Perbedaan Can dan Could dalam Bahasa Inggris Sebagai Modal Auxiliary Verb

Perbedaan Can and Cloud

Can dan could sama-sama berarti dapat atau bisa. Tapi, apa bedanya? Bagaimana aturan penggunaannya?

 

Dalam bahasa Inggris, ketika kita ingin showing ability alias menunjukkan kemampuan, biasanya identik menggunakan modal “can” atau “could.”

Can dan could juga termasuk dalam modal auxiliary verb atau kata yang dapat membantu kita mengungkapkan berbagai macam makna dan keadaan.

Sebenarnya, can dan could memiliki arti yang sama, yaitu ‘bisa’. Tapi, penggunaan keduanya berbeda. lho.

Ada peraturan khusus untuk menggunakan masing-masing modal tersebut. Biar kamu nggak bingung, yuk kita pelajari bersama, apa saja, sih, perbedaan antara can dan could?

 

Pengertian Can dan Could

Pada dasarnya, pengertian can dan could adalah modal verb yang sama-sama memiliki arti ‘mampu’, ‘dapat’, atau ‘bisa’. Bedanya, can digunakan untuk menyatakan kemampuan di waktu sekarang atau present, sedangkan could berlaku untuk masa lalu atau past.

 

Fungsi Can dan Could

Terdapat enam fungsi can dan could untuk menunjukkan keadaan yang berbeda-beda.

Bagaimana maksudnya? Yuk, kita bahas satu per satu!

1. Menunjukkan kemampuan (ability)

Can dipakai untuk menunjukkan kemampuan seseorang in the present atau di masa sekarang.

Contoh:

  • I can speak three languages fluently.
    (Aku bisa berbicara tiga bahasa dengan lancar.)

 

  • Aimee can solve complex math problems easily.
    (Aimee bisa menyelesaikan masalah matematika yang kompleks dengan mudah.)

 

Could digunakan untuk menunjukkan kemampuan seseorang di masa lalu atau seseorang pernah mampu melakukan sesuatu (past ability).

Contoh:

  • I could run a marathon in under three hours when I was younger.
    (Aku bisa menyelesaikan maraton dalam waktu kurang dari tiga jam waktu masih lebih muda.)

 

  • I could eat an entire pizza by myself when I was a kid.
    (Aku bisa makan satu pizza sendiri ketika aku masih kecil.)

 

2. Menunjukkan kemungkinan (possibility)

Selain menunjukkan perbedaan waktu kejadian, can dan could juga bisa digunakan untuk menunjukkan bahwa sesuatu mungkin untuk dilakukan.

Can digunakan untuk menyatakan bahwa sesuatu mungkin terjadi saat ini (present possibility).

Contoh:

  • He can be a great chef with some training and practice.
    (Dia bisa menjadi seorang chef hebat dengan pelatihan dan latihan.)

 

  • It can rain later today, so don’t forget to bring your umbrella.
    (Bisa saja hujan nanti, jadi jangan lupa bawa payungmu.)

 

Lalu, could digunakan untuk menyatakan bahwa sesuatu mungkin bisa terjadi di masa lalu atau hasilnya belum pasti (past possibility).

Contoh:

  • I could have left my keys at home.
    (Aku mungkin meninggalkan kunci-kunciku di rumah.)

 

  • He could have won the race if he hadn’t injured his leg.
    (Dia mungkin bisa memenangkan perlombaan jika kakinya tidak terluka.)

 

3. Menunjukkan izin (permission)

Kita bisa menggunakan can untuk meminta atau memberi izin dalam keadaan tidak formal.

Contoh:

  • Can I use your phone to make a quick call?
    (Bisakah saya menggunakan ponselmu untuk menelepon sebentar?)

 

  • You can stay up a little bit later tonight since it’s the weekend.
    (Kamu boleh tidur lebih larut malam ini karena akhir pekan.)

 

Sebaliknya, could berfungsi untuk meminta atau memberi izin juga, tapi keadaannya bersifat lebih formal dan sopan.

Contoh:

  • Could you please give me permission to access the file?
    (Bisakah kamu memberiku izin untuk mengakses file tersebut?)

 

  • Could I have a piece of cake, please?
    (Bisakah saya minta sepotong kue?)

 

You can improve your English proficiency within three months! 
Ingin meningkatkan skill bahasa Inggris dalam 3 bulan? Gabung English Academy dulu!
Belajarnya interaktif, lho. Bagaimana caranya? Konsultasi gratis, sekarang!

CTA English Academy

 

4. Menunjukkan permintaan (request)

Can bisa dipakai ketika ingin meminta seseorang melakukan sesuatu. Tapi sifatnya tidak formal dan biasanya digunakan oleh orang yang sudah akrab.

Contoh:

  • Can you pass me the salt?
    (Bisakah kamu memberikan aku garam?)

 

  • Can I borrow your pen for a moment?
    (Bisakah aku meminjam pulpenmu sebentar?)

 

Lalu, kamu bisa menerapkan could ketika ingin meminta orang melakukan sesuatu dengan cara yang lebih sopan dan formal.

Contoh:

  • Could you please help me carry these boxes upstairs?
    (Bisakah kamu membantu saya membawa kotak-kotak ini ke lantai atas?)

 

  • Could I ask you to review my report and provide feedback?
    (Bisakah saya meminta kamu untuk meninjau laporan saya dan memberikan umpan balik?)

 

5. Memberikan penawaran (offer)

Seperti halnya untuk menunjukkan request, can juga bisa digunakan untuk menawarkan bantuan secara tidak formal.

Contoh:

  • Can I get you something to drink?
    (Bisakah kamu mengambilkan minuman untukmu?)

 

  • Can I help you with your bag?
    (Bisakah aku membantumu dengan tasmu?)

 

Sementara itu, could digunakan untuk menawarkan bantuan dengan cara yang lebih formal.

Contoh:

  • Could I treat you to dinner?
    (Bisakah saya mengajak kamu makan malam?)

 

  • Could I get you anything from the store?
    (Bisakah saya membelikan kamu sesuatu dari toko?)

 

6. Menunjukkan ketidakmungkinan (impossibility)

Nah, kalau ini kebalikan dari menunjukkan possibility tadi.

Kamu bisa menunjukkan atau mengatakan bahwa sesuatu tidak mungkin terjadi (impossible) atau mengejutkan dengan menggunakan can not.

Contoh:

  • He can’t be serious about quitting his job without having a backup plan.
    (Dia tidak mungkin serius tentang berhenti dari pekerjaannya tanpa memiliki rencana cadangan.)

 

  • I can’t swim because I never learned how to.
    (Aku tidak bisa berenang karena aku tidak pernah belajar.)

 

Catat! Untuk menunjukkan ketidakmungkinan ini dalam bentuk lampau (past), gunakanlah could not.

Contoh:

  • They couldn’t attend the concert yesterday because of a scheduling conflict.
    (Mereka tidak dapat datang ke konser kemarin karena ada jadwal yang bertabrakan.)

 

  • I could not come to the wedding because my dad was sick.
    (Aku tidak bisa datang ke pesta pernikahan karena ayahku sakit.)

 

7. Menunjukkan bentuk pengandaian (conditional form)

Khusus untuk could, ia dapat digunakan sebagai conditional form atau bentuk pengandaian dari can.

Jadi, could bisa digunakan untuk menyampaikan sesuatu yang mungkin bisa terjadi ketika ada sebuah kondisi atau situasi terpenuhi.

Lihat contoh kalimat berikut:

  • We could still be together if you hadn’t hurt my feelings that day.
    (Kita bisa masih bersama kalau kamu tidak menyakiti perasaanku waktu itu.)

 

  • If they arrived on time, they could catch the train.
    (Jika mereka tiba tepat waktu, mereka bisa menaiki kereta.)

 

Penggunaan Can dan Could Sesuai Fungsi Beserta Contoh Kalimatnya

Pada dasarnya, struktur untuk membuat kalimat menggunakan can atau could sama saja. Kamu bisa membuat kalimat dalam bentuk positive, negative, dan interrogative sentence menggunakan can dan could.

1. Positive: S + can/could + verb1

Contoh:

  • I can swim.
    (Aku bisa berenang.)

 

  • We could hear the birds singing outside.
    (Kita bisa mendengar burung-burung bernyanyi di luar.)

 

2. Negative: S + can/could + not + verb1

Contoh:

  • She can’t speak French fluently.
    (Dia tidak bisa berbicara bahasa Prancis lancar.)

 

  • He couldn’t solve the difficult math problem.
    (Dia tidak bisa menyelesaikan soal matematika yang sulit.)

 

3. Interrogative: Can/Could + S + verb1?

Contoh:

  • Can you help me with this task?
    (Bisakah kamu membantuku dengan tugas ini?)

 

  • Could she pass the exam with her current preparation?
    (Apakah dia bisa lulus ujian dengan persiapan yang sekarang?)

 

Contoh Dialog yang Mengandung Can dan Could

Agar semakin paham perbedaan could dan can, ayo kita simak contohnya dalam bentuk dialog singkat!

Dialog 1

Stranger 1: Excuse me, could you please tell me how to get to the nearest post office?
Stranger 2: Sure, you can take bus number 12 and get off at the third stop. The post office will be on your left.

Artinya:

Orang asing 1: Permisi, bisakah kamu memberitahuku bagaimana cara menuju kantor pos terdekat?
Orang asing 2: Tentu, kamu bisa naik bus nomor 12 dan turun di halte ketiga. Kantor pos akan berada di sebelah kiri kamu.

 

Dialog 2

Nina: Hey Ban, can I borrow your pen? Mine ran out of ink.
Bani: Sorry, I don’t have an extra pen right now. But you can ask Lisa, she might have one.

Artinya:

Nina: Hei Ban, bolehkah aku meminjam bolpoinmu? Bolpointku tintanya habis.
Bani: Maaf, aku sedang tidak punya bolpoin cadangan. Tapi kamu bisa tanya Lisa, mungkin dia punya.

 

Dialog 3

Alfy: Can we order pizza for dinner tonight?
Barnie: I don’t think we can, babe. We’re out of cash and the pizza place doesn’t accept cards.

Artinya:

Alfy: Bolehkah kita memesan pizza untuk makan malam hari ini?
Barnie: Aku rasa kita tidak bisa, sayang. Kita kehabisan uang tunai dan tempat pizza tersebut tidak menerima kartu.

 

Dialog 4

Father: Could you pick up my dry cleaning on your way home?
Son: I’m sorry, dad, I can’t. I have a doctor’s appointment right after work.

Artinya:

Ayah: Bisakah kamu mengambil pakaian kering ayah saat kamu pulang?
Anah: Maaf, ayah, aku tidak bisa. Aku memiliki janji dengan dokter segera setelah kerja.

Yeay! Selesai sudah pembahasan kita tentang perbedaan can dan could.

Dengan penjelasan di atas, kamu sekarang jadi lebih paham, dong, penggunaan kedua modals tersebut? Jangan sampai tertukar lagi ya!

Oh ya, selain can dan could, masih banyak lagi kata kerja atau verb lain yang harus kamu pahami dengan khatam supaya tidak tertukar.

Misal perbedaan antara wish dan hope, dan juga perbedaan antara will dengan going to.

Kalau masih bingung dengan materi grammar bahasa Inggris, better tanya langsung ke guru lokal dan internasional yang ada di English Academy, deh!

Di sana, kamu bisa belajar secara interaktif menggunakan kurikulum Cambridge!

Cek dulu, kelas mana yang cocok untukmu melalui Placement Test, gratis dan bersertifikat!

CTA English Academy Placement Test

Adya Rosyada Yonas