Cerita Rakyat Bahasa Inggris: Batu Menangis

cerita rakyat batu menangis bahasa inggris

Batu Menangis merupakan cerita rakyat asal Kalimantan Barat. Yuk, simak ceritanya versi bahasa Inggris beserta arti, vocabulary penting, dan pesan moralnya!

—

Parents, mungkin sudah nggak asing dengan legenda Batu Menangis yang cukup terkenal dan sering diceritakan dari generasi ke generasi. Kisahnya begitu menyentuh dan penuh moral value tentang hubungan anak dan orang tua.

Cerita legenda yang merupakan warisan budaya Kalimantan Barat ini bercerita tentang seorang gadis yang malu mengakui ibu kandungnya, karena mereka hidup serba terbatas. Hingga akhirnya, kekecewaan sang Ibu menjadi petaka yang menimpa sang gadis.

Sudah pernah dengan cerita ini versi bahasa Inggrisnya? Nah, kita simak yuk ringkasan cerita Batu Menangis, kosakata penting, dan moral value dari cerita ini.

Baca Juga: Cerita Rakyat Bahasa Inggris: Keong Mas dan Pesan Moralnya

 

Asal Usul Cerita Rakyat Batu Menangis

Sebelum lanjut baca cerita legenda Batu Menangis dalam bahasa Inggris, parents suka bertanya-tanya nggak sih, dari mana asal usul cerita rakyat? Karna Batu Menangis ini cukup populer diceritakan dari masa ke masa.

Batu Menangis bisa ditemukan di provinsi dengan julukan “Seribu Sungai”, yaitu Kalimantan Barat. Tepatnya di Desa Jabar, Kecamatan Ella Hilir. 

Cerita Batu Menangis bukan karya satu penulis, seperti novel-novel modern. Sejak lama cerita ini sudah diwariskan turun-temurun sebagai bagian dari cerita rakyat Nusantara. Legenda ini berasal dari tradisi lisan masyarakat Kalimantan Barat. 

Karena asal ceritanya dari lisan ke lisan, maka tidak ada satu versi pun yang benar-benar “resmi”. Cerita ini jadi populer karena beberapa alasan. Pertama, tema ceritanya sangat mudah dipahami dan dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia, serupa cerita Malin Kundang yang juga populer.

Kedua, cerita ini sering masuk buku pelajaran sekolah, buku-buku dongeng anak, hingga jadi konten media sosial untuk mengajarkan sopan santun pada orang tua. Ketiga, cerita ini banyak diadaptasi dalam bentuk teater seni.

Popularitas Batu Menangis di Kalimantan Barat ini bisa bertahan karena ceritanya emosional dan mudah diingat. Ada unsur penyesalan, drama keluarga, hingga supranatural khas Indonesia.

 

Jika si Kecil (usia 3–6 tahun) mulai tertarik belajar bahasa Inggris, program Dasher dari English Academy bisa jadi langkah awal yang tepat untuk mengenalkan bahasa dengan cara yang seru dan menyenangkan! Klik banner di bawah untuk pilih paket belajar yang sesuai!

English Academy, kursus bahasa inggris dengan program sesuai jenjang usia

 

Cerita Rakyat Batu Menangis Singkat Bahasa Inggris (The Crying Stone)

Nah, sekarang saatnya latihan reading! Parents bisa menceritakan kisah ini ke si Kecil untuk memperkaya vocab bahasa Inggrisnya, lho. Yuk, simak.

Pampered Child

On a hill far from the settlements in West Kalimantan, there lived a mother with her beloved daughter, Darmi. Her husband had passed away without leaving any wealth behind. Therefore, this elderly mother had to work hard alone to provide for their needs.

Since childhood, Darmi had been raised with great love and affection by her parents. Unfortunately, she was spoiled too much because her mother wanted Darmi to live happily and have a better life than her own. However, this made Darmi grow up to become very lazy and arrogant.

Darmi grew into a beautiful young woman. She had golden-brown skin, a tall figure, a charming face, and beautiful hair. Darmi always wore the best clothes and accessories, unlike her mother who looked shabby and worn out.

Whenever her mother worked in the fields and sold vegetables at the market, Darmi only cared about dressing up and paid no attention to her surroundings. She often scolded her mother whenever her wishes were not fulfilled. In fact, her mother frequently spent all of her savings just to satisfy Darmi’s desires.

 

Darmi was Ashamed of Her Mother’s Appearance

One day, Darmi’s only comb broke. She became upset and grumpy all day long. She wanted a new comb, one even prettier than the old one! But Darmi did not trust her mother’s taste, so she insisted on going to the market with her to choose a new comb herself.

Darmi walked to the market beside her mother, who was pulling a vegetable cart. Her mother looked old and tired, wearing worn-out clothes. Darmi felt embarrassed whenever people looked at them because she thought they were looking down on her. She quickly walked ahead, leaving her mother behind.

On the way, Darmi unexpectedly met one of her friends. When her mother came closer, Darmi cruelly said that the old woman was only her servant. Her mother’s heart broke when she heard those words. But Darmi did not seem to care, and she kept saying the same thing every time someone greeted them.

 

A Mother’s Patience and Heartache

Darmi often followed her mother to the market to secretly watch how much money she earned from selling vegetables. Every time her mother came home, Darmi demanded all of the money from the day’s sales. Her mother was tired and saddened by Darmi’s behavior, but she patiently gave all of her earnings to her daughter.

One day, however, her mother began to worry about Darmi’s safety. The young men at the market had started greeting Darmi more and more often, and some of them even walked her home. Because of this, her mother quietly followed behind her to keep an eye on her.

Feeling annoyed by the young men’s behavior, the mother finally spoke up and scolded them. Surprised, the young men turned to Darmi and asked if the old woman was really her mother.

But Darmi only laughed and said, “How could that ragged woman be my mother? I come from a very rich family. My beautiful mother is waiting for me at home.”

Hearing Darmi’s cruel words, the young men laughed as well and joined in mocking the poor mother.

 

The Crying Stone

At last, the mother could bear it no longer. She let go of the cart and fell to her knees on the ground. Tears streamed down her face as she prayed to God to end all the pain and exhaustion in her heart.

Suddenly, the sky turned dark, and strong winds began to blow. It seemed that God had heard the cry of the mother’s heart. Darmi, who was still surrounded by the young men, suddenly felt her legs becoming hard and stiff. In that moment, she realized that her cruel actions toward her mother had become a curse upon herself.

Frightened, Darmi burst into tears and called out to her mother. She begged for forgiveness and promised never to repeat her mistakes again. But it was too late. Half of her body could no longer move and had already turned as hard as stone. Her mother could only stare in shock. Together, they cried as Darmi’s whole body slowly turned completely into stone.

Strangely, tears still flowed from the stone. That is why the villagers later called it the Crying Stone.

 

Ingin fasih bahasa Inggris dalam 3 bulan?
Yuk, belajar di English Academy dengan kurikulum berstandar internasional! Klik banner di bawah untuk konsultasi gratisnya.

Konsultas English Academy

 

Baca Juga: Cerita Rakyat Bahasa Inggris: Roro Jonggrang

 

Terjemahan Cerita Rakyat Batu Menangis

Anak yang Dimanja

Di sebuah bukit, jauh dari pemukiman di Kalimantan Barat, hidup seorang Ibu bersama anak perempuan kesayangannya, bernama Darmi. Suaminya telah meninggal, tanpa mewariskan harta apapun. Sehingga, sang Ibu yang sudah tua harus bekerja keras memenuhi kebutuhan mereka, seorang diri.

Sejak kecil, Darmi hidup penuh kasih sayang orang tuanya. Sayangnya, ia terlalu dimanja, sebab ibunya ingin Darmi kelak hidup bahagia dan memiliki kehidupan lebih baik darinya. Rupanya hal ini justru menjadikan Darmi dewasa menjadi begitu pemalas dan sombong.

Darmi tumbuh menjadi gadis cantik! Kulitnya kuning langsat, tubuhnya semampai, parasnya mempesona, dan rambutnya begitu indah. Darmi selalu memakai aksesoris dan pakaian terbaik, berbeda dengan ibunya yang kelihatan begitu lusuh.

Setiap ibunya bekerja di kebun dan berjualan di pasar, Darmi hanya sibuk berdandan dan tidak peduli pada sekitar. Ia bahkan sering memarahi ibunya ketika keinginannya tidak dipenuhi. Padahal, sang Ibu seringkali menguras tabungannya untuk memenuhi seluruh keinginan Darmi.

 

Darmi Malu dengan Penampilan Ibunya

Suatu ketika, sisir semata wayang Darmi patah. Ini membuatnya uring-uringan sepanjang hari. Ia harus mendapatkan sisir baru yang lebih bagus dari sisir lamanya! Tapi, Darmi tidak percaya dengan selera ibunya. Terpaksa, ia harus ikut ibunya ke pasar untuk membeli sisir baru.

Ia berjalan ke pasar bersama ibunya yang menarik gerobak sayur dengan tubuh renta dan baju lusuh. Darmi merasa malu saat  orang-orang melihatnya, karena ia pikir orang-orang itu merendahkannya. Ia mengambil langkah cepat mendahului ibu di belakangnya.

Tidak disangka, Darmi bertemu dengan temannya di perjalanan dan begitu ibunya mendekat, ia malah mengaku bahwa ibunya hanyalah pembantu. Hati ibunya begitu hancur mendengar perkataan Darmi. Tapi Darmi seolah tidak peduli, perilaku itu terus berulang setiap ada yang menyapanya.

 

Kesabaran dan Sakit Hati Seorang Ibu

Darmi mulai sering mengikuti ibunya menjual sayur demi mengintip penghasilannya. Sepulang ibunya berjualan, Darmi selalu meminta seluruh penghasilan ibunya berdagang. Ibu sudah lelah dan pasrah akan perangai Darmi, sehingga akhirnya memberikan seluruh penghasilan dagangnya ke Darmi.

Namun, suatu ketika ibunya merasa khawatir akan keselamatan Darmi. Sebab, para pemuda di pasar sudah mulai sering menyapa Darmi hingga sering mengantarnya pulang. Ibu mulai sering mengikuti Darmi dari belakang untuk menjaganya.

Gerah dengan tingkah laku para pemuda itu, sontak ibu menegur mereka. Para pemuda lalu bertanya pada Darmi, memastikan apakah yang memanggil adalah ibunya.

Tapi Darmi malah tertawa dan mengatakan, “bagaimana mungkin wanita gembel itu adalah ibuku? aku berasal dari keluarga kaya raya, ibuku yang cantik sedang menunggu di rumah.” Mendengar pernyataan Darmi, para pemuda itu kemudian ikut tertawa dan turut merendahkan sang Ibu.

Si Batu Menangis

Cukup sudah! Kali ini ibunya sudah tidak kuat lagi. Ia melepas gerobak, lalu bersimpuh ke tanah. Sambil berderai air mata, ibunya meminta pertolongan Tuhan untuk mengakhiri semua rasa sakit dan lelahnya. 

Seketika langit berubah gelap, angin kencang mulai datang. Mungkin Tuhan mendengar jeritan hati ibunya. Darmi yang masih dikelilingi para pemuda itu tiba-tiba merasa kakinya mengeras. Seketika Darmi menyadari, perbuatannya pada sang Ibu menjadi kutukan untuk dirinya sendiri.

Darmi mulai menangis ketakutan dan bersimpuh memanggil-manggil ibunya, meminta maaf, dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Tapi semua terlambat, separuh badannya sudah tidak bisa bergerak, kaku seperti batu. Ibunya hanya bisa melongo. Keduanya menangis bersama, hingga tubuh Darmi sepenuhnya menjadi batu.

Anehnya, dari dalam batu Darmi tetap mengeluarkan air mata. Karena itulah, penduduk sekitar menyebutnya sebagai Batu Menangis.

Baca Juga: Cerita Rakyat Malin Kundang Bahasa Inggris & Moral Valuenya

 

Hikmah dari Cerita Batu Menangis

Selalu ada hikmah dari setiap kisah ya, Parents. Begitu juga dengan kisah ini yang pesan moralnya bisa parents diskusikan bersama si kecil. Berikut beberapa hikmah dari cerita Batu Menangis:

  • Penting bagi orang tua untuk menanamkan kemandirian dan ketangguhan sejak anak usia dini. Terlebih menanamkan nilai-nilai dalam menyikapi situasi dan kondisi kehidupan. Tanamkan sikap sopan-santun dan etika. Orang tua wajib memberi teguran jika anak berbuat salah.
  • Sebagai anak, jaga ucapan dan sikap pada orang tua. Setiap kata dan perbuatan yang menyakiti hati orang tua akan membawa pada penyesalan.
  • Jauhkan diri dari perilaku sombong. Menyadari bahwa setiap kita sejatinya tidak punya apa-apa adalah hal yang bijak agar kita tetap membumi.

 

Kosakata Penting dalam Cerita Batu Menangis

Di dalam cerita Batu Menangis versi bahasa Inggris ada beberapa kosakata penting yang bisa dikenalkan ke si kecil untuk memperbanyak perbendaharaan katanya. Berikut adalah daftar vocabulary yang diambil dari alur cerita Batu Menangis:

  • Pampered: Terlalu dimanja
  • Passed away: Meninggal dunia
  • Wealth: Kekayaan
  • Shabby: Lusuh/Kumal
  • Affection: Kasih sayang
  • Surroundings: Lingkungan sekitar
  • Ashamed: Malu
  • Scolded: Dimarahi
  • Satisfy: Memuaskan/Memenuhi
  • Comb: Sisir
  • Grumpy: Galak/Mudah marah
  • Servant: Pelayan/Pembantu
  • Earned: Mendapatkan/menghasilkan (hasil kerja keras)
  • Saddened: Merasa sedih
  • Ragged: Berpakaian compang-camping
  • Cruel: Kejam
  • Mocking: Mengejek/Mencemooh
  • Exhaustion: Kelelahan
  • Curse: Kutukan
  • Stiff: Kaku
  • Frightened: Ketakutan
  • Burst: Meledak/Pecah
  • Forgiveness: Pengampunan/Permohonan maaf
  • Stare: Menatap/Melongo
  • Stone: Batu

 

Baca Juga: Cerita Rakyat Bahasa Inggris: Danau Toba dan Moral Value-nya

 

Contoh Kalimat Sederhana dari Cerita Batu Menangis

Cerita ini juga bisa dijadikan bahan untuk belajar basic english atau grammar, lho Parents! Berikut beberapa contoh kalimat bahasa Inggris sederhana dari cerita Batu Menangis.

  • Her husband had passed away. (Suaminya telah meninggal dunia.) → Past perfect tense. Menunjukkan sesuatu yang sudah terjadi sebelum kejadian lainnya di masa lampau.
  • Her mother worked very hard. (Ibunya bekerja sangat keras.) → Adverb: “very hard”.
  • Darmi had been raised with great love and affection. (Darmi dibesarkan dengan penuh cinta dan kasih sayang.) → Past perfect passive. Menunjukkan bahwa seorang menerima suatu tindakan di masa lampau.
  • The mother sold vegetables in the market. (Ibunya menjual sayuran di pasar.) → Simple past tense.
  • She said her mother was a servant. (Dia berkata ibunya adalah pembantu. → Simple statement.
  • How could that ragged woman be my mother? (Bagaimana mungkin perempuan berpakaian lusuh itu ibuku?” → Question sentence with “could”. How could + subject + verb?
  • Darmi turned into stone. (Darmi berubah menjadi batu.) → Past tense expression.
  • She begged for forgiveness. (Dia memohon maaf) → Past tense verb.
  • It was too late. (Semuanya sudah terlambat) → Common expressions.
  • The villagers were shocked. (Penduduk desa terkejut) → Using “were” + adjective. Digunakan untuk menjelaskan perasaan atau kondisi.
  • Her mother felt very hurt. (Ibunya merasa sangat terluka hatinya) → Feeling expression. Digunakan untuk menunjukkan emosi atau perasaan.
  • Tears fell from Darmi’s eyes. (Air mata jatuh dari mata Darmi) → Simple descriptive sentences. Bisa digunakan untuk belajar vocabulary tentang penjelasan emosi.

 

—

Wah, banyak yang bisa dipelajari dari cerita Batu Menangis ya, parents! Dengan mendengarkan cerita atau melakukan kegiatan read a loud bersama parents, si kecil jadi bisa mengenal banyak vocabulary baru. Aktivitas ini juga bisa membantu anak belajar nilai moral dan kedekatan bersama parents.

Agar kemampuan bahasa Inggris si kecil semakin optimal, parents juga bisa mendukung proses belajarnya melalui kelas interaktif dari English Academy. Di kelas ini, si kecil akan belajar dengan metode seru yang sesuai dengan usia anak dengan bimbingan teacher bersertifikasi internasional, lho.

Penasaran seperti apa kelasnya? Klik banner di bawah ini untuk ikuti Trial Class-nya ya, GRATIS!

kursus bahasa inggris anak, Dasher English Academy

Reference:

Indonesia Kaya. Cerita Rakyat Kalimantan Barat: Legenda Batu Menangis [Online]. Diakses pada 2 Mei 2026, dari https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/cerita-rakyat-kalimantan-barat-legenda-batu-menangis/.

Azzahra .