Skimming dan Scanning: Rahasia Membaca Cepat Tanpa Kehilangan Informasi

Kamu sering merasa berat atau tidak fokus saat membaca buku-buku tebal? Tenang, di artikel skimming dan scanning ini, kamu akan belajar membaca dengan lebih efisien. Simak penjelasannya sampai selesai, ya!
–
Pernah nggak kamu merasa tenggelam di antara banyaknya rentetan kata-kata yang harus dibaca? Misalnya, materi pelajaran, artikel panjang, hingga buku tebal yang belum sempat diselesaikan. Bisa jadi bukan karena kamu malas membaca, melainkan waktu yang kamu punya memang sedang terbatas. Nah, kamu bisa coba pakai metode skimming dan scanning! Apa itu?
Gini, secara umum, proses membaca sebetulnya tidak selalu harus dilakukan baris demi baris dari awal hingga akhir. Kamu bisa hanya menangkap inti besar dari sebuah bacaan untuk menentukan relevansi atau memburu satu fakta kecil dari ribuan kata. Di sinilah peran skimming dan scanning sebagai alat bantu visual.
Dalam ujian bahasa Inggris, seperti TOEFL, IELTS, atau TOEIC, kedua teknik baca ini sering kali digunakan saat mengerjakan soal reading. Tujuannya, tentu saja agar kamu bisa lebih menghemat waktu dan menjawab soal secara cepat dan tepat. Mau paham lebih dalam dan tahu cara mengaplikasikannya? Yuk, kita bedah tekniknya!
Definisi Skimming dan Scanning
Sebelum masuk lebih dalam, kamu harus paham dulu makna keduanya nih. Pertama, kita akan bahas skimming terlebih dulu. Membaca sekilas atau skimming adalah teknik membaca cepat untuk menangkap tema-tema utama atau gambaran umum dari sebuah teks. Teknik ini akan membantu kamu mendapatkan gambaran umum bacaan tanpa perlu membaca kata per kata.
Skimming reading biasanya digunakan ketika kamu ingin cepat memahami suatu teks atau menentukan sebuah buku menarik untuk dibaca lebih lanjut. Teknik ini persis seperti kamu sedang ingin membeli sebuah buku di toko buku dan memutuskan untuk membelinya atau tidak.
Harapannya, setelah selesai melakukan skimming, kamu bisa menjawab beberapa pertanyaan, seperti:
- Teks ini membahas tentang apa?
- Apa topik utamanya?
- Apa kesimpulan umumnya?
Sementara itu, sesuai arti bahasa Indonesianya, scanning adalah pemindaian. Penjelasannya, scanning adalah membaca cepat sebuah teks untuk menemukan detail spesifiknya. Alih-alih membaca satu per satu kata dalam teks, kamu hanya mencari kata kunci, angka, nama spesifik, atau frasa tertentu yang akan menjawab pertanyaanmu.
Scanning reading biasanya digunakan ketika kamu sudah tahu nih apa yang mau kamu cari, sehingga fokus kamu hanya pada kata dalam teks yang spesifik. Misalnya, pada saat kamu mengerjakan soal reading comprehension yang jawabannya spesifik tersedia di dalam teks. Maka, kamu bisa pakai teknik ini agar tidak perlu membaca keseluruhan teks, melainkan spesifik pada apa yang ditanyakan.
Baca Juga: Tips Mengerjakan Soal Reading Comprehension Test
Sebelum lanjut materi, kamu mau belajar bahasa Inggris jadi lebih lancar dan percaya diri? Yuk, temukan program belajar yang paling cocok untuk kamu di English Academy. Klik banner di bawah untuk mulai perjalanan belajarmu!
Perbedaan Fungsi Skimming dan Scanning
Meski keduanya sama-sama teknik membaca cepat, skimming dan scanning adalah dua teknik yang memiliki perbedaan masing-masing, terutama dari tujuan dan cara penggunaannya. Agar lebih mudah dipahami, yuk lihat perbedaannya pada tabel berikut.
Aspek
Skimming
Scanning
Tujuan
Menangkap gambaran umum dari sebuah teks.
Menemukan informasi spesifik dalam sebuah teks; angka, tanggal, nama, atau jawaban spesifik atas pertanyaan.
Fokus
Topik utama dari keseluruhan teks.
Detail dalam teks.
Cara
Membaca bagian-bagian penting; judul, subjudul, kalimat utama, dan kesimpulan.
Mencari kata kunci, angka, nama, dan informasi spesifik, tanpa membaca seluruh teks.
Hasil
Mengetahui inti pembahasan.
Menemukan jawaban spesifik yang dicari.
So, kamu bisa menggunakan teknik skimming pada saat:
- Ingin memahami inti dari sebuah berita.
- Ingin mengetahui, apakah sebuah bacaan berguna untuk tugas atau penelitianmu.
- Mengulas kembali yang sudah kamu baca untuk mengingat dan memahaminya kembali.
- Melihat pratinjau sebelum membeli buku atau sebelum kelas dimulai.
- Dan sebagainya.
Lalu, kapan harus scanning?
- Saat kamu mau mencari tanggal tertentu dalam sebuah bacaan.
- Mencari kata dalam kamus.
- Mencari nama dalam daftar seleksi masuk sekolah.
- Mencari jenis atau harga dalam sebuah katalog.
Contoh Penggunaan Skimming dan Scanning
Sekarang kita lihat contoh penggunaan scanning dan skimming adalah sebagai berikut.
Contoh Penggunaan Skimming
1. Memilih buku di toko buku/perpustakaan
Ada pepatah bilang, “don’t judge book by its cover”, betul. Lalu, kalau waktumu singkat, bagaimana kamu bisa mengetahui isi buku yang ingin kamu pinjam atau beli? Nah, kamu bisa melakukan skimming dengan cara berikut:
- Judul
- Daftar isi
- Kata pengantar
- Beberapa lembar halaman awal
- Sinopsis bagian cover belakang
Dari situ, kamu bisa memutuskan, apakah buku yang sedang kamu pertimbangkan tersebut sesuai dengan kebutuhanmu atau tidak.
2. Membaca jurnal/artikel
Saat kamu disibukkan oleh tugas yang mengharuskan membaca referensi dari jurnal atau artikel, maka kamu bisa melakukan skimming untuk mempersingkat waktu pengerjaannya. Contohnya, kamu bisa melakukan beberapa hal berikut:
- Baca judul
- Baca semua subjudul
- Baca kalimat pertama setiap paragraf
- Baca kesimpulan
Hasilnya, kamu akan mengetahui jurnal itu berisi tentang apa. Ini bisa kamu lakukan untuk memahami isi artikel atau bacaan secara umum.
3. Persiapan meeting
Teknik skimming juga bisa digunakan saat kamu akan mempersiapkan materi rapat. Caranya, kamu bisa membaca:
- Ringkasan eksekutif
- Judul setiap materi
- Memahami grafik
- Kesimpulan
Tujuannya untuk memahami ide utama pembahasan dalam laporan, tanpa perlu membaca keseluruhan isi.
4. Membuat ringkasan buku
Jika kamu ingin meringkas buku, kamu juga bisa menggunakan teknik skimming yang dipadukan dengan scanning. Artinya, skimming perlu dilakukan lebih dalam. Kamu bisa melakukan langkah-langkah berikut:
- Baca judul, daftar isi, pendahuluan, subjudul, kalimat utama setiap bab, dan kesimpulan
- Identifikasi ide pokok dari tiap bab
- Baca lebih dalam pada bagian yang ada isi informasi penting, konsep utama, dan argumen penulis.
Memadukan teknik skimming dan scanning membuat ringkasan lebih akurat dan kamu tidak kehilangan informasi penting. Dengan begitu, ringkasanmu akan mewakili isi buku secara keseluruhan.
Buat kamu yang berusia 11–14 tahun dan ingin belajar bahasa Inggris dengan cara yang lebih seru, aktif, dan mudah dipahami, program Sprinter dari English Academy cocok banget buat kamu! Yuk, klik banner di bawah untuk cari tahu programnya!
Contoh Penggunaan Scanning
1. Mencari komposisi pada sebuah produk
Saat kamu ingin mengetahui komposisi dari sebuah produk, kamu bisa langsung melihat tabel komposisi pada produk yang dituju, tanpa membaca seluruh informasi pada kemasan produk. Pada tabel komposisi, kamu tinggal mencari “kata kunci” dari yang ingin kamu cari. Misalnya, berapa kandungan gula dalam sebuah produk. Tujuannya mencari jawaban atas pertanyaanmu secara tepat, spesifik, dan efektif.
2. Mencari kontak
Tujuannya adalah menemukan data tertentu. Misalnya, di buku atau daftar kontak, kamu ingin mencari nomor telepon seseorang, lalu kamu hanya perlu memindai atau scanning nama yang dituju dan mendapatkan informasi yang kamu butuhkan.
3. Mencari jawaban untuk soal cerita
Saat mengerjakan soal ujian, biasanya tersedia bentuk soal reading. Kemudian, akan ada pertanyaan yang jawabannya tersedia di dalam teks. Nah, di soal reading seperti ini kamu tidak perlu membaca keseluruhan teks, melainkan hanya scanning jawaban yang dibutuhkan dengan mencari kata kunci. Misal, pada pertanyaan, “kapan perang dunia II berakhir?”, carilah kata kunci “Perang Dunia II”.
4. Mencari data statistik
Dalam beberapa kesempatan, biasanya kamu butuh mencari sebuah data yang dibutuhkan. Misalnya, mengetahui jumlah penduduk dalam tabel statistik atau menemukan skor pada daftar hasil ujian, kamu bisa melakukan teknik scanning.
Baca Juga: Cara Meningkatkan Reading IELTS Score
Tips Melakukan Skimming dan Scanning yang Efektif
Nah, agar teknik skimming dan scanning menjadi benar-benar efektif, ada nih beberapa tipsnya buat kamu. Yuk, simak!
Tips Skimming yang Efektif
1. Tentukan tujuan
Tanya pada dirimu sendiri, apa ide utama bacaan ini? Apa topiknya? Apakah relevan dengan kebutuhan? Dengan menjawab pertanyaan ini, tujuanmu akan semakin jelas. Sehingga, tidak terpaku membaca setiap kalimat.
2. Baca bagian penting
Fungsi utama skimming adalah agar kamu bisa membaca lebih cepat dan memutuskan apakah kamu mau lanjut baca teks tersebut atau tidak. So, kamu nggak perlu baca kata demi kata dalam setiap paragraf. Kamu bisa melompati beberapa kata dan hanya fokus ke bagian-bagian penting saja, seperti:
- Judul
- Subjudul
- Pendahuluan
- Kalimat pertama di setiap paragraf
- Gambar, grafik, tabel, dan sebagainya, beserta keterangannya
- Kesimpulan akhir
Bagian-bagian ini sudah bisa merangkum keseluruhan isi, jika kamu membacanya dengan serius dan tenang.
3. Perhatikan kata yang menonjol
Selain membaca bagian yang penting, kamu bisa juga memperhatikan kata-kata yang menonjol, seperti kata dengan huruf tebal, miring, bullet points, hingga istilah-istilah penting. Elemen-elemen ini seringkali menunjukkan konsep utama pada bacaan.
4. Perhatikan paragraf akhir atau ringkasan bab
Struktur penulisan biasanya selalu berujung pada kesimpulan ide di bagian akhir. Jika kamu menyimak bagian akhir paragraf, maka kamu bisa dengan cepat mengidentifikasi informasi di dalam keseluruhan teks.
5. Lakukan dengan tenang
Meski skimming adalah membaca cepat, tapi kamu tidak perlu terburu-buru.
Apakah kamu siswa SMA yang sedang mencari kursus bahasa Inggris dengan metode belajar yang asik tapi tetap on point? Kenalan yuk, sama English Academy Ranger. Klik banner ini untuk info lengkapnya, ya!
Tips Scanning yang Efektif
1. Tentukan kata kunci yang ingin dicari
Saat melakukan scanning, kamu tentu sudah tahu kata kunci yang ingin kamu cari. Sebisa mungkin lihat setiap kalimat yang mengandung kata kunci tersebut. Kata kunci tersebut, seperti nama, tanggal, angka, definisi, dan kata kunci tertentu yang kamu perlukan. Misalnya, kamu mendapati pertanyaan, “di daerah R.A. Kartini lahir?”, maka kamu fokus mencari “nama daerah”, tidak perlu membaca keseluruhan paragraf.
2. Baca informasi di sekitar kata kunci
Setelah mendapatkan kata kunci, maka kamu tinggal mencermati informasi di sekitarnya, sebelum atau sesudah kata kunci. Hal ini penting dilakukan dalam melakukan teknik scanning agar konteksnya tidak disalahpahami.
3. Biarkan mata melihat sekilas dan cepat
Kamu tidak perlu membaca kata demi kata di dalam teks. Cukup lihat sekilas dan cepat secara vertikal dan horizontal hingga menemukan kata kunci yang kamu cari. Saat melakukan ini, pastikan pandangan kamu fokus pada teks!
4. Perhatikan kata yang menonjol
Jika masih kesulitan mencari kata spesifik tertentu, maka kamu bisa mencari kata-kata yang menonjol. Misalnya, pada kata-kata yang dicetak miring, huruf tebal, garis bawah, poin-poin, dan sebagainya, jika ada.
5. Pastikan mencari di bab atau sub bab yang tepat
Jika kamu melakukan scanning pada buku, apalagi buku yang tebal, kamu bisa melakukan ini untuk mempermudah dan mempercepat waktu pencarian. Biasanya buku tebal mengandung banyak bab atau sub bab, kamu perlu tahu kata kunci yang kamu cari ada di bagian mana.
Baca Juga: Latihan soal Reading Comprehension TOEFL ITP & Kunci Jawaban
–
Nah, guys, sampai juga nih kita di akhir pembahasan. Perlu digarisbawahi ya, skimming dan scanning bukan kebiasaan yang buruk. Justru, dengan melakukan kedua teknik ini, kamu bisa menghemat waktu di saat-saat tertentu.
Namun, memang skimming dan scanning tidak bisa dilakukan di semua jenis bacaan. Artinya, tidak semua bacaan bisa dipahami secara cepat. Ada kalanya, kamu perlu membaca pelan dan mendalam. Apalagi jika kamu ingin memahami sebuah ide besar secara utuh, memahami emosi, dan makna yang lebih kompleks. So, teknik ini hanya dilakukan di saat tertentu.
Kamu bisa banget nih melakukan teknik ini saat mengerjakan soal ujian bahasa Inggris. Biar semakin efektif nih waktu ujianmu, kamu bisa berlatih mengerjakan soal-soal dan ningkatin skill bahasa Inggrismu di English Academy. Bersama pengajar bersertifikasi internasional dan native speaker, kamu akan dapat pengalaman belajar yang seru!
Tertarik? Coba Free Placement Test-nya aja dulu, klik banner di bawah ini ya!
References:
Bisma, Leo. 2021. Skimming dan Scanning: Rahasia Membaca dengan Cepat. Ruangguru [Online]. Diakses pada 26 Juli 2026, dari https://www.ruangguru.com/blog/skimming-dan-scanning-membaca-cepat.
Aggarwal, Nikita. 2026. Skimming vs Scanning: Definition, Differences, Examples. Diakses pada 26 Juli 2026, dari https://www.curiousjr.com/blogs/skimming-vs-scanning.
British Council. 2025. Skimming and Scanning: IELTS Reading Tips. Diakses pada 26 Juli 2026, dari https://takeielts.britishcouncil.org/blog/skimming-and-scanning-for-ielts-reading.

Kamu sering merasa berat atau tidak fokus saat membaca buku-buku tebal? Tenang, di artikel skimming dan scanning ini, kamu akan belajar membaca dengan lebih efisien. Simak penjelasannya sampai selesai, ya!
–
Pernah nggak kamu merasa tenggelam di antara banyaknya rentetan kata-kata yang harus dibaca? Misalnya, materi pelajaran, artikel panjang, hingga buku tebal yang belum sempat diselesaikan. Bisa jadi bukan karena kamu malas membaca, melainkan waktu yang kamu punya memang sedang terbatas. Nah, kamu bisa coba pakai metode skimming dan scanning! Apa itu?
Gini, secara umum, proses membaca sebetulnya tidak selalu harus dilakukan baris demi baris dari awal hingga akhir. Kamu bisa hanya menangkap inti besar dari sebuah bacaan untuk menentukan relevansi atau memburu satu fakta kecil dari ribuan kata. Di sinilah peran skimming dan scanning sebagai alat bantu visual.
Dalam ujian bahasa Inggris, seperti TOEFL, IELTS, atau TOEIC, kedua teknik baca ini sering kali digunakan saat mengerjakan soal reading. Tujuannya, tentu saja agar kamu bisa lebih menghemat waktu dan menjawab soal secara cepat dan tepat. Mau paham lebih dalam dan tahu cara mengaplikasikannya? Yuk, kita bedah tekniknya!
Definisi Skimming dan Scanning
Sebelum masuk lebih dalam, kamu harus paham dulu makna keduanya nih. Pertama, kita akan bahas skimming terlebih dulu. Membaca sekilas atau skimming adalah teknik membaca cepat untuk menangkap tema-tema utama atau gambaran umum dari sebuah teks. Teknik ini akan membantu kamu mendapatkan gambaran umum bacaan tanpa perlu membaca kata per kata.
Skimming reading biasanya digunakan ketika kamu ingin cepat memahami suatu teks atau menentukan sebuah buku menarik untuk dibaca lebih lanjut. Teknik ini persis seperti kamu sedang ingin membeli sebuah buku di toko buku dan memutuskan untuk membelinya atau tidak.
Harapannya, setelah selesai melakukan skimming, kamu bisa menjawab beberapa pertanyaan, seperti:
- Teks ini membahas tentang apa?
- Apa topik utamanya?
- Apa kesimpulan umumnya?
Sementara itu, sesuai arti bahasa Indonesianya, scanning adalah pemindaian. Penjelasannya, scanning adalah membaca cepat sebuah teks untuk menemukan detail spesifiknya. Alih-alih membaca satu per satu kata dalam teks, kamu hanya mencari kata kunci, angka, nama spesifik, atau frasa tertentu yang akan menjawab pertanyaanmu.
Scanning reading biasanya digunakan ketika kamu sudah tahu nih apa yang mau kamu cari, sehingga fokus kamu hanya pada kata dalam teks yang spesifik. Misalnya, pada saat kamu mengerjakan soal reading comprehension yang jawabannya spesifik tersedia di dalam teks. Maka, kamu bisa pakai teknik ini agar tidak perlu membaca keseluruhan teks, melainkan spesifik pada apa yang ditanyakan.
Baca Juga: Tips Mengerjakan Soal Reading Comprehension Test
Sebelum lanjut materi, kamu mau belajar bahasa Inggris jadi lebih lancar dan percaya diri? Yuk, temukan program belajar yang paling cocok untuk kamu di English Academy. Klik banner di bawah untuk mulai perjalanan belajarmu!
Perbedaan Fungsi Skimming dan Scanning
Meski keduanya sama-sama teknik membaca cepat, skimming dan scanning adalah dua teknik yang memiliki perbedaan masing-masing, terutama dari tujuan dan cara penggunaannya. Agar lebih mudah dipahami, yuk lihat perbedaannya pada tabel berikut.
| Aspek | Skimming | Scanning |
| Tujuan | Menangkap gambaran umum dari sebuah teks. | Menemukan informasi spesifik dalam sebuah teks; angka, tanggal, nama, atau jawaban spesifik atas pertanyaan. |
| Fokus | Topik utama dari keseluruhan teks. | Detail dalam teks. |
| Cara | Membaca bagian-bagian penting; judul, subjudul, kalimat utama, dan kesimpulan. | Mencari kata kunci, angka, nama, dan informasi spesifik, tanpa membaca seluruh teks. |
| Hasil | Mengetahui inti pembahasan. | Menemukan jawaban spesifik yang dicari. |
So, kamu bisa menggunakan teknik skimming pada saat:
- Ingin memahami inti dari sebuah berita.
- Ingin mengetahui, apakah sebuah bacaan berguna untuk tugas atau penelitianmu.
- Mengulas kembali yang sudah kamu baca untuk mengingat dan memahaminya kembali.
- Melihat pratinjau sebelum membeli buku atau sebelum kelas dimulai.
- Dan sebagainya.
Lalu, kapan harus scanning?
- Saat kamu mau mencari tanggal tertentu dalam sebuah bacaan.
- Mencari kata dalam kamus.
- Mencari nama dalam daftar seleksi masuk sekolah.
- Mencari jenis atau harga dalam sebuah katalog.
Contoh Penggunaan Skimming dan Scanning
Sekarang kita lihat contoh penggunaan scanning dan skimming adalah sebagai berikut.
Contoh Penggunaan Skimming
1. Memilih buku di toko buku/perpustakaan
Ada pepatah bilang, “don’t judge book by its cover”, betul. Lalu, kalau waktumu singkat, bagaimana kamu bisa mengetahui isi buku yang ingin kamu pinjam atau beli? Nah, kamu bisa melakukan skimming dengan cara berikut:
- Judul
- Daftar isi
- Kata pengantar
- Beberapa lembar halaman awal
- Sinopsis bagian cover belakang
Dari situ, kamu bisa memutuskan, apakah buku yang sedang kamu pertimbangkan tersebut sesuai dengan kebutuhanmu atau tidak.
2. Membaca jurnal/artikel
Saat kamu disibukkan oleh tugas yang mengharuskan membaca referensi dari jurnal atau artikel, maka kamu bisa melakukan skimming untuk mempersingkat waktu pengerjaannya. Contohnya, kamu bisa melakukan beberapa hal berikut:
- Baca judul
- Baca semua subjudul
- Baca kalimat pertama setiap paragraf
- Baca kesimpulan
Hasilnya, kamu akan mengetahui jurnal itu berisi tentang apa. Ini bisa kamu lakukan untuk memahami isi artikel atau bacaan secara umum.
3. Persiapan meeting
Teknik skimming juga bisa digunakan saat kamu akan mempersiapkan materi rapat. Caranya, kamu bisa membaca:
- Ringkasan eksekutif
- Judul setiap materi
- Memahami grafik
- Kesimpulan
Tujuannya untuk memahami ide utama pembahasan dalam laporan, tanpa perlu membaca keseluruhan isi.
4. Membuat ringkasan buku
Jika kamu ingin meringkas buku, kamu juga bisa menggunakan teknik skimming yang dipadukan dengan scanning. Artinya, skimming perlu dilakukan lebih dalam. Kamu bisa melakukan langkah-langkah berikut:
- Baca judul, daftar isi, pendahuluan, subjudul, kalimat utama setiap bab, dan kesimpulan
- Identifikasi ide pokok dari tiap bab
- Baca lebih dalam pada bagian yang ada isi informasi penting, konsep utama, dan argumen penulis.
Memadukan teknik skimming dan scanning membuat ringkasan lebih akurat dan kamu tidak kehilangan informasi penting. Dengan begitu, ringkasanmu akan mewakili isi buku secara keseluruhan.
Buat kamu yang berusia 11–14 tahun dan ingin belajar bahasa Inggris dengan cara yang lebih seru, aktif, dan mudah dipahami, program Sprinter dari English Academy cocok banget buat kamu! Yuk, klik banner di bawah untuk cari tahu programnya!
Contoh Penggunaan Scanning
1. Mencari komposisi pada sebuah produk
Saat kamu ingin mengetahui komposisi dari sebuah produk, kamu bisa langsung melihat tabel komposisi pada produk yang dituju, tanpa membaca seluruh informasi pada kemasan produk. Pada tabel komposisi, kamu tinggal mencari “kata kunci” dari yang ingin kamu cari. Misalnya, berapa kandungan gula dalam sebuah produk. Tujuannya mencari jawaban atas pertanyaanmu secara tepat, spesifik, dan efektif.
2. Mencari kontak
Tujuannya adalah menemukan data tertentu. Misalnya, di buku atau daftar kontak, kamu ingin mencari nomor telepon seseorang, lalu kamu hanya perlu memindai atau scanning nama yang dituju dan mendapatkan informasi yang kamu butuhkan.
3. Mencari jawaban untuk soal cerita
Saat mengerjakan soal ujian, biasanya tersedia bentuk soal reading. Kemudian, akan ada pertanyaan yang jawabannya tersedia di dalam teks. Nah, di soal reading seperti ini kamu tidak perlu membaca keseluruhan teks, melainkan hanya scanning jawaban yang dibutuhkan dengan mencari kata kunci. Misal, pada pertanyaan, “kapan perang dunia II berakhir?”, carilah kata kunci “Perang Dunia II”.
4. Mencari data statistik
Dalam beberapa kesempatan, biasanya kamu butuh mencari sebuah data yang dibutuhkan. Misalnya, mengetahui jumlah penduduk dalam tabel statistik atau menemukan skor pada daftar hasil ujian, kamu bisa melakukan teknik scanning.
Baca Juga: Cara Meningkatkan Reading IELTS Score
Tips Melakukan Skimming dan Scanning yang Efektif
Nah, agar teknik skimming dan scanning menjadi benar-benar efektif, ada nih beberapa tipsnya buat kamu. Yuk, simak!
Tips Skimming yang Efektif
1. Tentukan tujuan
Tanya pada dirimu sendiri, apa ide utama bacaan ini? Apa topiknya? Apakah relevan dengan kebutuhan? Dengan menjawab pertanyaan ini, tujuanmu akan semakin jelas. Sehingga, tidak terpaku membaca setiap kalimat.
2. Baca bagian penting
Fungsi utama skimming adalah agar kamu bisa membaca lebih cepat dan memutuskan apakah kamu mau lanjut baca teks tersebut atau tidak. So, kamu nggak perlu baca kata demi kata dalam setiap paragraf. Kamu bisa melompati beberapa kata dan hanya fokus ke bagian-bagian penting saja, seperti:
- Judul
- Subjudul
- Pendahuluan
- Kalimat pertama di setiap paragraf
- Gambar, grafik, tabel, dan sebagainya, beserta keterangannya
- Kesimpulan akhir
Bagian-bagian ini sudah bisa merangkum keseluruhan isi, jika kamu membacanya dengan serius dan tenang.
3. Perhatikan kata yang menonjol
Selain membaca bagian yang penting, kamu bisa juga memperhatikan kata-kata yang menonjol, seperti kata dengan huruf tebal, miring, bullet points, hingga istilah-istilah penting. Elemen-elemen ini seringkali menunjukkan konsep utama pada bacaan.
4. Perhatikan paragraf akhir atau ringkasan bab
Struktur penulisan biasanya selalu berujung pada kesimpulan ide di bagian akhir. Jika kamu menyimak bagian akhir paragraf, maka kamu bisa dengan cepat mengidentifikasi informasi di dalam keseluruhan teks.
5. Lakukan dengan tenang
Meski skimming adalah membaca cepat, tapi kamu tidak perlu terburu-buru.
Apakah kamu siswa SMA yang sedang mencari kursus bahasa Inggris dengan metode belajar yang asik tapi tetap on point? Kenalan yuk, sama English Academy Ranger. Klik banner ini untuk info lengkapnya, ya!
Tips Scanning yang Efektif
1. Tentukan kata kunci yang ingin dicari
Saat melakukan scanning, kamu tentu sudah tahu kata kunci yang ingin kamu cari. Sebisa mungkin lihat setiap kalimat yang mengandung kata kunci tersebut. Kata kunci tersebut, seperti nama, tanggal, angka, definisi, dan kata kunci tertentu yang kamu perlukan. Misalnya, kamu mendapati pertanyaan, “di daerah R.A. Kartini lahir?”, maka kamu fokus mencari “nama daerah”, tidak perlu membaca keseluruhan paragraf.
2. Baca informasi di sekitar kata kunci
Setelah mendapatkan kata kunci, maka kamu tinggal mencermati informasi di sekitarnya, sebelum atau sesudah kata kunci. Hal ini penting dilakukan dalam melakukan teknik scanning agar konteksnya tidak disalahpahami.
3. Biarkan mata melihat sekilas dan cepat
Kamu tidak perlu membaca kata demi kata di dalam teks. Cukup lihat sekilas dan cepat secara vertikal dan horizontal hingga menemukan kata kunci yang kamu cari. Saat melakukan ini, pastikan pandangan kamu fokus pada teks!
4. Perhatikan kata yang menonjol
Jika masih kesulitan mencari kata spesifik tertentu, maka kamu bisa mencari kata-kata yang menonjol. Misalnya, pada kata-kata yang dicetak miring, huruf tebal, garis bawah, poin-poin, dan sebagainya, jika ada.
5. Pastikan mencari di bab atau sub bab yang tepat
Jika kamu melakukan scanning pada buku, apalagi buku yang tebal, kamu bisa melakukan ini untuk mempermudah dan mempercepat waktu pencarian. Biasanya buku tebal mengandung banyak bab atau sub bab, kamu perlu tahu kata kunci yang kamu cari ada di bagian mana.
Baca Juga: Latihan soal Reading Comprehension TOEFL ITP & Kunci Jawaban
–
Nah, guys, sampai juga nih kita di akhir pembahasan. Perlu digarisbawahi ya, skimming dan scanning bukan kebiasaan yang buruk. Justru, dengan melakukan kedua teknik ini, kamu bisa menghemat waktu di saat-saat tertentu.
Namun, memang skimming dan scanning tidak bisa dilakukan di semua jenis bacaan. Artinya, tidak semua bacaan bisa dipahami secara cepat. Ada kalanya, kamu perlu membaca pelan dan mendalam. Apalagi jika kamu ingin memahami sebuah ide besar secara utuh, memahami emosi, dan makna yang lebih kompleks. So, teknik ini hanya dilakukan di saat tertentu.
Kamu bisa banget nih melakukan teknik ini saat mengerjakan soal ujian bahasa Inggris. Biar semakin efektif nih waktu ujianmu, kamu bisa berlatih mengerjakan soal-soal dan ningkatin skill bahasa Inggrismu di English Academy. Bersama pengajar bersertifikasi internasional dan native speaker, kamu akan dapat pengalaman belajar yang seru!
Tertarik? Coba Free Placement Test-nya aja dulu, klik banner di bawah ini ya!
References:
Bisma, Leo. 2021. Skimming dan Scanning: Rahasia Membaca dengan Cepat. Ruangguru [Online]. Diakses pada 26 Juli 2026, dari https://www.ruangguru.com/blog/skimming-dan-scanning-membaca-cepat.
Aggarwal, Nikita. 2026. Skimming vs Scanning: Definition, Differences, Examples. Diakses pada 26 Juli 2026, dari https://www.curiousjr.com/blogs/skimming-vs-scanning.
British Council. 2025. Skimming and Scanning: IELTS Reading Tips. Diakses pada 26 Juli 2026, dari https://takeielts.britishcouncil.org/blog/skimming-and-scanning-for-ielts-reading.





