Tips Lancar Public Speaking dalam Bahasa Inggris

Adella Indah Nurjanah Apr 8, 2021 • 5 min read


Teknik Lancar Public Speaking Bahasa InggrisPublic speaking sangat penting untuk saat ini, apalagi menggunakan Bahasa Inggris, maka dari itu, artikel ini akan memberikan tips lancar public speaking dalam bahasa Inggris.

--

Siapa sih, yang nggak mau jadi jago dalam hal public speaking? Kemampuan ini nyatanya selain sangat penting untuk keseharian kita, juga diminati oleh banyak orang. Tapi, tidak sedikit dari kita yang kesulitan untuk berbicara di depan publik. Bermacam-macam kendala yang dihadapi, mulai dari perasaan nervous, bingung mulai dari mana, atau bahkan sulit menghafal materi yang ingin dibicarakan. Terlebih lagi, jika public speaking tersebut harus menggunakan bahasa inggris.

Kali ini, kita akan bahas tips lancar public speaking terutama saat diharuskan menggunakan bahasa Inggris. Apa saja tekniknya? Mari kita simak bersama! 

1. Siapkan naskah dalam Bahasa Indonesia terlebih dahulu

Saat akan presentasi, berpidato, atau berbicara di depan publik yang mengharuskan kita menggunakan bahasa Inggris, mungkin bagi sebagian orang akan langsung memikirkan materi-materi yang akan dibicarakan kedalam bentuk bahasa Inggrisnya. Hal ini, mungkin akan bekerja baik-baik saja, bagi mereka yang memang sudah mahir dalam berbahasa Inggris, dan jarang menghadapi kendala berbahasa Inggris, seperti keterbatasan vocabulary, lupa, dsb.

Namun, hal tersebut justru akan membuat orang-orang yang tidak familiar dalam bahasa Inggris, akan mengalami kesulitan. Terutama saat sedang berbicara langsung, dan tanpa memegang naskah atau poin-poin materi bahasan. Dengan memiliki naskah materi yang lengkap dengan bahasa Indonesia, membuat kamu memiliki gambaran umum mengenai poin-poin yang akan kamu sampaikan, serta membuat kamu benar-benar memahami apa yang akan kamu sampaikan.

Memiliki naskah yang berbahasa Indonesia juga, akan membantu kamu memiliki memori atau visualisasi yang lebih kuat terhadap materi kamu. Sehingga, jika kamu mengalami lupa atau memiliki keterbatasan kosakata bahasa Inggris pada saat sedang berbicara, kamu bisa kembali mengingat poin utama dari materi kamu, dan mencari sinonim atau kata lain dalam bahasa Inggris yang bisa kamu pakai. Bahkan, kamu bisa mengelaborasi ide kamu tersebut.

Itu lah mengapa penting untuk menyiapkan naskah materi dalam bentuk bahasa Indonesia terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kendala yang kamu hadapi saat berada didepan publik, seperti keterbatasan kosakata, lupa, dsb. Sebaliknya, membuat naskah yang langsung berbahasa Inggris akan rentan mengarahkan kamu kedalam teknik menghafal materi, dan bukan memahami nya secara utuh.

Setelah kamu sudah yakin terhadap naskah bahasa Indonesia yang kamu buat, maka kamu siap untuk menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris. Ingat, bahwa kamu harus berusaha menerjemahkannya sendiri ya. Karena hal ini akan membantu kamu berlatih dan membuat kamu secara langsung terlibat dalam prosesnya, sehingga akan lebih ingat serta menguasai terhadap pembahasan yang akan disampaikan.

2. Public speaking is the art of storytelling

Berbicara di depan publik, baik dalam situasi formal atau non-formal, sejatinya adalah seni bercerita. Baik menceritakan fakta ataupun fiksi. Baik dalam bentuk presentasi, pidato, atau debat sekalipun.

Pernahkah kamu mendengarkan orang yang berbicara, namun dia lompat-lompat dari satu hal ke hal yang lain, sehingga membuat kamu bingung, sebenarnya apa yang orang ini berusaha sampaikan? Nah, untuk dapat menyampaikan cerita yang memukau, dipahami, meyakinkan, dan merangkul audiens kita, kita diharuskan untuk memiliki alur yang jelas, runut, mengalir, dan saling berkesinambungan. Hal ini akan membuat apa yang berusaha kita sampaikan, dapat diterima dengan mudah oleh audiens atau lawan bicara kita.

Untuk memiliki alur yang jelas dan runut, kita dapat melakukan dua hal. Pertama, membagi materi pembahasan kita kedalam chunks besar yang dikenal sebagai opening (pembuka), content (isi), dan closing (penutup). Yang kedua, kita dapat menerapkan metode deduktif atau induktif. Metode deduktif, dimana kamu memulai pembahasan dengan poin utama atau gagasan utama, diiringi dengan detail-detail atau poin khusus turunan. Sedangkan induktif, sebaliknya. Dimana kamu memulai pembahasan dengan poin-poin khusus (detail) lalu berakhir pada kesimpulan akhir yang besar.

Baca juga: 5 Tips Meningkatkan Listening Skills

Sebagai contoh, saat kamu ingin berpidato dengan judul “Pentingnya Public Speaking Bahasa Inggris untuk Pelajar Sekolah Dasar” menggunakan teknik deduktif. Maka, kamu dapat memulai pidato dengan mengemukakan pernyataan atau argumen bahwa pelajaran public speaking bahasa Inggris ini penting dan harus masuk kurikulum sekolah dasar di Indonesia. Selanjutnya, kamu akan menjelaskan poin-poin kenapa hal tersebut penting dan apa manfaatnya.

Sebaliknya, untuk contoh metode induktif kamu hanya tinggal membalik urutannya. Kamu mulai dengan menjelaskan apa saja pentingnya dan manfaatnya jika sekolah dasar di Indonesia menerapkan pelajaran public speaking dalam kurikulum bahasa Inggrisnya. Untuk pada akhirnya, kita sampai pada gagasan utama bahwa pelajaran public speaking bahasa Inggris ini penting dan harus masuk kurikulum sekolah dasar di Indonesia.

Teknik bercerita dengan membagi pembahasan materi kedalam bentuk chunks besar, metode deduktif, ataupun metode induktif akan membantu kamu untuk lebih mudah dalam menguasai bahan materi pembahasan. Terutama jika kamu akan menggunakan bahasa Inggris. Dengan menerapkan teknik tersebut, kamu dapat fokus memahami serta menerjemahkan pada chunks per chunks atau poin per poin lebih dulu.

3. Jangan menghafal, lakukan visualisasi!

Kesalahan kebanyakan orang pada saat akan berbicara di depan publik adalah, mereka menghafal materi pembahasan. Ini keliru, karena kita tidak dapat bergantung kepada memori kita saat berada di panggung atau di depan publik. Karena ada banyak kemungkinan yang dapat terjadi seperti, munculnya distraksi, hilang konsentrasi, gugup, dsb. Yang bisa kita lakukan adalah bergantung kepada pemahaman kita dan ingatan terhadap gambaran besar yang akan kita sampaikan.

Setelah membahas cara untuk membagi pembahasan kedalam chunks dan menggunakan metode deduktif dan induktif. Langkah selanjutnya adalah, memvisualisasikan. Alih-alih menghafal materi, kamu dianjurkan untuk memvisualisasikan materi mu di dalam otak kamu sendiri. Caranya adalah pertama, pahami terlebih dahulu materi dan poin-poin yang akan kamu sampaikan. Kedua, pejamkan matamu dan mulai lah praktik berbicara menggunakan materi yang sudah kamu siapkan. Terakhir, saat sedang memejamkan mata dan praktik, usahakan untuk berkonsentrasi dengan memvisualisasikan gambaran dari setiap poin yang kamu sebutkan. Ulangi terus, sampai kamu merasa yakin dan percaya diri.

Berbicara di depan publik menggunakan bahasa Inggris adalah hal yang sulit. Namun, hal tersebut sangat bisa dilatih. Salah satunya, menggunakan beberapa teknik di atas untuk kamu terapkan pada saat tahap persiapan. Terlebih jika kamu adalah seorang pemula yang baru terjun kedalam dunia public speaking. Jangan malu untuk terus mencoba ya! Belajar terus dimanapun, dan kapanpun dengan English Academy!

New call-to-action

Profile

Adella Indah Nurjanah

Beri Komentar