Contoh Soal IELTS Reading Section dan Pembahasannya

Clara Pricilla Adiputra Sep 19, 2021 • 14 min read


Academic_English_-_Contoh_Soal_IELTS_Reading_Section_dan_Pembahasannya-01Artikel ini membahas tentang contoh soal IELTS reading section dan pembahasannya.

--

Cie, ada yang sudah mengetahui tips menghadapi IELTS reading test, nih. Sejujurnya, mengetahui tips menghadapi IELTS reading section adalah sebuah awal yang baik. Tetapi, jika kamu benar-benar ingin menjadi bintang dalam ujian yang satu ini, you might want to know your battlefield first. Wait, wait, apa sih medan tempur yang aku bicarakan dalam hubungannya dengan IELTS reading section? Jawabannya adalah tipe-tipe soal yang ada di dalam IELTS reading section itu sendiri.

Indeed, mengetahui tipe-tipe soal yang ada akan membuat kamu tiga kali lebih siap saat ujian nanti. Nah, melalui artikel ini, kamu akan mengenali tipe-tipe soal yang ada di dalam IELTS reading section dan contoh soal yang dilengkapi dengan pembahasannya. So, make yourself comfortable and read this article carefully!

Read This Passage!

a. It is a myth that creative people are born with their talents: gifts from God or nature. Creative genius is, in fact, latent within many of us, without our realising. But how far do we need to travel to find the path to creativity? For many people, a long way. In our everyday lives, we have to perform many acts out of habit to survive, like opening the door, shaving, getting dressed, walking to work, and so on. If this were not the case, we would, in all probability, become mentally unhinged. So strongly ingrained are our habits, though this varies from person to person, that sometimes when a conscious effort is made to be creative, automatic response takes over. We may try, for example, to walk to work following a different route, but end up on our usual path. By then it is too late to go back and change our minds. Another day, perhaps. The same applies to all other areas of our lives. When we are solving problems, for example, we may seek different answers, but, often as not, find ourselves walking along the same well-trodden paths.

b. So, for many people, their actions and behaviour are set in immovable blocks, their minds clogged with the cholesterol of habitual actions, preventing them from operating freely, and thereby stifling creation. Unfortunately, mankind’s very struggle for survival has become a tyranny – the obsessive desire to give order to the world is a case in point. Witness people’s attitude to time, social customs and the panoply of rules and regulations by which the human mind is now circumscribed.

c. The groundwork for keeping creative ability in check begins at school. School, later university and then work, teach us to regulate our lives, imposing a continuous process of restrictions which is increasing exponentially with the advancement of technology. Is it surprising then that creative ability appears to be so rare? It is trapped in the prison that we have erected. Yet, even here in this hostile environment, the foundations for creativity are being laid; because setting off on the creative path is also partly about using rules and regulations. Such limitations are needed so that once they are learnt, they can be broken.

d. The truly creative mind is often seen as totally free and unfettered. But a better image is of a mind, which can be free when it wants, and one that recognises that rules and regulations are parameters, or barriers, to be raised and dropped again at will. An example of how the human mind can be trained to be creative might help here. People’s minds are just like tense muscles that need to be freed up and the potential unlocked. One strategy is to erect artificial barriers or hurdles in solving a problem. As a form of stimulation, the participants in the task can be forbidden to use particular solutions or to follow certain lines of thought to solve a problem. In this way, they are obliged to explore unfamiliar territory, which may lead to some startling discoveries. Unfortunately, the difficulty in this exercise, and with creation itself, is convincing people that creation is possible, shrouded as it is in so much myth and legend. There is also an element of fear involved, however subliminal, as deviating from the safety of one’s thought patterns is very much akin to madness. But, open Pandora’s box and a whole new world unfolds before your very eyes.

e. Lifting barriers into place also plays a major part in helping the mind to control ideas rather than letting them collide at random. Parameters act as containers for ideas and thus help the mind to fix on them. When the mind is thinking laterally and two ideas from different areas of the brain come or are brought together, they form a new idea, just like atoms floating around and then forming a molecule. Once the idea has been formed, it needs to be contained or it will fly away, so fleeting is its passage. The mind needs to hold it in place for a time so that it can recognise it or call on it again. And then the parameters can act as channels along which the ideas can flow, developing and expanding. When the mind has brought the idea to fruition by thinking it through to its conclusion, the parameters can be brought down and the idea allowed to float off and come in contact with other ideas.

 

Pertanyaan 1-2: Identifying Paragraph

As you can see, bacaan di atas terdiri dari lima paragraf yaitu paragraf A-E. Nah, pada pertanyaan pertama dan kedua ini, kamu akan diminta untuk mengidentifikasi paragraf yang mengandung informasi tertentu. Biasanya, pertanyaannya akan berbunyi: Which paragraph contains the following information?” atau yang dalam bahasa Indonesia berarti: “Paragraf mana yang mengandung informasi berikut?” Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang tipe pertanyaan yang satu ini, simak contoh soal dan pembahasan di bawah ini, ya!

Academic_English_-_Contoh_Soal_IELTS_Reading_Section_dan_Pembahasannya-04

1. Jawaban: Paragraf A

Pembahasan: Pertanyaan pertama meminta kamu untuk mengidentifikasi paragraf yang mengandung informasi tentang bagaimana suatu kebiasaan dapat membatasi seseorang dan mempersempit ruang bagi kreativitas untuk bekerja. Pada paragraf A, dicontohkan perilaku yang mengindikasikan bahwa dari sekian cara untuk melakukan sesuatu, seseorang cenderung kembali kepada cara-cara lama yang telah ia biasa lakukan.

Secara spesifik, kalimat seperti: 1) “We may try, for example, to walk to work following a different route, but end up on our usual path” dan 2) “When we are solving problems, for example, we may seek different answers, but, often as not, find ourselves walking along the same well-trodden paths” menunjukkan bahwa suatu kebiasaan dapat menghentikan seseorang untuk mencoba cara-cara baru dalam melakukan sesuatu. Oleh karena itu, paragraf A BENAR karena mengandung informasi yang membuktikan bahwa suatu kebiasaan bisa membatasi seseorang dan mempersempit ruang bagi kreativitas untuk bekerja.

2. Jawaban: Paragraf D

Pembahasan: Pertanyaan kedua meminta kamu untuk mengidentifikasi paragraf yang mengandung informasi tentang bagaimana cara melatih pikiran untuk menjadi kreatif. Pada paragraf D, dicontohkan cara yang bisa membantu seseorang melatih pikirannya supaya menjadi kreatif dimana salah satunya adalah dengan larangan untuk menggunakan solusi tertentu dalam penyelesaian suatu masalah. Truly, when you read the paragraph carefully, youll realize that the answer is all there

Untuk kamu yang tidak menyadari, ketahuilah bahwa kalimat seperti: 1) “An example of how the human mind can be trained to be creative might help here”, 2) “As a form of stimulation, the participants in the task can be forbidden to use particular solutions or to follow certain lines of thought to solve a problem”, dan 3) “In this way, they are obliged to explore unfamiliar territory, which may lead to some startling discoveries” menginformasikan cara yang bisa diterapkan untuk mengasah kemampuan berpikir kreatif seseorang. Oleh karena itu, paragraf D BENAR karena mengandung informasi yang menunjukkan cara-cara untuk melatih pikiran menjadi kreatif.

 

Pertanyaan 3-4: Multiple Choice

Moving on, kini adalah waktu kamu untuk mengenali tipe pertanyaan lain dalam IELTS reading section. Jadi, pada pertanyaan ketiga dan keempat ini, kamu akan diminta untuk memilih jawaban yang paling tepat atas suatu pertanyaan. Tentunya, jawaban yang paling tepat itu harus kamu peroleh dari bahan bacaan yang telah diberikan. 

Biasanya, pertanyaannya akan berbunyi: According to the writer, kindness is…” atau yang dalam bahasa Indonesia berarti: “Menurut penulis, kebaikan adalah…” Hm, kamu pasti sudah familiar kan dengan tipe pertanyaan yang satu ini? Eits, sudah familiar bukan berhenti membaca dan bermain video games, ya. Jika kamu benar-benar ingin menjadi jagoan, simak contoh soal serta pembahasan di bawah ini, yuk!

Academic_English_-_Contoh_Soal_IELTS_Reading_Section_dan_Pembahasannya-05

a. A gift from God or nature

Pembahasan: Kalimat pertama pada paragraf A secara eksplisit menyatakan bahwa kreativitas bukanlah sebuah talenta yang datang dari Tuhan atau alam. Oleh karena itu, opsi A SALAH karena kreativitas sebagai sebuah talenta yang datang dari Tuhan atau alam sesungguhnya adalah sebuah mitos belaka.

b. An automatic response

Pembahasan: Kalimat keenam pada paragraf A menyatakan bahwa kuatnya kebiasaan seseorang bisa membuat respons otomatis mengambil alih setiap kali individu melakukan upaya untuk menjadi kreatif. Hal ini terungkap pada kalimat yang berbunyi: “So strongly ingrained are our habits, though this varies from person to person, that sometimes when a conscious effort is made to be creative, automatic response takes over.” Oleh karena itu, opsi B SALAH karena respon otomatis adalah penghambat kreativitas.

c. Difficult for many people to achieve

Pembahasan: Melalui tiap kalimat yang ada pada paragraf A, kita dapat menyimpulkan bahwa kreativitas adalah suatu hal yang sulit untuk dicapai oleh banyak orang. Dalam hal ini, kalimat seperti: “We may try, for example, to walk to work following a different route, but end up on our usual path. By then it is too late to go back and change our minds” menunjukkan sulitnya menjadi kreatif karena individu memiliki kecenderungan untuk kembali kepada kebiasaan lama dalam melakukan sesuatu. Oleh karena itu, opsi C BENAR karena secara implisit memberitahu bahwa kreativitas itu tidak mudah untuk dicapai. 

d. A well-trodden path

Pembahasan: Kalimat terakhir pada paragraf A menyatakan bahwa ketika kita mungkin mencari solusi yang berbeda untuk menyelesaikan suatu masalah, kita seringkali berujung menemukan diri kita mengambil jalan yang sama. Hal ini terungkap pada kalimat yang berbunyi: “When we are solving problems, for example, we may seek different answers, but, often as not, find ourselves walking along the same well-trodden paths.” Oleh karena itu, opsi C SALAH karena mengambil jalan yang sama secara terus menerus tidak membuat individu menjadi kreatif.

Academic_English_-_Contoh_Soal_IELTS_Reading_Section_dan_Pembahasannya-06

a. Are usually born with their talents

Pembahasan: Kalimat pertama pada paragraf A secara terang-terangan menyatakan bahwa orang kreatif lahir dengan talentanya adalah mitos belaka. Hal ini terungkap pada kalimat yang berbunyi: “It is a myth that creative people are born with their talents: gifts from God or nature.” Oleh karena itu, opsi A SALAH karena orang kreatif tidak biasanya lahir dengan talentanya.

b. Are born with their talents

Pembahasan: Arti dibalik opsi A dan opsi B sesungguhnya adalah sama. Dalam hal ini, kedua opsi sama-sama berasumsi bahwa orang kreatif lahir dengan talentanya. Perbedaan diantara keduanya hanyalah pada bagaimana opsi A menggunakan kata “biasanya” dan opsi B tidak. Oleh karena itu, opsi B SALAH karena masih berasumsi bahwa orang kreatif lahir dengan talentanya.

c. Are not born with their talents

Pembahasan: Kalimat pertama pada paragraf A secara eksplisit menyatakan bahwa orang kreatif tidak lahir dengan talentanya. Dalam hal ini, untuk seseorang bisa menjadi kreatif, beberapa upaya harus dilakukan. Oleh karena itu, opsi C BENAR karena merujuk pada bahan bacaan yang diberikan, orang kreatif tidak lahir dengan talentanya.

d. Are geniuses

Pembahasan: Kalimat kedua pada paragraf A berbicara tentang bagaimana creative genius tanpa disadari secara laten ada di dalam diri kita. Dalam hal ini, arti dibalik kalimat di atas bukanlah bahwa orang kreatif itu jenius. Oleh karena itu, opsi D SALAH karena kalimat kedua pada paragraf A sama sekali tidak berusaha untuk mengatakan bahwa orang kreatif itu jenius.

 

Pertanyaan 5-6: Yes, No, Not Given Questions

Akhirnya, kita telah sampai pada tipe pertanyaan terakhir dalam IELTS reading section. Nah, pada pertanyaan kelima dan keenam ini, kamu akan diminta untuk menentukan apakah suatu pernyataan itu benar atau salah. Dalam hal ini, apabila pernyataan yang diberikan benar, kamu dapat menulis “YES. Sementara itu, apabila pernyataan yang diberikan salah, kamu dapat menulis “NO”. Ingat, menentukan benar atau salahnya suatu pernyataan harus didasari pada bahan bacaan yang diberikan, ya. 

Wait, bagaimana kalau bahan bacaan yang diberikan tidak membahas pernyataan yang ada di dalam soal? Apakah mungkin pembuat soal sedang menjahili kita? Eits, tentu tidak! Apabila bahan bacaan yang diberikan tidak membahas pernyataan yang ada di dalam soal, kamu hanya perlu menulis “NOT GIVEN”. Yes, this kind of answer does exist in the IELTS reading section. Untuk kamu yang belum terbayang cara mengerjakan tipe pertanyaan yang satu ini, aku sudah menyiapkan contoh soal beserta pembahasannya, nih! Yuk, simak pemaparan di bawah ini!

Academic_English_-_Contoh_Soal_IELTS_Reading_Section_dan_Pembahasannya-07

5. Jawaban: YES

Pembahasan: Kalimat kedua pada paragraf D menyatakan bahwa pikiran manusia itu bisa menjadi bebas pada waktu yang diinginkan. Selanjutnya, dinyatakan pula aturan dan regulasi adalah suatu parameter atau penghalang yang bisa dinaikkan dan diturunkan dengan sesuka hati. Nah, kalimat yang membuktikan kebenaran pernyataan pada nomor 5 adalah: “...and one that recognises that rules and regulations are parameters…” Oleh karena itu, berdasarkan bahan bacaan yang diberikan, dapat disimpulkan bahwa pernyataan pada nomor 5 adalah BENAR

6. Jawaban: NOT GIVEN

Pembahasan: Seluruh paragraf yang terdapat pada bahan bacaan di atas tidak berbicara tentang hubungan antara kebutuhan akan kebebasan berpendapat dan masyarakat yang bebas dengan kreativitas pikiran. Oleh karena itu, berdasarkan bahan bacaan yang diberikan, dapat disimpulkan bahwa pernyataan pada nomor 6 TIDAK MEMILIKI REFERENSINYA

Nah, sekarang kamu sudah memiliki gambaran tentang soal-soal yang akan kamu temui dalam IELTS reading section dan cara mengerjakannya, kan? Eits, aku tau kok bahwa untuk menjadi seorang bintang dalam apapun yang kamu kerjakan, kamu harus berlatih lebih keras daripada yang lain. However, please remember that you are not in a race. Jadi, kamu bisa memanajemen waktu yang kamu miliki untuk menguasai seluruh bagian yang ada di dalam tes IELTS secara bertahap. Regardless, mengandalkan kemampuan sendiri dalam proses menguasai tes IELTS bisa menjadi hal yang melelahkan. 

Untungnya, ada aku yang memang sudah berencana untuk mengenalkan kamu dengan English Academy, nih. Mengikuti kelas English Academy pertama-tama akan menambah wawasanmu tentang tipe-tipe pertanyaan yang di dalam IELTS reading section yang mungkin belum disebutkan dalam artikel ini. Selain itu, kamu akan dipertemukan dengan guru berpengalaman terbaik yang siap menemani dan membimbing masa persiapan kamu. Makanya, mending kamu mendaftarkan diri untuk menjadi bagian dari kelas bahasa Inggris online terbaik, deh. Trust me, you wont regret it!

Referensi:

Miller, C., 2021. IELTS Reading Practice Test 2021 - Reading Passages and Samples. [online] IELTSMaterial. Available at: https://ieltsmaterial.com/ielts-reading-practice-test/ [Accessed 16 September 2021].

New call-to-action

Profile

Clara Pricilla Adiputra

I am a 5th semester's student majoring in Sociology at the University of Indonesia. Being a part of the Faculty of Social and Political Science community have made writing became something that I truly love doing. The idea of being able to educate people through my writing is the icing on the cake.

Beri Komentar