Stative Verb: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Contoh Kalimatnya

Yuk pelajari list stative verb beserta contoh penggunaannya biar kamu nggak salah lagi saat pakai verb ini!
—
Dalam bahasa Inggris, jenis verb itu nggak cuma action verb aja, lho. Ada juga yang namanya stative verb, yaitu kata kerja yang digunakan untuk menunjukkan keadaan, perasaan, pikiran, dan kepemilikan. Sekilas memang gampang, tapi ternyata penggunaan stative verb nggak sesimpel itu.
Apalagi, beberapa stative verbs punya bentuk yang mirip dengan action verbs, sehingga kadang bikin bingung kapan harus memakai verb + -ing dan kapan tidak. Padahal, kalau sudah paham konsepnya, penggunaan stative verb sebenarnya cukup easy to understand, guys.
Nah, biar kamu makin paham cara menggunakan stative verbs dengan benar, yuk simak pembahasannya sampai habis!
Apa itu Stative Verb?
Stative verb adalah kata kerja yang menggambarkan suatu keadaan, perasaan, kepemilikan, pikiran, dan indera yang tidak melibatkan aksi yang sedang dilakukan. Oleh karena itu, stative verb biasanya tidak digunakan dalam bentuk continuous (verb + -ing).
Stative verb contohnya, kita tidak mengatakan “I am knowing the answer”, melainkan “I know the answer”. Hal ini karena kata know termasuk stative verb yang menunjukkan keadaan, bukan aksi yang sedang berlangsung.
Baca Juga: Mengenal Action Verb, Jenis, dan Kumpulan Kata Kerjanya
Sebelum lanjut materi, kamu mau belajar bahasa Inggris jadi lebih lancar dan percaya diri? Yuk, temukan program belajar yang paling cocok untuk kamu di English Academy. Klik banner di bawah untuk mulai perjalanan belajarmu!
Jenis-Jenis Stative Verb
Stative verb dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan fungsi dan kondisi yang dijelaskan. Berikut jenis-jenis stative verb beserta penjelasannya:
1. Verbs of Emotion and Feeling (Perasaan dan Emosi)
Jenis stative verb ini digunakan untuk menggambarkan perasaan atau kondisi emosi seseorang. Contoh: love, hate, like, dislike, prefer, want, need, fear, envy.
2. Verbs of Thought and Opinion (Pikiran dan Pendapat)
Jenis stative verb yang digunakan untuk menyatakan pikiran, keyakinan, opini, dan pemahaman. Contoh: know, believe, think, understand, remember, forget, realize, recognize, suppose.
3. Verbs of Senses (Indera)
Menggambarkan persepsi yang diterima melalui panca indera. Contoh: see, hear, smell, taste, feel, notice, appear, seem.
4. Verbs of Possession (Kepemilikan)
Menggambarkan kepemilikan atau hubungan antara seseorang dengan suatu benda. Contoh: have, own, belong, possess, contain.
5. Verbs of Measurement (Ukuran)
Menggambarkan ukuran, berat, atau nilai dari sesuatu. Contoh: weigh, measure, cost, equal, fit, include.
Baca Juga: Regular Verbs: 305 Kata Kerja Beraturan dan Contohnya
Perbedaan Penggunaan Stative Verb dengan Action Verb
Stative verb berbeda dengan action verb atau dynamic verb lho. Jadi, kalau action verb digunakan untuk menunjukkan aktivitas atau tindakan, stative verb lebih menggambarkan kondisi, perasaan, dan pikiran yang sifatnya tetap dan tidak berubah dalam suatu waktu.
Biar makin paham, simak tabel perbandingan stative verb dan action verb berikut.
Aspek
Stative Verb
Action Verb
Fungsi
Menjelaskan kondisi yang cenderung tetap
Menjelaskan aksi yang dilakukan subjek
Bentuk -ing
Umumnya tidak digunakan dalam bentuk continuous (verb + -ing)
Bisa digunakan dalam bentuk continuous
Contoh verb
know, love, believe, own, understand
run, write, play, eat, study
Contoh Kalimat
I know the answer.
She is writing a letter.
Buat kamu yang berusia 11–14 tahun dan ingin belajar bahasa Inggris dengan cara yang lebih seru, aktif, dan mudah dipahami, program Sprinter dari English Academy cocok banget buat kamu! Yuk, klik banner di bawah untuk cari tahu programnya!
Kata Kerja yang Bisa Menjadi Stative Verb dan Action Verb
Nah, menariknya ada beberapa kata yang bisa berfungsi sebagai stative verb sekaligus action verb, tergantung konteks kalimatnya. Jadi, satu kata kerja dapat menunjukkan keadaan pada situasi tertentu, tetapi juga bisa menunjukkan tindakan pada situasi lainnya.
Simak beberapa contoh verb yang bisa menjadi stative dan action verb di tabel berikut.
Verb
Sebagai Stative Verbs
Sebagai Action Verbs
Think
Berpendapat
I think he is right. (Saya pikir dia benar)
Proses berpikir
I am thinking about my future. (Saya sedang memikirkan masa depan saya)
Have
Memiliki
I have a car. (Saya punya mobil)
Melakukan aktivitas (makan)
I am having lunch. (Saya sedang makan siang)
See
Memahami / mengerti
I see your point. (Saya mengerti maksudmu)
Bertemu seseorang
I am seeing my doctor tomorrow. (Saya akan bertemu dokter saya besok)
Feel
Menggambarkan perasaan
I feel tired. (Saya merasa lelah)
Menyentuh
She is feeling the fabric. (Dia sedang meraba kain)
Smell
Memiliki aroma
The food smells delicious. (Makanan itu baunya lezat)
Mencium bau
He is smelling the flowers. (Dia sedang mencium bunga)
Turn
Perubahan kondisi
The leaves turn yellow in autumn. (Daun-daun berubah menjadi kuning saat musim gugur)
Membalik / memutar
She is turning the page. (Dia sedang membalik halaman)
Appear
Menggambarkan kondisi
He appears tired. (Dia terlihat lelah)
Tampil dalam suatu film
She is appearing in a new movie. (Dia tampil di film baru)
List Stative Verbs
Berikut beberapa stative verb yang sering digunakan dalam bahasa Inggris:
Thoughts
Emotions
Senses
Possession
Other
disagree
want
appear
belong
be/are/is
believe
fear
feel
comprise
cost
doubt
hate
taste
consist
depend
forget
hope
look
contain
involve
know
dislike
see
has/have
measure
think
love
seem
include
owe
remember
need
sense
own
resemble
support
prefer
smell
possess
span
understand
value
sound
lack
weigh
Baca Juga: Verb: Pengertian, Ciri-Ciri, Tipe, Beserta Contohnya
Apakah kamu siswa SMA yang sedang mencari kursus bahasa Inggris dengan metode belajar yang asik tapi tetap on point? Kenalan yuk, sama English Academy Ranger. Klik banner ini untuk info lengkapnya, ya!
Stative Verbs Examples in Conversation
Berikut beberapa contoh percakapan menggunakan stative verbs in English beserta artinya.
Verbs of Emotion (Perasaan)
Kevin: “Do you like this café?” (Apakah kamu suka kafe ini?)
Alya: “Yes, I love the atmosphere here.” (Ya, aku suka suasananya di sini.)
Verbs of Thought / Opinion (Pikiran dan Pendapat)
Rina: “Do you know Mr. Daniel?” (Apakah kamu mengenal Pak Daniel?)
Farel: “Yes, I know him. He teaches math at our school.” (Ya, aku mengenalnya. Dia mengajar matematika di sekolah kami.)
Verbs of Possession (Kepemilikan)
Nina: “Whose bag is this?” (Tas ini milik siapa?)
Dimas: “It belongs to Clara.” (Itu milik Clara.)
Verbs of Senses / Perception (Indera dan Persepsi)
Maya: “This soup smells really good.” (Sup ini baunya sangat enak.)
Raka: “Yes, and it tastes delicious too.” (Ya, dan rasanya juga enak.)
—
Sampai sini, semoga kamu jadi lebih paham tentang stative verb ya! Kuncinya adalah pahami dulu apakah kata itu menggambarkan kondisi dan tindakan. Kalau sudah paham bedanya, kamu akan lebih mudah menentukan kapan harus menggunakan bentuk continuous atau tidak.
Kalau kamu ingin belajar bentuk verb lainnya dan mengaplikasikannya langsung dalam percakapan bahasa Inggris, kamu bisa coba Kelas Gratis di English Academy. Ada guru bahasa Inggris berpengalaman yang siap membantumu. Coba Free Placement Test-nya dulu yuk, klik banner di bawah ini ya!
Reference:
IDP IELTS. What Are Stative Verbs? Common Types and Usage Guide. Diakses 30 April 2026, dari https://ielts.idp.com/vietnam/about/news-and-articles/article-stative-verbs/en-gb.
Scribbr. September 25, 2023.Stative Verbs | Definition, List & Examples. Diakses 30 April 2026, dari https://www.scribbr.com/verbs/stative-verbs/.
Study.com. Stative Verbs | Definition, List & Examples. Diakses 30 April 2026, dari https://study.com/academy/lesson/stative-verbs-definition-examples.html.

Yuk pelajari list stative verb beserta contoh penggunaannya biar kamu nggak salah lagi saat pakai verb ini!
—
Dalam bahasa Inggris, jenis verb itu nggak cuma action verb aja, lho. Ada juga yang namanya stative verb, yaitu kata kerja yang digunakan untuk menunjukkan keadaan, perasaan, pikiran, dan kepemilikan. Sekilas memang gampang, tapi ternyata penggunaan stative verb nggak sesimpel itu.
Apalagi, beberapa stative verbs punya bentuk yang mirip dengan action verbs, sehingga kadang bikin bingung kapan harus memakai verb + -ing dan kapan tidak. Padahal, kalau sudah paham konsepnya, penggunaan stative verb sebenarnya cukup easy to understand, guys.
Nah, biar kamu makin paham cara menggunakan stative verbs dengan benar, yuk simak pembahasannya sampai habis!
Apa itu Stative Verb?
Stative verb adalah kata kerja yang menggambarkan suatu keadaan, perasaan, kepemilikan, pikiran, dan indera yang tidak melibatkan aksi yang sedang dilakukan. Oleh karena itu, stative verb biasanya tidak digunakan dalam bentuk continuous (verb + -ing).
Stative verb contohnya, kita tidak mengatakan “I am knowing the answer”, melainkan “I know the answer”. Hal ini karena kata know termasuk stative verb yang menunjukkan keadaan, bukan aksi yang sedang berlangsung.
Baca Juga: Mengenal Action Verb, Jenis, dan Kumpulan Kata Kerjanya
Sebelum lanjut materi, kamu mau belajar bahasa Inggris jadi lebih lancar dan percaya diri? Yuk, temukan program belajar yang paling cocok untuk kamu di English Academy. Klik banner di bawah untuk mulai perjalanan belajarmu!
Jenis-Jenis Stative Verb
Stative verb dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan fungsi dan kondisi yang dijelaskan. Berikut jenis-jenis stative verb beserta penjelasannya:
1. Verbs of Emotion and Feeling (Perasaan dan Emosi)
Jenis stative verb ini digunakan untuk menggambarkan perasaan atau kondisi emosi seseorang. Contoh: love, hate, like, dislike, prefer, want, need, fear, envy.
2. Verbs of Thought and Opinion (Pikiran dan Pendapat)
Jenis stative verb yang digunakan untuk menyatakan pikiran, keyakinan, opini, dan pemahaman. Contoh: know, believe, think, understand, remember, forget, realize, recognize, suppose.
3. Verbs of Senses (Indera)
Menggambarkan persepsi yang diterima melalui panca indera. Contoh: see, hear, smell, taste, feel, notice, appear, seem.
4. Verbs of Possession (Kepemilikan)
Menggambarkan kepemilikan atau hubungan antara seseorang dengan suatu benda. Contoh: have, own, belong, possess, contain.
5. Verbs of Measurement (Ukuran)
Menggambarkan ukuran, berat, atau nilai dari sesuatu. Contoh: weigh, measure, cost, equal, fit, include.
Baca Juga: Regular Verbs: 305 Kata Kerja Beraturan dan Contohnya
Perbedaan Penggunaan Stative Verb dengan Action Verb
Stative verb berbeda dengan action verb atau dynamic verb lho. Jadi, kalau action verb digunakan untuk menunjukkan aktivitas atau tindakan, stative verb lebih menggambarkan kondisi, perasaan, dan pikiran yang sifatnya tetap dan tidak berubah dalam suatu waktu.
Biar makin paham, simak tabel perbandingan stative verb dan action verb berikut.
| Aspek | Stative Verb | Action Verb |
| Fungsi | Menjelaskan kondisi yang cenderung tetap | Menjelaskan aksi yang dilakukan subjek |
| Bentuk -ing | Umumnya tidak digunakan dalam bentuk continuous (verb + -ing) | Bisa digunakan dalam bentuk continuous |
| Contoh verb | know, love, believe, own, understand | run, write, play, eat, study |
| Contoh Kalimat | I know the answer. | She is writing a letter. |
Buat kamu yang berusia 11–14 tahun dan ingin belajar bahasa Inggris dengan cara yang lebih seru, aktif, dan mudah dipahami, program Sprinter dari English Academy cocok banget buat kamu! Yuk, klik banner di bawah untuk cari tahu programnya!
Kata Kerja yang Bisa Menjadi Stative Verb dan Action Verb
Nah, menariknya ada beberapa kata yang bisa berfungsi sebagai stative verb sekaligus action verb, tergantung konteks kalimatnya. Jadi, satu kata kerja dapat menunjukkan keadaan pada situasi tertentu, tetapi juga bisa menunjukkan tindakan pada situasi lainnya.
Simak beberapa contoh verb yang bisa menjadi stative dan action verb di tabel berikut.
| Verb | Sebagai Stative Verbs | Sebagai Action Verbs |
| Think | Berpendapat
I think he is right. (Saya pikir dia benar) |
Proses berpikir
I am thinking about my future. (Saya sedang memikirkan masa depan saya) |
| Have | Memiliki
I have a car. (Saya punya mobil) |
Melakukan aktivitas (makan)
I am having lunch. (Saya sedang makan siang) |
| See | Memahami / mengerti
I see your point. (Saya mengerti maksudmu) |
Bertemu seseorang
I am seeing my doctor tomorrow. (Saya akan bertemu dokter saya besok) |
| Feel | Menggambarkan perasaan
I feel tired. (Saya merasa lelah) |
Menyentuh
She is feeling the fabric. (Dia sedang meraba kain) |
| Smell | Memiliki aroma
The food smells delicious. (Makanan itu baunya lezat) |
Mencium bau
He is smelling the flowers. (Dia sedang mencium bunga) |
| Turn | Perubahan kondisi
The leaves turn yellow in autumn. (Daun-daun berubah menjadi kuning saat musim gugur) |
Membalik / memutar
She is turning the page. (Dia sedang membalik halaman) |
| Appear | Menggambarkan kondisi
He appears tired. (Dia terlihat lelah) |
Tampil dalam suatu film
She is appearing in a new movie. (Dia tampil di film baru) |
List Stative Verbs
Berikut beberapa stative verb yang sering digunakan dalam bahasa Inggris:
| Thoughts | Emotions | Senses | Possession | Other |
| disagree | want | appear | belong | be/are/is |
| believe | fear | feel | comprise | cost |
| doubt | hate | taste | consist | depend |
| forget | hope | look | contain | involve |
| know | dislike | see | has/have | measure |
| think | love | seem | include | owe |
| remember | need | sense | own | resemble |
| support | prefer | smell | possess | span |
| understand | value | sound | lack | weigh |
Baca Juga: Verb: Pengertian, Ciri-Ciri, Tipe, Beserta Contohnya
Apakah kamu siswa SMA yang sedang mencari kursus bahasa Inggris dengan metode belajar yang asik tapi tetap on point? Kenalan yuk, sama English Academy Ranger. Klik banner ini untuk info lengkapnya, ya!
Stative Verbs Examples in Conversation
Berikut beberapa contoh percakapan menggunakan stative verbs in English beserta artinya.
Verbs of Emotion (Perasaan)
Kevin: “Do you like this café?” (Apakah kamu suka kafe ini?)
Alya: “Yes, I love the atmosphere here.” (Ya, aku suka suasananya di sini.)
Verbs of Thought / Opinion (Pikiran dan Pendapat)
Rina: “Do you know Mr. Daniel?” (Apakah kamu mengenal Pak Daniel?)
Farel: “Yes, I know him. He teaches math at our school.” (Ya, aku mengenalnya. Dia mengajar matematika di sekolah kami.)
Verbs of Possession (Kepemilikan)
Nina: “Whose bag is this?” (Tas ini milik siapa?)
Dimas: “It belongs to Clara.” (Itu milik Clara.)
Verbs of Senses / Perception (Indera dan Persepsi)
Maya: “This soup smells really good.” (Sup ini baunya sangat enak.)
Raka: “Yes, and it tastes delicious too.” (Ya, dan rasanya juga enak.)
—
Sampai sini, semoga kamu jadi lebih paham tentang stative verb ya! Kuncinya adalah pahami dulu apakah kata itu menggambarkan kondisi dan tindakan. Kalau sudah paham bedanya, kamu akan lebih mudah menentukan kapan harus menggunakan bentuk continuous atau tidak.
Kalau kamu ingin belajar bentuk verb lainnya dan mengaplikasikannya langsung dalam percakapan bahasa Inggris, kamu bisa coba Kelas Gratis di English Academy. Ada guru bahasa Inggris berpengalaman yang siap membantumu. Coba Free Placement Test-nya dulu yuk, klik banner di bawah ini ya!
Reference:
IDP IELTS. What Are Stative Verbs? Common Types and Usage Guide. Diakses 30 April 2026, dari https://ielts.idp.com/vietnam/about/news-and-articles/article-stative-verbs/en-gb.
Scribbr. September 25, 2023.Stative Verbs | Definition, List & Examples. Diakses 30 April 2026, dari https://www.scribbr.com/verbs/stative-verbs/.
Study.com. Stative Verbs | Definition, List & Examples. Diakses 30 April 2026, dari https://study.com/academy/lesson/stative-verbs-definition-examples.html.





