Teknik Mencatat Efektif dengan Cornell Note Taking

Ingin mencatat materi belajar, tapi bingung mulai dari mana? Coba terapkan cornell note-taking, yuk! Selain lebih rapi dan efisien, teknik ini juga dapat memudahkanmu untuk memahami materi dengan lebih baik. Bagaimana caranya? Pelajari di artikel ini, ya.
—
Cornell note taking method adalah metode mencatat yang dapat membantu murid untuk lebih mudah mengulas materi setelah sesi belajar. Metode ini cocok diterapkan dalam berbagai mata pelajaran, termasuk bahasa Inggris.
Buat kamu yang merasa catatannya masih ‘berantakan’, selain menggunakan mind mapping, coba metode cornell, yuk. Di artikel ini, English Academy akan menjelaskan definisi, manfaat, dan langkah-langkah membuatnya. Yuk, simak sampai habis!
Apa itu Teknik Cornell?
Cornell notes adalah teknik mencatat yang ditemukan oleh Walter Pauk, yaitu seorang profesor di Cornell University, sekitar tahun 1940-an hingga 1950-an. Metode ini didesain untuk membantu kamu menulis, mengatur, dan menggunakan catatan secara lebih efisien, terutama saat mempelajari informasi baru atau materi kompleks.
Menurut Herzing University, metode Cornell mampu mendorong pendengaran siswa secara aktif. Hal ini akan membuatmu lebih fokus, sehingga efektif untuk mengingat berbagai materi di sekolah. Salah satu hal yang cukup diandalkan dalam Cornel notes adalah sistem 5R, yaitu:
- Recording: Merekam informasi penting selama sesi belajar.
- Reducing: Mengurangi informasi menjadi poin-poin inti.
- Reciting: Membacakan kembali informasi yang telah dicatat.
- Reflecting: Merenungkan materi untuk memastikan pemahaman yang lebih dalam.
- Reviewing: Meninjau kembali catatan secara teratur.
Baca Juga: Cara Menulis Essay Bahasa Inggris yang Baik dan Benar
Cara Membuat Cornell Note Taking
Berikut adalah cara kerja dan langkah-langkah utama dalam menggunakan Cornell note taking:
1. Membagi Catatan Menjadi Tiga Bagian
Sebelum mulai mencatat, pastikan kamu membagi halaman menjadi tiga bagian, yaitu kolom utama (di kanan), kolom detail (di kiri), dan bagian ringkasan (di bawah). Coba lihat contoh cornell note template di bawah ini:

Cornell note taking example (Gambar: gdoc.io)
Berikut detailnya:
- Kolom terbesar di sisi kanan digunakan untuk menuliskan catatan selama sesi belajar. Isinya bisa berupa teks, gambar, sketsa, grafik, diagram, dan bullets point.
- Kolom di kiri berfungsi untuk me-review materi sesaat setelah sesi belajar atau diskusi. Di sini, kamu dapat menuliskan pertanyaan, kata kunci, dan ide pokok.
- Kolom bawah dapat diisi dengan ringkasan singkat mengenai materi, umumnya hanya 2-3 kalimat. Bagian summary diisi ketika kelas telah benar-benar usai.
2. Menuliskan Materi
Setelah membagi halaman, langkah pertama dalam mencatat adalah menuliskan materi yang sedang disampaikan di kolom utama (kanan).
Kamu bisa menulis poin-poin penting dengan ringkas dan jelas. Bila perlu, pakailah simbol atau singkatan yang memudahkan kamu mengingat materi tersebut.
Setiap kali ada poin baru, pastikan kamu memberi jarak antar poin agar catatan terlihat lebih rapi dan mudah dibaca. Jangan lupa untuk mencatat tema besar dari setiap poin, supaya saat membuka catatan nanti, kamu bisa langsung tahu konteksnya.
Selain itu, kalau kamu merasa khawatir ada bagian yang terlewat, tak ada salahnya untuk merekam penjelasan guru selama sesi kelas berlangsung.
3. Membuat dan Menjawab Pertanyaan
Setelah kelas selesai, kamu dapat segera menulis pertanyaan berdasarkan materi yang baru saja disampaikan. Tak hanya itu, di kolom sebelah kiri, kamu juga dapat menuliskan kata kunci yang berkaitan dengan materi. Hal ini sangat bermanfaat untuk memperkuat daya ingatmu.
Kamu juga perlu menuliskan jawaban atau kesimpulan untuk masing-masing pertanyaan yang sudah dibuat. Selain membantu memahami materi lebih dalam, langkah ini akan membuatmu lebih siap untuk sesi ujian atau diskusi berikutnya.
Perhatikan contoh penerapannya di bawah ini:
Setelah belajar tentang conditional sentences dalam bahasa Inggris, kamu bisa membuat pertanyaan seperti: “Apa perbedaan antara first conditional dan second conditional?“
Kemudian, tuliskan jawabannya di kolom bawah:
“First conditional digunakan untuk situasi yang mungkin terjadi di masa depan, seperti ‘If it rains, I will stay home.’ Sementara itu, second conditional digunakan untuk situasi yang tidak nyata atau tidak mungkin terjadi, seperti ‘If I were rich, I would travel the world.”
Bagaimana guys? Sampai sini, cukup mudah untuk dipahami, kan?
4. Mempertanyakan Isi Catatan & Menyusun Ringkasan
Langkah berikutnya dalam metode Cornell adalah berpikir secara kritis. Kamu dapat melihat kembali materi yang sudah dicatat, lalu pertanyakan setiap poin penting yang ada di dalamnya. Proses ini akan mempermudah kamu untuk menguasai materi secara mendalam.
Setelah itu, saatnya untuk menyusun kesimpulan. Pada bagian ini, kamu harus menulis inti utama dari materi yang telah dipelajari. Simpulkan hal-hal yang sudah dicatat di kolom catatan dan kata kunci, lalu buatlah kesimpulan singkat.
5. Me-review Catatan
Setelah menyelesaikan semua langkah sebelumnya, hal terakhir yang perlu kamu lakukan adalah meninjau kembali note taking yang sudah dibuat.
Sebuah penelitian bertajuk Note Taking, Review, Memory, and Comprehension dari American Journal of Psychology (2011) mengungkapkan, bahwa meninjau catatan dapat meningkatkan kinerja memori.
Kamu bisa melakukan review ini secara rutin setiap akhir pekan, cukup sekitar 10 menit saja. Atau, Weingarten Center, University of Pennsylvania menyarankan untuk meninjau kembali catatan materi dalam waktu 24–36 jam setelah kelas selama 30 menit.
Jadi, kamu akan terhindar dari istilah masuk telinga kanan, keluar telinga kiri, guys.
Baca Juga: Mengenal Metode Belajar Blurting, Active Recall, dan Passive Recall
—
Well done, itulah step by step yang dapat kamu jadikan panduan untuk mencatat metode Cornell note taking. Cukup mudah, kan?
Untuk hasil yang maksimal, coba terapkan metode ini secara konsisten di semua materi pelajaran, terutama ketika belajar bahasa Inggris.
Jika kamu merasa perlu bantuan dari pengajar berpengalaman dan tersertifikasi internasional, bergabunglah di kelas English Academy. Kelasnya interaktif, dan kamu bisa memilih antara program offline atau online.
Yuk, tingkatkan kemampuan bahasa Inggris-mu sekarang juga! Ikuti Kelas Gratis dengan klik banner di bawah ini!

Ingin mencatat materi belajar, tapi bingung mulai dari mana? Coba terapkan cornell note-taking, yuk! Selain lebih rapi dan efisien, teknik ini juga dapat memudahkanmu untuk memahami materi dengan lebih baik. Bagaimana caranya? Pelajari di artikel ini, ya.
—
Cornell note taking method adalah metode mencatat yang dapat membantu murid untuk lebih mudah mengulas materi setelah sesi belajar. Metode ini cocok diterapkan dalam berbagai mata pelajaran, termasuk bahasa Inggris.
Buat kamu yang merasa catatannya masih ‘berantakan’, selain menggunakan mind mapping, coba metode cornell, yuk. Di artikel ini, English Academy akan menjelaskan definisi, manfaat, dan langkah-langkah membuatnya. Yuk, simak sampai habis!
Apa itu Teknik Cornell?
Cornell notes adalah teknik mencatat yang ditemukan oleh Walter Pauk, yaitu seorang profesor di Cornell University, sekitar tahun 1940-an hingga 1950-an. Metode ini didesain untuk membantu kamu menulis, mengatur, dan menggunakan catatan secara lebih efisien, terutama saat mempelajari informasi baru atau materi kompleks.
Menurut Herzing University, metode Cornell mampu mendorong pendengaran siswa secara aktif. Hal ini akan membuatmu lebih fokus, sehingga efektif untuk mengingat berbagai materi di sekolah. Salah satu hal yang cukup diandalkan dalam Cornel notes adalah sistem 5R, yaitu:
- Recording: Merekam informasi penting selama sesi belajar.
- Reducing: Mengurangi informasi menjadi poin-poin inti.
- Reciting: Membacakan kembali informasi yang telah dicatat.
- Reflecting: Merenungkan materi untuk memastikan pemahaman yang lebih dalam.
- Reviewing: Meninjau kembali catatan secara teratur.
Baca Juga: Cara Menulis Essay Bahasa Inggris yang Baik dan Benar
Cara Membuat Cornell Note Taking
Berikut adalah cara kerja dan langkah-langkah utama dalam menggunakan Cornell note taking:
1. Membagi Catatan Menjadi Tiga Bagian
Sebelum mulai mencatat, pastikan kamu membagi halaman menjadi tiga bagian, yaitu kolom utama (di kanan), kolom detail (di kiri), dan bagian ringkasan (di bawah). Coba lihat contoh cornell note template di bawah ini:

Cornell note taking example (Gambar: gdoc.io)
Berikut detailnya:
- Kolom terbesar di sisi kanan digunakan untuk menuliskan catatan selama sesi belajar. Isinya bisa berupa teks, gambar, sketsa, grafik, diagram, dan bullets point.
- Kolom di kiri berfungsi untuk me-review materi sesaat setelah sesi belajar atau diskusi. Di sini, kamu dapat menuliskan pertanyaan, kata kunci, dan ide pokok.
- Kolom bawah dapat diisi dengan ringkasan singkat mengenai materi, umumnya hanya 2-3 kalimat. Bagian summary diisi ketika kelas telah benar-benar usai.
2. Menuliskan Materi
Setelah membagi halaman, langkah pertama dalam mencatat adalah menuliskan materi yang sedang disampaikan di kolom utama (kanan).
Kamu bisa menulis poin-poin penting dengan ringkas dan jelas. Bila perlu, pakailah simbol atau singkatan yang memudahkan kamu mengingat materi tersebut.
Setiap kali ada poin baru, pastikan kamu memberi jarak antar poin agar catatan terlihat lebih rapi dan mudah dibaca. Jangan lupa untuk mencatat tema besar dari setiap poin, supaya saat membuka catatan nanti, kamu bisa langsung tahu konteksnya.
Selain itu, kalau kamu merasa khawatir ada bagian yang terlewat, tak ada salahnya untuk merekam penjelasan guru selama sesi kelas berlangsung.
3. Membuat dan Menjawab Pertanyaan
Setelah kelas selesai, kamu dapat segera menulis pertanyaan berdasarkan materi yang baru saja disampaikan. Tak hanya itu, di kolom sebelah kiri, kamu juga dapat menuliskan kata kunci yang berkaitan dengan materi. Hal ini sangat bermanfaat untuk memperkuat daya ingatmu.
Kamu juga perlu menuliskan jawaban atau kesimpulan untuk masing-masing pertanyaan yang sudah dibuat. Selain membantu memahami materi lebih dalam, langkah ini akan membuatmu lebih siap untuk sesi ujian atau diskusi berikutnya.
Perhatikan contoh penerapannya di bawah ini:
Setelah belajar tentang conditional sentences dalam bahasa Inggris, kamu bisa membuat pertanyaan seperti: “Apa perbedaan antara first conditional dan second conditional?“
Kemudian, tuliskan jawabannya di kolom bawah:
“First conditional digunakan untuk situasi yang mungkin terjadi di masa depan, seperti ‘If it rains, I will stay home.’ Sementara itu, second conditional digunakan untuk situasi yang tidak nyata atau tidak mungkin terjadi, seperti ‘If I were rich, I would travel the world.”
Bagaimana guys? Sampai sini, cukup mudah untuk dipahami, kan?
4. Mempertanyakan Isi Catatan & Menyusun Ringkasan
Langkah berikutnya dalam metode Cornell adalah berpikir secara kritis. Kamu dapat melihat kembali materi yang sudah dicatat, lalu pertanyakan setiap poin penting yang ada di dalamnya. Proses ini akan mempermudah kamu untuk menguasai materi secara mendalam.
Setelah itu, saatnya untuk menyusun kesimpulan. Pada bagian ini, kamu harus menulis inti utama dari materi yang telah dipelajari. Simpulkan hal-hal yang sudah dicatat di kolom catatan dan kata kunci, lalu buatlah kesimpulan singkat.
5. Me-review Catatan
Setelah menyelesaikan semua langkah sebelumnya, hal terakhir yang perlu kamu lakukan adalah meninjau kembali note taking yang sudah dibuat.
Sebuah penelitian bertajuk Note Taking, Review, Memory, and Comprehension dari American Journal of Psychology (2011) mengungkapkan, bahwa meninjau catatan dapat meningkatkan kinerja memori.
Kamu bisa melakukan review ini secara rutin setiap akhir pekan, cukup sekitar 10 menit saja. Atau, Weingarten Center, University of Pennsylvania menyarankan untuk meninjau kembali catatan materi dalam waktu 24–36 jam setelah kelas selama 30 menit.
Jadi, kamu akan terhindar dari istilah masuk telinga kanan, keluar telinga kiri, guys.
Baca Juga: Mengenal Metode Belajar Blurting, Active Recall, dan Passive Recall
—
Well done, itulah step by step yang dapat kamu jadikan panduan untuk mencatat metode Cornell note taking. Cukup mudah, kan?
Untuk hasil yang maksimal, coba terapkan metode ini secara konsisten di semua materi pelajaran, terutama ketika belajar bahasa Inggris.
Jika kamu merasa perlu bantuan dari pengajar berpengalaman dan tersertifikasi internasional, bergabunglah di kelas English Academy. Kelasnya interaktif, dan kamu bisa memilih antara program offline atau online.
Yuk, tingkatkan kemampuan bahasa Inggris-mu sekarang juga! Ikuti Kelas Gratis dengan klik banner di bawah ini!


