYZ’s Hiring Team”.

Tapi, jika hanya “dihandle” oleh satu recruiter, sebaiknya kamu langsung menuliskan nama recruiter tersebut.

3. Paragraf/Kalimat Pembuka

Pada kalimat pembuka, selalu dahulukan dengan greeting atau salam. Selanjutnya, kamu bisa memperkenalkan diri kembali dan jelaskan bahwa kamu adalah salah satu kandidat posisi X yang pernah melakukan interview untuk posisi Z pada tanggal, hari, dan jam Y bersama si recruiter.

4. Jelaskan Purpose, Interest, dan Experience

Seperti yang sudah dijelaskan di awal artikel ini, tuliskan tujuan mengirim email, ketertarikan pada posisi yang dilamar, dan pengalaman yang relevan. Oh ya, kamu dapat mengatakan bahwa kamu merasa sangat tertarik dan pantas untuk posisi yang dipilih. Ingat! Tulis secara singkat saja ya.

5. Paparkan keunggulan yang kamu miliki

Pada bagian ini, utarakan dengan percaya diri bahwa kamu merasa pantas untuk lolos ke tahap selanjutnya, berdasarkan skill dan juga expertise yang dimiliki. Atau, menambahkan sedikit kalimat terkait what’s your excellence juga bisa jadi ide yang baik.

6. Paragraf penutup

Dalam melakukan follow up, kalau ada pembuka, maka harus ada penutup. Untuk penutup, kamu dapat mencantumkan informasi kontak berupa nomor yang terhubung dengan WhatsApp.

7. Tandatangan dan salam penutup

 Yap! Terakhir, jangan lupa untuk bubuhkan nama lengkap dan salam penutup sebagai tandatangan pada pesan follow up lamaran kerja.

 

Contoh Follow Up Hasil Interview Kerja Melalui Email dalam Bahasa Inggris 

Kalau kamu berniat untuk melakukan follow up demi mendapatkan informasi yang pasti, feel free untuk mengirimnya dengan menggunakan email template di bawah ini:

Contoh Email 1 

Dear [Hiring Manager’s/Talent Acquistion’s Name]

Good afternoon. I am [Your Name]. Last month, I applied for the position of [position title] and had a good interview with you on [interview time]. It was a pleasure to meet you in person and professional. 

I would like to kindly ask you if you could provide me with your decision timeline.

I am very enthusiastic at the prospect of joining your team and leveraging [your specific skills, knowledge, and experience] to help you [what profit you’d bring to the company].

After our conversation, I believe that my skills, expertise, and interest in [position title] will enable me to feel in the job requirements impeccably and support the vision of your company.

Please let me know if you need any more details about my application. I look forward to speaking with you and sharing my ideas on how to help you with your upcoming challenges.

Kind regards,

[Your signature]

[Your complete name]

 

Artinya

Yang terhormat [Nama Manajer Perekrutan/Talent Acquisition]

Selamat sore. Saya [nama kamu]. Bulan lalu, saya melamar posisi [nama posisi yang kamu tuju] dan melakukan wawancara yang baik dengan Anda pada [waktu wawancara]. Senang bertemu dengan Anda secara pribadi dan profesional.

Saya ingin bertanya apakah Anda bisa memberi saya terkait timeline keputusan Anda. Saya sangat antusias dengan prospek bergabung dengan tim Anda dan memanfaatkan [keterampilan, pengetahuan, dan pengalamanmu] untuk membantu Anda [keuntungan apa yang akan kamu bawa ke perusahaan].

Setelah percakapan kami, saya percaya bahwa keterampilan, keahlian, dan minat saya pada [nama posisi] akan memungkinkan saya untuk memenuhi persyaratan kerja dan mendukung visi perusahaan Anda.

Tolong beri tahu saya jika Anda memerlukan detail lebih lanjut tentang aplikasi saya. Saya berharap dapat berbicara dengan Anda dan berbagi ide tentang cara membantu Anda menghadapi tantangan mendatang.

 

Salam,

[Tanda tangan kamu]

[Nama lengkap kamu]

 

Contoh Email 2

Dear [Hiring Manager’s/Talent Acquistion’s/Recruiter’s Name],

Good morning. On July 30, I submitted a cover letter and resume for the web designer position advertised on Rain Company’s website. As of July 15, I did an interview with Mr/Ms. [your interviewer] and Mr/Ms. [your interviewer] told me that the result will be announced on August 5th. Unfortunately, I have not received further communication from the recruiter.

Through this email, I want to confirm that you have decided the result and restates my interest in this position. I remain enthusiastic about working for Rain Company, and I think my graphic design and computer programming skills would be an excellent match for this web designer role. 

My three years of experience working as a junior designer for renowned A-Z Solutions have equipped me for this position and make me a strong candidate for this job with Rain Company.

Please contact me if you need additional references or other materials from me. I look forward to discussing this role with you further.

Thank you for your consideration.

 

Sincerely,

Jessica Ruth

 

Artinya

Yang terhormat [Nama Manajer Perekrutan/Talent Acquisition/Perekrut],

Selamat pagi. Pada tanggal 30 Juli, saya mengirimkan surat lamaran dan resume untuk posisi desainer web yang diiklankan di situs web Rain Company. Per tanggal 15 Juli, saya melakukan wawancara dengan Bapak/Ibu [nama pewawancara kamu] dan Bapak/Ibu [nama pewawancara kamu] mengatakan kepada saya bahwa hasilnya akan diumumkan pada tanggal 5 Agustus. Sayangnya, saya belum menerima komunikasi lebih lanjut dari perekrut.

Melalui email ini, saya ingin mengkonfirmasi bahwa Anda telah memutuskan hasilnya dan ingin menyatakan kembali minat saya pada posisi ini. Saya tetap antusias bekerja untuk Rain Company, dan saya pikir keterampilan desain grafis dan pemrograman komputer saya akan sangat cocok untuk peran desainer web ini.

Pengalaman saya selama tiga tahun bekerja sebagai desainer junior untuk Solusi A-Z yang terkenal telah memperlengkapi saya untuk posisi ini dan menjadikan saya kandidat kuat untuk pekerjaan ini di Bright Company.

Silakan hubungi saya jika Anda membutuhkan referensi tambahan atau materi lain dari saya. Saya berharap dapat mendiskusikan peran ini dengan Anda lebih lanjut.

Terima kasih atas pertimbangan Anda.

Dengan sungguh-sungguh,

Jessica Ruth



Buat kamu yang sering kena ghosting sama HR, setelah membaca artikel ini, jangan lupa untuk praktik dan kirim pesan follow up interview  kerja ya! Actually, mengirim follow up dalam bahasa Indonesia juga sebenarnya tidak masalah. Namun, bahasa Inggris akan membuat kamu terkesan lebih profesional, terlebih jika company tersebut pada tahap awal sudah menghubungimu menggunakan bahasa Inggris.

Next, sembari menunggu hasil dari pekerjaan yang kamu lamar, yuk, asah skill bahasa Inggris melalui English Academy Profesional Class! Kamu tahu kan, kalau saat ini banyak kriteria “English is a must” sebagai requirement lowongan kerja? Kalau skill bahasa Inggris kamu sudah oke, bukan kamu deh yang bakal cari kerja, tapi recruiter yang bakal deketin kamu secara langsung. Mau coba free consultation? Klik gambar di bawah ya!

Belajar Bahasa Inggris untuk Capai Tujuan Bisnis

Referensi:

Zety. How to Follow Up on A Job Application (with email Sample). Online. Available at https://zety.com/blog/how-to-follow-up-on-a-job-application. [Accessed 09 May 2022]

Indeed. How to Write a Follow Up Email After Submitting Your Application. Online. Available at https://zety.com/blog/how-to-follow-up-on-a-job-application. [Accessed 09 May 2022]

 

Profile

Intan Aulia Husnunnisa

Seorang perempuan dengan sejuta mimpi yang saat ini sedang fokus mengembangkan minat menulis di Ruangguru.